Nasional

#3 Membedah Karya 4 Tahun Gubernur Koster-Wagub Cok Ace: Langkah Berani dan Bersejarah Koster, Terobos Tirani Mafia Tanah, Bagi-Bagi Sertifikat kepada Kaum Marjinal

Denpasar, SINARTIMUR.com – Gubernur DR Ir I Wayan Koster, MM, memang berani dan nekat. Berani memihak kaum marjinal, berani melakukan kebijakan yang membuat wong cilik tersenyum. Seperti di bidang Reformasi Agraria. Berikut ceritanya.

Pencapaian Program Reforma Agraria

Langkah besar yang sangat bersejarah sebagai pencapaian visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam Bali Era Baru ditandai dengan terobosan berani Bidang Reforma Agraria, berpihak nyata kepada rakyat kecil yang berpuluh-puluh, bahkan sampai ratusan tahun menghadapi masalah tidak kunjung selesai, menyelesaikan masalah tanah seluas 463,26 hektare, terdiri dari sebanyak 1.836 sertifikat secara gratis, yaitu: hak kepemilikan tanah warga Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerogak, Kabupaten Buleleng, dengan luas 458,76 hektare (74,84% dari luas keseluruhan 612,93 hektare) terdiri dari 800 sertifikat untuk tempat tinggal warga dan 813 sertifikat untuk tanah garapan warga; menyelesaikan sertifikat hak kepemilikan tanah tempat tinggal warga Kelurahan Tanjung Benoa, Kabupaten Badung, seluas 2,1 hektare terdiri dari sebanyak 90 sertifikat secara gratis terdiri dari 85 sertifikat untuk warga dan 5 sertifikat untuk Pangempon Pura; menyelesaikan sertifikat hak kepemilikan tanah tempat tinggal seluas 1,3 hektare, sebanyak 69 sertifikat secara gratis untuk 64 sertifikat atas nama perorangan warga Tukad Unda, Kelurahan Semarapura Kangin, Klungkung, 1 sertifikat atas nama Pura, 2 sertifikat atas nama Pemerintah Provinsi Bali, dan 2 sertifikat atas nama Pemerintah Kabupaten Klungkung; dan menyelesaikan sertifikat hak kepemilikan tanah tempat tinggal seluas 1,1 hektare, sebanyak 64 sertifikat secara gratis untuk warga Tukad Unda, Kelurahan Semarapura Kelod Kangin, Klungkung.

Adapun secara terperinci penyelesaian masalah Reforma Agraria diuraikan sebagai berikut:

1. Menyelesaikan sertifikat hak kepemilikan tanah warga Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerogak, Kabupaten Buleleng, dengan luas 612,93 hektare, yang dibagi untuk warga Desa Sumberklampok seluas 458,70 hektare (74,84%) dan untuk Pemerintah Provinsi Bali seluas 154,23 hektare (25,16%).
Sebanyak 800 sertifikat untuk tempat tinggal warga diserahkan pada hari
Selasa, 18 Mei 2021 dan sebanyak 813 sertifikat untuk tanah garapan warga diserahkan pada hari Rabu, 22 September 2021.

2. Menyelesaikan sertifikat hak kepemilikan tanah tempat tinggal warga Kelurahan Tanjung Benoa, Kabupaten Badung, seluas 2,1 hektare, sebanyak 90 sertifikat secara gratis terdiri dari 85 sertifikat untuk warga dan 5 sertifikat untuk Pangempon Pura, yang diserahkan pada hari Senin, 30 Mei 2022.

3. Menyelesaikan sertifikat hak kepemilikan tanah tempat tinggal seluas
1,3 hektare, sebanyak 69 sertifikat secara gratis untuk 64 sertifikat atas nama perorangan warga Tukad Unda, Kelurahan Semarapura Kangin, Klungkung, 1 sertifikat atas nama Pura, 2 sertifikat atas nama Pemerintah Provinsi Bali, dan 2 sertifikat atas nama Pemerintah Kabupaten Klungkung, diserahkan pada hari Minggu, 19 Juni 2022.

4. Menyelesaikan sertifikat hak kepemilikan tanah tempat tinggal seluas
1,1 hektare, sebanyak 64 sertifikat secara gratis untuk warga Tukad Unda, Kelurahan Semarapura Kelod Kangin, Klungkung, diserahkan pada hari Minggu, 25 September 2022.

Tata Kelola Pemerintahan

Bali Era Baru ditandai dengan terwujudnya Tata Kelola Pemerintahan
Provinsi Bali yang efektif, efisien, transparan, akuntabel, serta bersih dari korupsi, dilakukan reformasi birokrasi, terdiri dari: membangun sistem Pelayanan Administrasi dan Kinerja Kepegawaian berbasis elektronik bagi ASN; mengisi jabatan Organisasi Perangkat Daerah secara transparan berbasis kompetensi, dengan sistem merit; merampingkan Organisasi Perangkat Daerah dari 49 menjadi 38; Menuntaskan tranformasi jabatan struktural ke jabatan fungsional agar birokrasi menjadi semakin profesional, efektif, efisien, dan fleksibel; dan memantapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Adapun pencapaian Tata Kelola Pemerintahan Provinsi Bali yang efektif, efisien, transparan, akuntabel serta bersih dari korupsi, terdiri dari:

1. Membangun sistem Pelayanan Administrasi dan Kinerja Kepegawaian berbasis elektronik bagi ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, sehingga proses kenaikan jabatan fungsional dan golongan menjadi lebih cepat, tepat, dan tanpa biaya.
2. Mengisi jabatan Organisasi Perangkat Daerah secara transparan berbasis kompetensi, dengan sistem merit.
3. Merampingkan Organisasi Perangkat Daerah dari 49 menjadi 38.
4. Menuntaskan tranformasi jabatan struktural ke jabatan fungsional agar birokrasi menjadi semakin profesional, efektif, efisien, dan fleksibel.
5. Memantapkan program Koordinasi, Supervisi, dan Pencegahan Korupsi di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali dan Kabupaten/Kota se-Bali atas arahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
6. Menerapkan sistem Laporan Pengaduan Masyarakat online yang terintegrasi dengan Sistem Pelayanan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N), yang disebut SP4N LAPOR.
7. Memantapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
8. Menerapkan sistem e-Office dan tandatangan elektronik untuk pelayanan administrasi seluruh perangkat daerah Pemerintah Provinsi Bali.
9. Meningkatkan disiplin pegawai melalui absensi wajah yang dapat diakses melalui smartphone baik berbasis Android maupun iOS.

Pencapaian Penanganan Pandemi COVID-19

Pencapaian penanganan Pandemi COVID-19 di Bali semakin membaik dan stabil, ditandai dengan: jumlah kasus baru terus menurun dengan konsisten; jumlah yang masuk ke Rumah Sakit semakin menurun, jumlah yang sembuh semakin meningkat; jumlah yang meninggal mendekati nol (hampir tidak ada yang meninggal); dan pencapaian vaksinasi semakin meningkat, vaksinasi ke-1 mencapai 107%, vaksinasi ke-2 mencapai 98%, dan vaksinasi ke-3 (booster) sudah mencapai lebih dari 80%. Penanganan Pandemi COVID-19 di Bali termasuk dalam kategori terbaik di Indonesia, demikian halnya pencapaian vaksinasi di Bali tercepat dan tertinggi di Indonesia.

Pariwisata dan Perekonomian Bali Pulih dan Bangkit Kembali

Semakin membaik kondisi Pandemi COVID-19 dan tingginya vaksinasi di Bali, telah mampu kembali menjadikan Bali sebagai destinasi wisata yang nyaman, aman, dan kondusif untuk dikunjungi oleh wisatawan domestik dan
wisatawan mancanegara. Sejak diberlakukan kebijakan tanpa karantina bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali, mulai tanggal 7 Maret 2022, jumlah wisatawan ke Bali melalui pintu Bandara I Gusti Ngurah Rai terus mengalami peningkatan: saat ini, wisatawan domestik sudah mencapai lebih dari 12.000 orang kedatangan per hari, dan wisatawan mancanegara sudah mencapai lebih dari 10.000 orang kedatangan per hari. Demikian juga, jumlah penerbangan internasional yang langsung ke Bali terus bertambah, sampai saat ini telah mencapai 24 maskapai.

Semakin meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan yang datang ke Bali, adalah keberhasilan berkat keberanian memperjuangkan kebijakan tanpa karantina dan pemberlakuan Visa on Arrival (VOA) untuk 72 negara dan bebas visa untuk 9 negara ASEAN. Saat ini, jumlah kedatangan wisatawan mancanegara ke Bali telah mencapai lebih dari 50% dari jumlah kedatangan pada situasi normal sebelum Pandemi COVID-19, yang dicapai sejak akhir Juli 2022. Pencapaian ini jauh lebih tinggi dan lebih cepat dari target yang direncanakan sebesar 35% pada bulan Desember 2022. Sedangkan jumlah kedatangan wisatawan domestik baru mencapai 40% dari situasi normal sebelum Pandemi COVID-19.

Pencapaian yang sangat baik ini juga berkat kepercayaan masyarakat nasional dan internasional terhadap Bali semakin meningkat, sehingga event nasional dan internasional semakin banyak diselenggarakan di Bali, yaitu: pertemuan Konvensi Minamata, pertemuan Parlemen se-Dunia, pertemuan Pengurangan Risiko Bencana se-Dunia, berbagai pertemuan internasional sebagai rangkaian Pertemuan Presidensi G20.

Meningkatnya kunjungan wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara ke Bali secara langsung telah berdampak pada pemulihan pariwisata dan pemulihan perekonomian Bali, Bali mulai bangkit kembali. Hal ini ditunjukkan dengan pertumbuhan perekonomian Bali yang terus meningkat sejak munculnya Pandemi COVID-19 tahun 2020: tahun 2020, perekonomian Bali mengalami keterpurukan ditandai dengan pertumbuhan negatif (kontraksi), sebesar -9,31%; tahun 2021 dengan pertumbuhan negatif (kontraksi), sebesar -2,47%; tahun 2022 pada Triwulan I dengan pertumbuhan mulai positif, sebesar 1,46%; dan pada Triwulan II dengan pertumbuhan positif sebesar 3,04%. Kita berharap pada Triwulan III akan meningkat mendekati 3,5% dan Triwulan IV sudah mencapai 4%. Astungkara, BADAI PASTI AKAN BERLALU!

Pencapaian Indikator Makro

Pembangunan Bali Era Baru ditunjukan dengan pencapaian indikator makro pembangunan yang gemilang, seperti:
1. Tingkat kemiskinan 4,57%, terendah ke-4 di bawah rata-rata nasional 9,54% (data BPS Maret 2022).
2. Tingkat pengangguran sebesar 4,84%, di bawah rata-rata nasional sebesar 5,83% (data BPS Pebruari 2021).
3. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 75,69 di atas rata-rata national sebesar 72,29 (data BPS, 2021).

Predikat dan Prestasi

Pencapaian Bali Era Baru juga ditandai berbagai predikat dan prestasi, di antaranya: mempertahankan Bali sebagai pulau dengan predikat destinasi terpopuler dunia; meningkatkan omset penjualan produk Busana Adat Bali dan Endek Bali/Kain Tradisional Bali; telah menggeliat penggunaan dan usaha minuman destilasi Arak Bali; Telah diperoleh Hak Kekayaan Intelektual sebanyak 237 sertifikat; provinsi pertama yang berhasil melaksanakan kebijakan tranformasi jabatan struktural ke fungsional; dan satu-satunya dari 34 Provinsi di Indonesia yang berani melakukan Reformasi Birokrasi secara progresif dengan merampingkan jumlah Perangkat Daerah.

Adapun secara rinci pencapaian predikat dan prestasi Bali Era Baru diuraikan sebagai berikut:
1. Mempertahankan Bali sebagai pulau dengan predikat destinasi terpopuler dunia versi perusahaan perjalanan wisata daring tripadvisor, tahun 2021.

2. Meningkatkan omset penjualan produk Busana Adat Bali dan
Endek Bali/Kain Tradisional Bali pada industri pengrajin dan pedagang sebesar 160% (tahun 2020 = Rp. 4,1 Milyar; tahun 2021 = Rp. 10,1 Milyar; tahun 2022 menjadi …).

