BeritaDaerahHukum

Di Abiansemal Badung, 3 Pemuda Cabuli Bocah SD

Dilakukan sejak Mei 2021

Badung, SINARTIMUR.com – Kasus pemerkosaan terhadap anak dibawah umur, kembali terjadi di Badung, Bali. Korban berinisial KIS,11, merupakan seorang pelajar SD. Sedangkan para pelaku yang berjumlah tiga orang, diketahui bernama I Made Sugiantara alias Kalih, 19, I Nengah Suparsa alias Kaplik, 20, dan I Ketut Januada alias Goyoh, 21, ketiganya sama-sama berasal dari Kubu, Karangasem, Bali.

Kasus ini mencuat setelah aksi salah satu pelaku diketahui oleh kakak korban yang melihat adiknya dirayu dan mencabuli adiknya pada Sabtu (21/8/2021). Mirisnya, pencabulan itu bukan yang pertama kali melainkan yang kesekian kali, karena korban sudah dicabuli sejak Mei 2021.

Kakak korban kemudian menceritakan kejadian tersebut kepada ayahnya. Sontak sang ayah yang seorang buruh asal Buleleng, menanyakan kejadian itu kepada KIS hingga mendesaknya dan akhirnya korban mengaku sudah dicabuli sejak Mei 2021 oleh Kalih sebanyak dua kali. Kalih juga memberikan uang sebesar Rp 100 ribu kepada korban untuk tutup mulut dan iming-iming agar korban mau dicabuli lagi.

Bejatnya lagi, pelaku Kalih menceritakan kejadian itu kepada dua pelaku lainnya yaitu Kaplik dan Goyoh. Kalih juga menawarkan korban untuk dicabuli. Akhirnya, korban kembali dicabuli secara bergilir oleh Kaplik dan Goyoh, yang kemudian memberikan uang sebesar Rp100 ribu dan Rp150 ribu kepada korban.

Polres Badung menerima laporan dari ayah korban hari Senin (23/8/2021). Polisi akhirnya bergerak cepat dengan melakukan penyelidikan. Para pelaku akhirnya ditangkap di kosnya di wilayah Abiansemal, Badung.

“Motifnya, pelaku merasa tertarik dan bernafsu melihat kemolekan korban, dan aksi pelaku dilakukan rentang Mei sampai Agustus”, ujar Kasat Reskrim Polres Badung, AKP Putu Ika Prabawa.

Menurut pendamping korban, Siti Sapurah, ayah korban sempat mendatangi pelaku dan hampir berujung keributan, namun berhasil dilerai. Tak hanya itu, para pelaku juga mendatangi keluarga korban dalam keadaan mabuk dan mengaku sebagai anggota ormas, kemudian mengancam untuk berdamai dan tidak melaporkan aksi bejatnya ke polisi. Mirisnya, pelaku mengatakan korban menjual diri karena setelah dicabuli, para pelaku memberikan sejumlah uang kepada korban.

Atas perbuatan bejatnya, para pelaku terancam hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun. Pelaku dikenakan Tindak pidana Persetubuhan terhadap anak, sebagaimana dimaksud dalam pasal 81 ayat (2) Jo pasal 76 D UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 sebagaimana telah dirubah dengan UU RI Nomor 17 Tahun 2016. jun/frs/*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: