Opini

Catatan Minggu 12/11/’23: Injil Bicara Kebijaksanaan, Bagaimana dengan Pemimpin Dunia?

Oleh: Francelino Xavier Ximenes Freitas – Pemred SINARTIMUR.com

MINGGU 12 NOVEMBER 2023 merupakan minggu yang special. Karena Gereja hari ini mengangkat bacaan tentang kebijaksanaan. Ketika tiba saat pastor selebran misa (pastor yang memimpin misa) menyampaikan kotbahnya, saya tertegun dan mengarahkan seluruh perhatian saya ke tiap kata yang disampaikan Romo J Tanumiarja Nyoman, SVD.

Bacaan misa yang hari ini terdiri atas tiga bacaan yaitu bacaan pertama Kitab Kebijaksanaan 6:13-17, bacaan kedua Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Tesalonika 4:13-18, dan bacaan Injil dari Matius 25:1-13.

Romo J Tanumiarja Nyoman, SVD, yang merupakan pastor Katolik putra asli Bali dari Tuka, Dalung, Denpasar ini, mengawali kotbahnya denga mengutip Kitab Kebijaksanaan 6 : 13-14 Ia mendahului memperkenalkan diri kepada yang ingin kepadanya. Barangsiapa pagi-pagi bangun kdemi kebijksanaan tak perlu bersusah payah, sebab ditemukannya duduk di dekat pintu.
Sebab permulaan kebijaksanaan ialah keinginan sejati akan didikan, dan mencari didikan adalah kasih kepadanya (Keb. 6: 17).

Dalam bacaan kedua, Paulus menasihatkan jemaat agar menjauhkan diri dari orang-orang yang sudah tidak mau bekerja lagi (2 Tesalonika 3:6), dan mendorong mereka untuk tetap giat dalam bekerja.

Sedangkan Injil Matius 25 : 1 – 13 berbicara tentang hal Kerajaan Sorga yang diumpamakan dengan sepuluh gadis yang suruh menyosong mempelai laki-laki. Sepuluh gadis itu digambar begini lima merupakan gadis bodoh karena saat diberi tugas hanya membawa pelita tidak disertai dengan minyak, dan lima gadis adalah gadis bijaksana karena membawa pelitanya disertai dengan minyak dalam buli-buli mereka.

Nah, apa yang kita bisa petik dari bacaan hari Minggu 12 November 2023 ini?

 

Mencermati bacaan Minggu ini maka bisa dipetik pesan bahwa kebijaksanaan memampukan setiap orang untuk bisa mengambil keputusan yang baik, menentukan sikap yang benar dalam segala situasi dan kondisi hidup kita di tengah tantangan zaman.

Dengan kemampuan bersikap bijak, setiap orang dapat mengambil langkah terbaik yang tidak merugikan bagi orang lain dan diri sendiri dalam satu relasi. Sehingga, pada dasarnya, orang yang mengambil sikap, perilaku, dan keputusan atas dasar kebijaksanaan, nasehat, akan dituntun menuju jalan kebahagiaan yang diidamkan dan abadi nan kekal.

Romo Yan – sapaan akrab Romo J Tanumiarja Nyoman, SVD, dalam kotbahnya mengingatkan untuk memetik kisah perumpamaan lima gadis bijaksana dan 5 gadis bodoh ini. Yesus dengan tegas mengisahkan bahwa dengan sikap penuh bijaksana atau jalan kebijaksanaan akan menuntun kita masuk ke dalam Kerajaan Surga.

Mengapa demikian? Sebab Tuhan Allah yang kita sembah akan datang pada waktu yang tidak disangka-sangka oleh siapapun itu. Oleh karena itu, sebagai orang yang bijaksana, maka perlu untuk selalu berwaspada serta berjaga-jaga layaknya kelima orang gadis bijak itu.

Tuhan Yesus dengan tegas mengungkapkan bahwa kisah kebijaksanaan 10 orang gadis yang menyambut mempelai, yang lima gadis diantaranya bersikap bodoh dan yang lima adalah gadis yang digambarkan dengan penuh sikap bijaksana.

Yang bijaksana sudah jelas selalu berjaga-jaga. mereka membawa pelita juga menyediakan cadangan minyak, karena mereka tidak tahu kapan mempelai itu datang menghampiri mereka. Tentunya gadis yang bijaksana ini tidak akan mengalami kesulitan ketika pelitanya kehabisan minyak sebab, mereka masih ada cadangannya.

Bekal rohani dari misa Minggu ini bagi setiap orang beriman bahwa dari kisah ini kita ketahui bahwa orang yang bijaksana, ia akan selalu menemukan sukacita dan mengalami kegembiraan.

Merekam situasi politik nasional terakhirnya maka muncul pertanyaan besar. Apakah para politisi yang saat ini beradu nasib untuk menjadi pemimpin nasional ini masuk dalam kelima gadis yang bijaksana atau gadis yang bodoh itu?

Para tokoh nasional dan politisi yang mengobrak-abrik aturan untuk kepentingan pribadi dan keluarga, tentu tergolong orang tidak bijak karena merusak tatanan dan etika bernegara. Mereka sama dengan lima gadis bodoh yang tidak pernah memikirkan kelanjutan nyalanya pelita tanpa membawa minyak sebagai cadangan.

Tentu, sebagai tokoh nasional yang menjadi harapan public lima tahun ke depan, selalu mencari dan bersikap bijaksana ,tidak akan terbuai dengan berbagai macam hal yang menjanjikan kenikmatan dengan bersifat yang fana atau sementara. Sikap yang selalu mencari dan menginginkan popularitas diri semata, mengejar kuasa dan nama, melainkan dengan tekun menghidupi nilai-nilai kristiani.

Sementara, orang bijaksana akan selalu sukacita menyangkal diri dan memikul salibnya setiap hari. Yang bijaksana selalu siap sedia kapan saja, ia setia dalam menjalankan tugasnya dengan penuh rasa tanggung jawab, selalu berjaga-jaga karena tidak tahu akan hari dan saatnya.

Jangan sampai kita ditegur dengan kata-kata keras “Aku tidak mengenal kamu” (Mat. 25:12), karena lalai, masa bodoh, tidak peduli, tidak siap adalah seperti gadis-gadis yang bodoh.

Semoga bacaan Minggu 12 November 2023 ini selalu mengingatkan semua orang beriman bersiap siaga dengan mencari dan menemukan kebijaksanaan.***

  Banner Iklan Rafting Jarrak Travel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button