3. Penggunaan plastik sekali pakai telah berkurang signifikan mencapai 90% pada pasar modern, hotel, dan restauran; dan mencapai 35% pada pasar tradisional.

4. Telah menggeliat penggunaan dan usaha minuman destilasi Arak Bali. Pada tahun 2020, jumlah Perajin Arak sebanyak 1.316, jumlah Sentra Arak sebanyak 14, jumlah Koperasi Arak sebanyak 2, dan jumlah Distributor Arak sebanyak 15; pada tahun 2021 bertambah menjadi, jumlah Perajin Arak sebanyak 1.491, jumlah Sentra Arak sebanyak 21, jumlah Koperasi Arak sebanyak 5, dan jumlah Distributor Arak sebanyak 23; pada tahun 2022 …

5. Telah diperoleh Hak Kekayaan Intelektual sebanyak 237 sertifikat, terdiri dari: 19 Sertifikat Ekspresi Budaya Tradisional, 8 Sertifikat Indikasi Geografis, 2 Sertifikat Pengetahuan Tradisional, 157 Sertifikat Hak Cipta, 2 Sertifikat Hak Paten, dan 49 Sertifikat Hak Merek, yang diperoleh sejak tahun 2019 sampai tahun 2022. Peningkatan pencapaian ini merupakan hasil dari kebijakan fasilitasi proses perolehan Kekayaan Intelektual oleh Dinas Kebudayaan, Dinas Pertanian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Koperasi yang dikoordinir oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah Bali.

6. Merupakan Provinsi pertama yang berhasil melaksanakan kebijakan tranformasi jabatan struktural ke fungsional, berdasarkan penilaian Kemendagri, tahun 2021.

7. Pemerintah Provinsi Bali satu-satunya dari 34 Provinsi di Indonesia yang berani melakukan Reformasi Birokrasi secara progresif dengan merampingkan jumlah Perangkat Daerah dari 49 menjadi 38, sehingga proses administrasi dan pelayanan publik menjadi semakin efektif dan efisien.

Prestasi Kinerja Pemerintah Provinsi Bali

Secara keseluruhan, pencapaian prestasi kinerja Pemerintah Provinsi Bali sangat baik, dibuktikan dengan:
1. Nilai BB (Baik Sekali) untuk Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, tahun 2021.
2. Nilai BB (Baik Sekali) untuk pelaksanaan program Reformasi Birokrasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi,
tahun 2021.
3. Penghargaan kategori Sangat Baik dalam penerapan Sistem Merit, dari Komisi Aparatur Sipil Negara, tahun 2021.
4. Penghargaan Peringkat I Badan Kepagawaian Negara AWARD dalam Implementasi Penilaian Kinerja, tahun 2021.
5. Penghargaan Peringkat I Badan Kepagawaian Negara AWARD tahun 2021 dalam Komitmen Pengawasan dan Pengendalian.
6. Opini Wajar Tanpa Pengecualian dengan kualitas semakin baik dalam tata kelola keuangan daerah dari BPK RI, 9 kali berturut-turut sampai tahun 2021.
7. Peringkat Satu Terbaik Nasional untuk pelaksanaan program Strategi Nasional Pencegahan Korupsi dari KPK RI, tahun 2020.
8. Peringkat Satu Terbaik Nasional dalam program MCP Koordinasi, Supervisi, dan Pencegahan Korupsi dari KPK RI, tahun 2020 dan 2021.
9.Urutan Teratas dalam Indeks Keterbukaan Informasi Publik dengan
skor 83,15 dari 34 Provinsi di Indonesia, tahun 2021.

10. Pengakuan dari The International Energy Agency (IEA) tahun 2020, terhadap visi “NANGUN SAT KERTHI LOKA BALI” sebagai kebijakan Pemerintah Daerah dalam Menerapkan Pembangunan Rendah Karbon berdasarkan hasil study di 100 kota dari 40 negara.
11. Pencapaian Angka Terendah jumlah Stunting sebesar 10,9%, dari
34 Provinsi di Indonesia, dari Kementerian Kesehatan RI, tahun 2021.
12. Satu-satunya provinsi memperoleh kategori Sangat Baik, dengan indeks 3,68 dalam penerapan SPBE dari 34 Provinsi di Indonesia, oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, tahun 2021.
13. Rangking Pertama dalam Penilaian Kualitas Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi dari 34 Provinsi di Indonesia dan semua Kementerian/Lembaga, dari Komisi Aparatur Sipil Negara, tahun 2021.

14. Anugerah Kualitas Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi kategori Tertinggi,
Sangat Baik, dari Kamonisi Aparatur Sipil Negara, tahun 2022, di serahkan
6 Oktober 2022.
15. Peringkat Terbaik Pertama Pengelola Program Indonesia Pintar,
dari 34 Provinsi di Indonesia, oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, tahun 2022.
16. Peringkat Terbaik dalam Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional, dari 34 Provinsi di Indonesia, oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, tahun 2022.
17. Kategori Tinggi dari 16 Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah yang menjadi proyek percontohan dalam Indeks Kode Etik dan Kode Perilaku Aparatur Sipil Negara, oleh Komisi Aparatur Sipil Negara, tahun 2022.

Penghargaan kepada Gubernur Bali

Atas prestasi kerja yang dicapai Gubernur Bali memperoleh penghargaan dari Pemerintah dan Lembaga, antara lain:

1. Penghargaan pelaksanaan PPKM Mikro Terbaik yang Memiliki Strategi Terbaik dan Peran Paling Efektif dalam Tata Kelola Pengendalian COVID-19, dari Bapak Kapolri, tahun 2021.
2. Penghargaan pelaksanaan PPKM Mikro Terbaik yang Memiliki Strategi Terbaik dan Peran Paling Efektif dalam Tata Kelola Pengendalian COVID-19, dari Bapak Panglima TNI, tahun 2021.
3. Penghargaan Khusus Pembangunan Daerah “Bidang Ekonomi Hijau Dan Rendah Karbon”, dari Bapak Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional RI, tahun 2021.
4.Penghargaan Khusus Pembangunan Daerah “Bidang Ekonomi Sirkular”, dari Bapak Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional RI, tahun 2022.
5.Penghargaan PEOPLE OF THE YEAR 2021 untuk kategori
Best Governor for Healthcare & Action Against Pandemic,
dari MetroTV, tahun 2021.
6.Penghargaan PUBLIC LEADER AWARDS 2022 untuk kategori
Good Governance: Keterbukaan Informasi Publik, Indeks Persepsi Korupsi, dan Indeks Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan, dari Berita Satu, tahun 2022.
7.Penghargaan INDONESIA GREEN ECONOMY AWARD 2022,
“Green Growth & Green Development for A Green Future”. Kategori pemenang Awards; Best Leader for Green Economy Implementation Throught “Ekonomi Kerthi Bali” System to Elevate Regional Growth and Natural Resources, dari Warta Ekonomi.co.id, tahun 2022.

“Ditengah upaya kuat kita bersama dalam menangani Pandemi COVID-19, dalam waktu bersamaan program pembangunan yang bersejarah, fundamental, dan monumental tetap dapat dilaksanakan, serta mencapai target yang telah ditetapkan. Pencapaian pembangunan ini merupakan implementasi nyata visi NANGUN SAT KERTHI LOKA BALI melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju BALI ERA BARU. Pencapaian visi ini sekaligus mewujudkan prinsip Trisakti Bung Karno di Bali: berdaulat secara politik, berdiri diatas kaki sendiri (berdikari) secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan,” ucap Guberniur Koster.

Titiang menyadari seluruh keberhasilan dan pencapaian tersebut berkat
asung kertha wara nugraha Hyang Widhi Wasa, Ida Bhatara Sasuhunan,
Ida Dalem Raja-raja Bali, Guru-guru Suci, dan Leluhur Bali. Juga atas doa restu, dukungan, dan partisipasi aktif dari Pemerintah, para pihak serta seluruh Krama Bali.

Atas pencapaian tersebut, Titiang menghaturkan penghargaan dan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Yang Mulia, Presiden RI, Bapak Ir. Joko Widodo beserta seluruh jajaran Kabinet Indonesia Maju atas segala dukungan yang sangat besar dalam Pembangunan Bali. Ucapan terima kasih juga dihaturkan kepada Yang Mulia, Presiden ke-5 RI, Ibu Prof. Dr. (HC) Megawati Soekarnoputri atas segala perhatian, arahan, dan bimbingan dalam pembangunan Bali.

Ucapan terima kasih kepada Pak Wakil Gubernur telah dengan loyal, setia, dan santun melakukan tugas yang diberikan, Pak Sekda telah bekerja keras
untuk berupaya membina serta mengarahkan para Kepala Perangkat Daerah. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Bali, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Bali, Aparatur Pemerintahan Provinsi Bali, Pimpinan Instansi Vertikal, Bupati/Walikota, Camat, Kepala Desa/Lurah dan Bandesa Adat se-Bali, serta seluruh Krama Bali. Khususnya, ucapan terimakasih kepada Ibu Putri Koster, Ketua TP PKK dan Ketua Dekranasda Bali, atas masukan dan diskusinya dalam pola penanganan sampah, sangat tekun dan konsisten membina IKM serta UMKM Krama Bali.

Demikian pula, ucapan terimakasih disampaikan kepada pihak yang telah menyampaikan saran konstruktif dan kritik keras-pedas. Terhadap kritik keras dan pedas yang disampaikan melalui media sosial tersebut, Titiang memandang sebagai suatu kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam pelaksanaan pembangunan Bali.

Dalam konteks inilah, Titiang menyadari sepenuhnya bahwa
Alam Bali beserta Isinya; pada akhirnya secara alamiah membangun kesadaran Titiang, secara tulus menerima berbagai sikap pribadi masyarakat terhadap Pemimpinnya; ada yang menghargai, memuji, menghormati; atau sebaliknya, ada yang mencaci-maki, menghujat, bahkan memfitnah. Terhadap semua itu, Titiang terima dengan ruang yang sama. Layaknya lautan luas nan dalam, selalu menampung apa pun yang datang, dan pada akhirnya dilebur di dalamnya. Begitu juga jiwa dan raga Titiang sudah menjadi ruang yang luas untuk menerima kehadiran berbagai sikap pribadi masyarakat dalam posisi yang sama.

“Bahkan terhadap yang mencaci-maki, menghujat, dan memfitnah,
Titiang maknai sebagai bagian dari proses pembersihan jiwa dan raga Titiang, sehingga pribadi Titiang yang banyak kekurangan menjadi lebih baik dan semakin matang sebagai pribadi dan Pemimpin Bali. Astungkara, pada saatnya akan tiba, semua itu Titiang jawab dengan hasil kerja yang Titiang pertanggungjawabkan secara Niskala-Sakala,” ujarnya dengan gaya Bahasa yang bijak.

“Sebagai manusia biasa, Titiang tidak luput dari kekurangan dan kesalahan, salah kata, salah sikap, salah tindakan dalam memimpin pembangunan Bali,
oleh karena itu Titiang mohon maaf yang sebesar-besarnya,” ungkapnya.

Gubernur Koster menegaskan, “Titiang bersama Wakil Gubernur Bali menegaskan kembali, siap ngayah secara total, lascarya Niskala-Sakala, untuk memimpin pembangunan Bali, melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan fokus, tulus, dan lurus dalam kondisi apa pun.”

“Pada kesempatan yang baik ini, Titiang mengajak seluruh Sameton Krama Bali dan adik-adik generasi muda yang Titiang banggakan, agar berpartisipasi aktif, solid bergerak, dengan meneladani ajaran Bung Karno yakni: bergotong-royong; pembantingan tulang bersama, memeras keringat bersama, perjuangan bantu-binantu bersama, amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua, guna mewujudkan Visi: “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana memasuki Bali Era Baru,” papar Gubernur Koster.

“Astungkara, Ida Bhatara Sasuhunan, Guru-Guru Suci, dan Ida Dalem/Raja-Raja Bali, Leluhur Bali senantiasa sweca melindungi, menuntun, dan melimpahkan wara nugraha-Nya kepada Kita sekalian,” ucap Gubernur Koster mengakhiri pidatonya.

(francelino xavier ximenes freitas)

  Banner Iklan Rafting Jarrak Travel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: