Opini

Catatan Minggu 3/12/’23: Masa Adven – Menanti Sang Mesias yang Dijanjikan

Oleh: Francelino Xavier Ximenes Freitas – Pemred SINARTIMUR.com

MINGGU 3 DESEMBER 2023 adalah Minggu Adven Pertama menurut kalender liturgi Gereja. Adven artinya kedatangan. Masa Adven dalam Gereja Katolik artinya masa persiapan menuju peringatan kelahiran Yesus Kristus atau peristiwa Natal yang jatuh pada setiap tanggal 25 Desember. Secara ringkas masa advent adalah masa menanti kedatangan (kelahiran) Juruselamat Yesus Kristus (Natal).

Maka bacaan Injil Minggu 3 Desember 2023 ini diambil dari Injil Markus 13 : 33-37, “Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba. Dan halnya sama seperti seorang yang bepergian, yang meninggalkan rumahnya dan menyerahkan tanggung jawab kepada hamba-hambanya, masing-masing dengan tugasnya, dan memerintahkan penunggu pintu supaya berjaga-jaga. Karena itu berjaga jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu pulang, menjelang malam, atau tengah malam, atau larut malam, atau pagi-pagi buta, supaya kalau ia tiba-tiba datang jangan kamu didapatinya sedang tidur. Apa yang Kukatakan kepada kamu, Kukatakan kepada semua orang: berjaga-jagalah!”

Bacaan Injil hari ini mengingatkan kita pentingnya berjaga-jaga. Sebagai umatNya dalam Masa Adven diharapkan untuk menyadari pentingnya berjaga-jaga dalam menantikan kedatangan Juruselamat Yesus Kristus. Ini juga dilakukan dalam situasi saat ini agar tetap berjaga-jaga untuk melakukan sesuatu yang terbaik untuk bangsa Indonesia, terlebih untuk persiapan menghadapi Pemilu.

Bacaan Injil Markus 13 : 33 – 37 mengingatkan kita terutama umat Katolik bahwa sesuai dengan kalender liturgi, kini sudah memasuki sebuah masa yang amat penting, yakni Masa Advent. Masa menantikan kedatangan Sang Pemimpin yang menjadi Juruselamat bagi seluruh umat manusia.

Menelaah tema misa Minggu Advent Pertama hari ini yakni “Berjaga-Jagalah”, sangat relevan dengan kondisi umat yang sedang menanti Sang Pemimpin. Juga relevan dengan kondisi politik bangsa ini juga sedang menanti pemimpin.

Hanya saja perbedaannya adalah Gereja Katolik meminta umat beriman berjaga-jaga untuk menyambut kedatangan Sang Pemimpin Tunggal yakni Yesus Kristus pada Hari Raya Natal mendatang. Berjaga-jaga artinya bahwa selama empat pekan (Minggu) Masa Advent ini, umat Katolik diminta untuk mempersiapkan diri, mempersiapkan hatinya, membuka hatinya dan meluruskan jalan hatinya bagi kedatangan Sang Mesias yang dijanjikan. Umat beriman tidak perlu berkampanye untuk memilih pemimpinnya, tidak perlu bermanuver untuk mendapat simpati agar jagonya dipilih. Karena pemimpin hanya satu yakni Yesus Kristus.

 

Sementara bangsa Indonesia sedang dalam eforia pesta demokrasi Pemilu Legislatif, Pilpres dan Pilkada 2024. Mengutip istilah Gereja Katolik, Bangsa Indonesia juga sedang dalam masa advent yakni masa menanti kedatangan pemimpin nasional (Presiden/Wapres). Tidak seperti kedatangan Pemimpin Ilahi yang sudah pasti hanya satu yakni Yesus Kristus, sementara Bangsa Indonesia sedang menanti dalam ketidakpastian, waswas, dan ketakutan. Ini lantaran ada tiga pasangan calon pemimpinan nansional yang akan berkontestasi dalam Pilpres 14 Februari 2024 mendatang.

Rasa waswas dan takut pada diri masyarakat bangsa ini adalah hal yang argumentable karena banyak kisah pilu, cerita lucu, serta tindakan pelanggaran etika sebagai maklub beradab, menyertai perjalanan ketiga pasangan calon pemimpin bangsa ini. Berbagai Drakor dan Drapol tercipta oleh ambisi-ambisi manusia yang masih melekat erat pada beliau-beliau yang sedang melakukan promosi diri ke publik.

Sejumlah slogan yang menempel erat para diri calon pemimpin tertentu yang sedang ikut berkontestasi, seperti “petugas partai” dan “boneka ayah”. Ini semua sudah menjadi kisah basi dan slogan usang di telinga masyarakat bangsa ini.

Kini kedewasaan masyarakat pemilih yang akan menentukan pemimpin bangsa yang baik. Tanggal 14 Februari 2024 menjadi tanggal yang sangat kramat bagi kehidupan masyarakat bangsa ini. Mau memilih ‘Petugas Partai’ atau ‘Boneka Ayah?’

Izin, saya mengutip cuitan netizen di FB, yakni FB Made Beteng Wismaya menyatakan: Drapol I – Judul Karpet Merah, Produksi MK; Drapol II – Judul Sembunyi Produksi KPU. Kemudian disambut cuitan FB Ketut Yasa: 100 % kerahkan kekuatan Ayah. Petugas Partai atau Boneka Ayah? Heee…***

  Banner Iklan Rafting Jarrak Travel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button