Hukum

Difitnah Bagikan KIS Bodong, Ketua Tim Relawan Dek Cawi Lapor Polisi

Diduga Ada Upaya 'Kampanye Hitam' di Pilkel Kayuputih

Singaraja, SINARTIMUR.com – Merasa difitnah melalui pesan Whatsapp yang beredar di masyarakat Desa Kayuputih, Kecamatan Banjar, Buleleng, telah menyalurkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) bodong bagi masyarakat yang tidak mampu, membuat Ketua Tim Relawan Cawi (Kadek Widana, Anggota DPRD Fraksi Gerindra Buleleng), yakni Komang Sujana, 39, melapor ke Polres Buleleng.

Kedatangan pihak pelapor Nyoman Sujana ini ke Polres Buleleng, didampingi langsung oleh Kuasa Hukumnya, Gede Harja Astawa. Usai membuat laporan di SPKT Polres Buleleng, pelapor bersama Harja Astawa langsung memasuki ruangan Unit II Satreskrim Polres Buleleng.

Ditemui usai membuat laporan, Harja Astawa mengatakan, laporan yang dilayangkan ini terkait dengan pencemaran nama baik relawan Dek Cawi di Desa Kayuputih. Dalam pesan Whatsapp yang beredar itu, pada intinya tertulis pesan bahwa tim relawan Dek Cawi membagikan KIS bodong kepada masyarakat oleh nomor Whatsapp yang diduga nomor tersebut dimiliki oleh orang berinsial NA.

Diduga fitnah itu keluar, lantaran situasi politik Pemilihan Perbekel (Pilkel) di Desa Kayuputih, dan diduga ingin menyerang Made Widana alias Cawi, lantaran istri dari Cawi maju sebagai Calon Perbekel dan dalam waktu akan dilakukan penentuan nomor urut Calon Perbekel Desa Kayuputih.

“Dilaporkan pencemaran nama baik relawan Dek Cawi. Terlapor sesuai dengan nomor Whatsapp yakni NA. Yang muncul nama pada nomor itu, apakah orang yang dimaksud itu Calon Perbekel atau tidak. Kalau ya, berarti dia juga pendamping desa Kabupaten,” kata Harja Astawa.

Laporan ini dilayangkan, menurut Harja, lantaran tim relawan Dek Cawi taat hukum, sehingga isu-isu tidak benar yang telah meresahkan masyarakat tidak meluas di desa Kayuputih. Menurut Harja, awalnya masyarakat tidak mampu dibantu mengurus KIS oleh tim relawan difasilitasi Dek Cawi yang selaku anggota DPRD Buleleng.

Namun setelah KIS keluar dan telah dibagikan, ada oknum masyarakat menyebutkan KIS tersebut bodong dan beredar di pesan Whatsapp hingga membuat masyarakat desa setempat resah. Namun itu tidak terbukti kebenarannya, usai tim relawan mengecek langsung ke Puskesmas bahwa KIS tersebut aktif.

“Tanggal 10 (September) chat keluar, dan mulai ramai tanggal 13 kemarin. Masyarakat jadi resah. KIS kan dikeluarkan oleh Dinas Sosial, difasilitasi Dek Cawi selaku DPRD, dari mana bodong? Bukti warga terima, juga ada foto. Maka dari itu, relawan karena taat hukum memilih lapor polisi,” jelas Harja.

Harja yang juga Ketua DPC Peradi Singaraja pun berharap, agar polisi segera menindaklanjuti laporan ini, sehingga kedepan tidak ada upaya untuk menjatuhkan lawan politik dengan cara-cara yang tidak elegan dan meresahkan masyarakat. “Ya, harapannya agar diproses sehingga kedepan tidak terulang lagi, baik di desa Kayuputih maupun desa lain yang ada hajatan politik,” harap Harja.

Kasubbag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya membenarkan adanya laporan dari tim Relawan Dek Cawi ke Polres Buleleng. Namun laporan itu baru sebatas Pengaduan Masyarakat (Dumas). “Ya benar, tapi itu masih pengaduan. Berkas laporan masih dipelajari,” pungkas Iptu Sumarjaya. frs/*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: