Kesehatan

DBD Serang Warga Beratan, Dokter Caput Beraksi

Gelar Foging di Kelurahan Beratan

Singaraja, SINARTIMUR.com – Penyakit musiman Demam Berdarah Dengue (DBD) Kembali kumat di awal tahun 2022 ini. Bahkan di Kelurahan Beratan, Singaraja, Bali, sedikitnya empat warga sudah menjadi korban penyakit itu namun masih bisa diselamatkan.

Mengetahui kumatnya Kembali DBD, dr Ketut Putra Sedana, Sp.OG alias Dokter Caput pun beraksi. Dokter Caput bersama tim relawan BMI (Banteng Muda Indonesia -organisasi sayap PDI Perjuangan) Kabupaten Buleleng dan LDC (Loyalis Dokter Caput) langsung bergerak mengepung lokasi jatuhnya korban DBD di Kelurahan Beratan, Rabu (19/1/2022) sore.

Tim relawan BMI dan LDC yang dipimpin langsung Dokter Caput berkuatan dua alat foging langsung mengasapi foging di seluruh wilayah Kelurahan Beratan. Menariknya, kehadiran Dokter Caput bersama Tim Relawan BMI dan LDC disambut warga setempat bak pahlawan. Karena sejak tahun lalu Ketika DBD serang kelurahan yang dikenal sebagai salah satu kantong alias basis pendukung fanatik PDI Perjuangan di Bali Utara itu, Dokter Caput dan relawan BMI dan LDC lah menjadi tumpuan harapan mereka. “Terima kasih Pak Dokter. Tahun lalu juga Pak Dokter yang foging, sekarang juga Pak Dokter. Terima kasih Pak Dokter,” ucap salah seorang warga yang tampak begitu hormat pada Dokter Caput.

Dokter Caput menyatakan bahwa foging yang dilakukannya bersama Tim Relawan BMI dan LDC itu atas permintaan warga Kelurahan Beratan melalui Lurah Beratan Nyoman Widani. “Ternyata kita kesini dan memang benar ada penderita DBD sehingga kita lakukan foging,” jelas Dokter Caput.

“Hari ini kita turun melakukan pengasapan foging di wilayah Keluraha Beratan. Ini jelas atas permintaan warga melalui lurah setempat kepada kita, karena kita diketahui memiliki relawan untuk demam berdarah. Dan atas dasar permintaan itu kita turun,” papar Dokter Caput lagi.

Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Buleleng ini berharap melalui foging yang dilakukan Tim Relawan BMI dan LDC ini bisa memutur rantai penyebaran DBD di Kelurahan Beratan bahkan di kelurahan-kelurahan lain yang bertetangga dengan Beratan. “Sehingga masyarakat terlindungi dan sehat sesuai yang diharapkan,” sambungnya lagi.

Menjawab pertanyaan media ini, Dokter Caput menjelaskan bahwa untuk mencegah DBD ini harus dengan 3M yaitu menguras, menutup dan mengubur. Karena foging bukan satu-satunya untuk mencegah DBD. “Ini yang harus dilakukan untuk mencegah DBD oleh setiap masyarakat di setiap lingkungan. Gerakan 3M merupakan cara ampuh untuk menekan angka penyebaran penyakit DBD. Yang terpenting memang adalah pencegahannya. Tetapi begitu ada penderita berarti ada nyamuk dan menggigit. Dan inilah yang harus dilakukan foging untuk membunuh nyamuk agar tidak menyebarkan kepada orang lain di lingkungannya,” papar Dokter Caput.

Apa Anda dan tim relawan siap bila juga diminta desa lain yang juga ada korban DBD? “Selama ini kita sudah dua tahun lakukan (foging, red) sebagai relawan. Yang Namanya relawan, kita harus siap, kita peduli dengan lingkungan masyarakat. Di samping itu kita menyadari bahwa kesehatan ini bukan tanggung jawab semata pemerintah, dan kita pun tekanan kepada masyarakat bahwa Kesehatan itu adalah tanggung jawab kita bersama. Maka itu kita di organisasi melihat kondisi seperti saat ini membentuk relawan yang peduli kepada masyarakat,” jawab Dokter Caput.

“Dan saya tahu urusan pemerintah itu banyak sekali. DBD ini sebagian kecil, Namun ini penting, karena masyarakat menganggap DBD ini menjadi momok, penyakit menakutkan. Di sinilah kita hadir, disamping kita turun memberantas nyamuk, kita pun memberikan ketenangan, rasa aman, rasa nyaman kepada masyarakat. Karena Ingat! Setiap penyakit, jangan lupa faktor psikologis masyarakat harus diperhatikan. Dengan kita turun langsung, dengan melihat, dengan pengasapan foging, menyapa masyarakat, minal masyarakat akan secara psikologis akan terbobat. Ini penting sekali, ini meningkatkan imun masyarakat,” tandas Dokter Caput meyakinkan public.

Sementara di tempat yang sama Lurah Beratan Nyoman Widani tidak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada Dokter Caput dan Tim Relawan BMI dan KDC yang begitu responsif terhadap penderitaan warganya. “Kami sangat berterima kasih kepada Pak Dokter yang turun melakukan fogin di kelurahan kami, astungkara ke depan tidak ada lagi korban DBD,” ucap Lurah Widani. “Tahun lalu juga Pak Dokter Caput lakukan foging, dan tahun ini Pak Dokter juga yang melakukan foging,” sambungnya.

Lurah Widani menyebutkan bahwa dirinya sampai mengundang Dokter Caput melakukan foging karena sedikitnya 4 warganya terkean DBD hingga opname di RS. Bahkan satukorban DBD diantaranya adalah guru. “Dalam bulan berturut-turut empat orang sudah opname di RS. Satu korban anak-anak, satu guru dan dua warga Beratan,” pungkas Lurah Widani. jr/frs/*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: