Hukum

Berulah, Residivis Dihadiahi ‘Timah Panas’

Singaraja, SINARTIMUR.com – Ternyata maling bernama Arpiansa alias Rian, 23, yang seorang residivis, tidak pernah kapok.

Pria berasal dari Desa Penyabangan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, itu Kembali beraksi. Rumah milik Made Juni Artana, 40, warga Banjar Dinas Sekeling, Desa Penyabangan, yang disatroni Rian.

Kapolsek Gerokgak Kompol I Ketut Suaka Purnawasa, S.H, dalam keterangan persnya menjelaskan bahwa tersangka Rian mencuri gelang tangan dan kaki yang dipergunakan anak korban yang ditaruh didalam almari di dalam rumah. Kapolsek Gerokgak KOMPOL I Ketut Suaka Purnawasa, S.H.

Dari laporan korban dengan Laporan Polisi Nomor : LP/B/01/I/2022/SPKT/Sek Grk/Res Bll/Polda Bali tanggal 4 Januari 2022 disebutkan bahwa korban menderita kerugian sebesar Rp. 5.000.000. “Kejadiannya terjadi pada hari Minggu tanggal 10 Oktober 2021 pukul 23.00 wita,” ujar Kapolsek Purnawasa.

Diungkapkan, dari hasil penyelidikan diperoleh informasi bahwa sebagian barang milik korban Juni Artana, telah dijual di salah satu toko perhiasan emas yang ada di wilayah Seririt. Berbekal dengan informsi tersebut tim unit Reskrim mendatangi toko tempat dijualnya emas tersebut untuk mengetahui ciri-ciri dari pelaku yang telah menjualnya.

“Dari hasil keterangan saksi yang menjelaskan ciri-ciri pelaku kemudian diketahui dengan ciri-ciri tersebut adalah seorang residivis bernama Arpiansa alias Rian, yang tinggal di daerah Desa Penyabangan,” paparnya.

Ternyata tersangka Rian, langsung melarikandiri ke Banyuwangi, Jawa Timur, usai melakukan aksinya. Polisipun memburunya ke Tanah Blambangan dan berhasil membekuk tersangka Rian di sebuah perumahan di Banyuwangi Minggu (9/1/2022) pukul 12.30 wita, kemudian dibawa langsung ke Polsek Gerokgak untuk dilakukan permintaan keterangan.

“Saat dalam perjalanan dari Banyuwangi menuju Polsek Gerokgak dan akan dilakukan pengembangan terhadap perbuatan tersangka, saat itu tersangka berusaha melarikan diri sehingga penyelidik melakukan tindakan tegas, terarah dan terukur melakukan pelumpuhan terhadap terduga pelaku dengan “timah panas”. Setelah pelaku dapat dilimpuhkan dengan timah panas kemudian dibawa ke Puskesmas Gerokgak II untuk dilakukan perawaatan dan dirujuk ke RSUD Kabuapten Buleleng,” papar Kapolsek Purnawasa.

Tersangka Rian dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

“Barang bukti yang berhasil disita dalam perkara ini berupa 1(satu) pasang gelang emas dengan berat 4 gram, untuk mencari barang bukti lain baik dibeberapa lokasi kejadian saat ini masing dikembangkan,” pungkasnya seraya menambahkan, tersangka adalah seorang residivis dalam kasus yang sama pernah menjalani hukuman selama 8 bulan penjara. frs/*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: