Agama

Hari Tumpek Uye: Tirtawan Kritik Penanganan Rabies yang Tak Jelas

Denpasar, SINARTIMUR.com – Hari Tumpek Uye atau Hari Tumpek Kandang sebagai perwujudan kasih terhadap binatang. Maka di hari peringatan Tumpek Uye seyogyanya adalah hari dimana hewan-hewan peliharaan di sekitar harus mendapat perhatian.

Namun dalam kehidupan sehari-hari saat ini justru hewan menjadi momok bahkan tidak mendapat penanganan semestinya.

Fenomena ini menjadi keprihatinan pengamat sosial Nyoman Tirtawan. “Tumpek Uye adalah hari peringatan kita kepada hewan peliharaan atau hewan di sekitar kita,” ungkap Tirtawan yang juga aktivis antikorupsi sekaligus pahlawan penyelamat uang rakyat Bali pada Pilgub Bali 2018 sebesar Rp 98 miliar di pos KPU Bali, di akun Facebook (FB)-nya.

Tirtawan memberi contoh ada hewan seperti anjing dan kucing yang luka, bau busuk malah luput dari perhatian orang atau pemerintah. “Tumpek Uye adalah hari peringatan kita kepada hewan peliharaan atau hewan sekitar kita. Meski demikian, banyak anjing dan kucing peliharaan atau liar kondisinya sangat memperihatinkan. Ada anjing yang luka dan bau busuk serta kucing dalam kondisi buruk namun luput dari perhatian orang atau pemerintah,” sindir Tirtawan.

Akibat ketidakpedulian terhadap anjing yang sakit itulah sehingga penyakit rabies tidak mampu diatasi pemerintah bahkan selalu menghantui kehidupan masyarakat Bali. “Sehingga penyakit rabies atau anjing gila dari dulu sampai sekarang tetap menghantui Bali. Karena tidak ada program riil dan berkelanjutan serta tuntas dari pemerintah,” kritik Tirtawan lagi.

“Malah justru ada cara kejam dengan mengeliminasi anjing liar atau membunuh anjing yang tidak berdosa,” kritik mantan anggota Komisi I DPRD Provinsi Bali periode 2014-2019 ini.

Tirtawan memperingatkan semua pihak agar perayaan Tumpak Uye tidak hanya sekedar peringatan seremonial semata tanpa diimplementasi riil dalam kehidupan sehari-hari dengan mencintai hewan-hewan di sekitarnya dan bukan malah membiarkan banyak hewan menderita penyakit tertentu yang malah menjadi sumber ancaman bagi kesehatan manusia.

Untuk mencegah perkembangan hewan-hewan itu, Tirtawan menawarkan beberapa pola cerdas. Seperti dilakukan vaksinasi secara regular dan tuntas, serta para anjing betina di-KB atau sterilisasi. “Kenapa tidak dilakukan vaksinasi secara regular dan tuntas serta bikin KB bagi anjing yang tidak diharapkan keturunannya seperti sterilisasi? Sehingga anjing-anjing dan kucing yang lahir betual-betul yang dikehendaki kelahirannya dan dipelihara dengan kasih sayang,” ucap Tirtawan memberikan saran.

Dengan nada kritik, Tirtawan menegaskan, “Apa artinya perayaan Tumpek Uye jika banyak hewan dibiarkan menderita dan jadi sumber ancaman penyakit mematikan bagi manusia?” frs/*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: