AgamaNasional

BMI Peduli Gelar Khitanan Massal di Masjid Ar-Rasyid

Bukti BMI Buleleng Rawat Perbedaan dan Toleransi Lewat Kerbersamaan

Singaraja, SINARTIMUR.com – Terlihat sederhana tetapi memiliki nilai patriotisme-nasionalisme yang amat dahsyat. Betapa tidak? Jelang tahun politik dimana isu agama dijadikan alat politik identitas, sebagaimana sering terjadi selama ini, disaat itulah DPC Banteng Muda Indonesia (BMI) Kabupaten Buleleng, Bali, tampil memutuskan mata rantai strategi politik licik nan sempit itu yang bernuansa merusak nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa itu.

Nah, salah satu caranya, BMI Buleleng berperan aktif dalam berbagai kegiatan yang ada di semua komponen masyarakat di Bali Utara itu. Seperti kali ini BMI turut partisipasi dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad dirayakan berbeda oleh BMI Kabupaten Buleleng. BMI Buleleng pimpinan Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG., mengadakan acara BMI Peduli yakni khitanan massal di Masjid Ar-Rasyid Kampung Kajanan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali.

BMI Buleleng pimpin DR dr I Ketut Putra Sedana, Sp.OG, bersama PHBI Masjid Ar-Rasyid di Jalan Jeruk, Kelurahan Kampung Kajanan, Singaraja, Buleleng, Bali, menggelar khitanan massal, Minggu (16/10/2022) pagi.

Kegiatan khitanan massal itu digelar dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammada Shalallaahu Alaihi Wassalaam (SAW) 1444 H tahun 2022. Sebanyak 20 anak menjadi peserta khitanan tersebut.

Ketua DPC BMI Kabupaten Buleleng DR dr Ketut Putra Sedana, Sp.OG, yang akrab disapa Dokter Caput mengatakan bahwa acara yang digelarnya ini merupakan bentuk toleransi antar sesama umat beragama, tanpa memandang apapun untuk merawat perbedaan yang ada. Apalagi khitan merupakan Sunnah dalam ajaran agama Islam.

“Dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammada Shalallaahu Alaihi Wassalaam, kita melakukan kegiatan khitanan massal. Khitanan massal ini penting sekali bagi saudara kita Muslim karena ini merupakan sunah. Dan disini BMI hadir, hadir untuk ikut peduli,” jelas Dokter Caput.

Tak hanya itu saja, pada acara yang berlangsung pada hari Minggu (16/10/2022) pagi, juga digelar kirab serangkaian Maulid Nabi Muhammad SAW yang melewati rute seputaran Kampung Kajanan sekaligus juga mengarak anak-anak yang menjadi peserta khitan menggunakan kereta odong-odong.

“Di samping itu, kita juga melakukan kirab. Kirab ini ingin menunjukkan bagaimana kebersamaan kita. Nah, inilah salah wujud, bentuk toleransi, dimana dari toleransi ini adalah memiliki makna merawat perbedaan-perbedaan yang ada dan perbedaan ini adalah kekayaan bukan untuk dipertentangkan tetapi perbedaan ini adalah kekayaan yang harus dijaga, harus dirawat, karena perbedaan-perbedaan inilah akan menjadikan sesuatu itu indah,” ucap Dokter Caput yang juga Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Buleleng itu.

Uniknya, Dokter Caput sempat memperlihatkan kebolehannya di hadapan para hadiri dan peserta khitanan massal yakni menghipnotis salah satu peserta khitan untuk tetap tenang, kuat, dan tidak menangis saat dikhitan.

Ketua Takmir Masjid Ar-Rasyid, Ahmad Wahid Hasan, berharap dengan adanya kegiatan ini dapat lebih mengenalkan Nabi Muhammad SAW. “Dengan peringatan Maulid Nabi ini kita lebih mengenal Nabi Muhammad SAW,” ujar Hasan.

Hasan juga mengaku bangga dengan BMI Buleleng yang telah membantu dalam kegiatan khitanan massal. “Kami sebagai pelaksana kegiatan ini, sangat-sangat berterima kasih kepada BMI atas kerjasamanya bisa memback-up kegiatan khitanan massal ini,” ucap Hasan.

Sementara itu Sekretaris DPC PDIP Buleleng yang ikut mendampingi acara, menyebutkan bahwa banyaknya kegiatan yang digelar BMI Buleleng menjadi bukti bahwa mereka selalu hadir di tengah masyarakat. Hal ini juga menjadi bukti bahwa PDIP merupakan partai nasionalis yang merangkul semua golongan.

“Bukti bahwa BMI hadir dimana-mana, membawa bendera BMI dan nama PDI Perjuangan. Ini wujud kita sebagai partai nasionalis ada di semua lapisan masyarakat dan selalu berusaha menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di tengah masyarakat,” tandas Supriatna yang juga Ketua DPRD Buleleng itu.

Supriatna yang bersama Dokter Caput sedang dalam survei kandidat bupati dan wakil bupati Buleleng itu menyatakan bahwa DPC PDI Perjuangan selalu mendukung setiap kegiatan yang digelar BMI maupun kader PDI Perjuangan lainnya.

“Kita (DPC PDI Perjuangan, red) selalu mendorong, mensupport setiap kegiatan BMI yang selama ini sudah sangat baik. Tidak hanya di sisi kesehatan, sosial-budaya, keagamaan, ada juga kegiatan-kegiatan di bidang yang lain seperti di bidang pertanian. Ini harapan kami kepada seluruh kader partai untuk selalu melakukan kegiatan-kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat yang nantinya bermuara pada kita di PDI Perjuangan,” tandas Supriatna.

Kata dia, “Ini wujud bahwa kader-kader PDI Perjuangan selalu ada di tengah-tengah masyarakat.” (frs)

  Banner Iklan Rafting Jarrak Travel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: