Olahraga

Grand Slam US Open 2021: Petenis Remaja Putri Inggris Emma Raducanu Juara

New York, SINARTIMUR.com – Final tenis Grand Slam US Open 2021 menjadi panggung para petenis remaja. Dua petenis remaja bertarung di final yang digelar di Arthur Ashe Stadium, New York, Minggu (12/9/2021) dinihari tadi.

Melansir dari Reuters dua petenis remaja berusian belasan tahun yang mengukir sejarah dalam pesta final Grand Slam US Open adalah petenis remaja asal Inggris, Emma Raducanu, dan petenis remaja asal Kanada, Leylah Fernandez.

Dalam pertarungan sengit di final dinihari tadi Emma Raducanu mengalahkan Leylah Fernandez dengan straight set (dua set langsung) 6-4 dan 6-3.

Dengan demikian petinis belia asal Inggris itu menorehkan sejarah menjadi juara putri turnamen Grand Slam US Open 2021.

Para penggemar tenis di dunia sudah dibuat heboh Emma Raducanu, yang baru berusia 18 tahun. Emma Raducanu sudah menorehkan rekor saat lolos ke babak final, yakni menjadi petenis kualifikasi pertama yang berhasil melakukannya. Kini, rekor itu dipertajam, menjadi petenis kualifikasi pertama yang menjuarai turnamen Grand Slam.

Partai final itu berlangsung agak sedikit di luar prediksi. Raducanu tampil meyakinkan dan memaksa Leylah Fernandez, 19 tahun, menyerah dalam dua set langsung dengan skor 6-4 dan 6-3.

Mengutip dari TEMPO.co, hasil final ini mengantar Emma Raducanu menorehkan sejumlah catatan apik. Ia berhasil merebut gelar Grand Slam pertamanya dalam tahun pertamanya sebagai petenis yang langsung memasuki babak utama tour WTA. Meski mulai masuk profesional sejak 2018, ia baru bisa masuk langsung ke undian utama turnamen bergengsi pada awal tahun ini.

Di turnamen Grand Slam ia bahkan harus mengawali dari babak kualifikasi. Pada Wimbledon 2021, ia mampu lolos ke babak keempat. Kini, di AS Terbuka, ia menjadi juara dengan torehan sempurna: tak pernah kehilangan satu set pun. Ia menjadi petenis pertama yang melakukannya.

Emma Raducanu juga menjadi wanita Inggris pertama yang menjuarai US Open sejak Virginia Wade melakukannya pada 1968. Ia sekaligus memupus dahaga Inggris, yang tak pernah merebut gelar Grand Slam tunggal putri Virginia Wade menjuarai Wimbledon pada 1977.

Keberhasilannya menjuarai US Open juga langsung mengkatrol ranking Emma Raducanu dari peringkat 150 dunia, kini akan berada di peringkat 24. Masih menurut catatan TEMPO.co, sang runner-up Leylah Fernadez mengalami kenaikan peringkat cukup tajam, dari posisi 73 dunia ke urutan 27. Proficiat! frs/*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: