Hukum

Hukum: Sadis, Hilangkan Hutang, Sahabat Ditebas

Quotation:

Setelah saya terkapar, saya sempat diseret kebagian belakang tetapi saya berhasil melawan dan meloloskan diri, kemudian berlari ke depan dan tersangka mengejar saya, kemudian saya beserta istri dicekik oleh tersangka,” cerita korban Bramasta.

Denpasar, SINARTIMUR.com – Sidang kasus percobaan pembunuhan terhadap korban Komang Maleneo Bramasta memasuki agenda pemeriksaan saksi. Pada Kamis (4/4/2024) sidang kembali digelar Pengadilan Negeri (PN) Denpasar dengan mendengarkan keterangan saksi korban Bramasta.

Dihadapan majelis hakim yang dipimpin oleh AA Ayu Merta Dewi, SH, MH dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Made Lovi Pusnawan, Bramasta membeberkan bahwa dirinya ditebas seusai ngopi bareng dengan terdakwa I Gusti Ngurah Yudha Andika Putra alias Panjul.

“Awalnya, saya ditelpon oleh dia (panjul, red) mengatakan uang yang dipinjam olehnya sebesar Rp250 juta dengan anggun sertifikat milik mertua saya sudah bisa dikembalikan. Saat itu saya dikirim sher lock olehnya, setelah sampai di tempat itu dan disuguhi kopi dia permisi ke belakang untuk buang air kecil, tiba-tiba saya ditebas dari belakang,” ujar Bramasta.

Lebih lanjut, setelah ditebas di belakang Bramasta menyebut dirinya sempat diseret ke bagian belakang bangunan yang diketahui seperti kantor tersebut.

“Setelah saya terkapar, saya sempat diseret kebagian belakang tetapi saya berhasil melawan dan meloloskan diri, kemudian berlari ke depan dan tersangka mengejar saya, kemudian saya beserta istri dicekik oleh tersangka,” sambung Bramasta.

 

Beruntung saat itu, Bramasta dan istrinya berhasil meloloskan diri kemudian warga berdatangan ke lokasi dan melerai kejadian tersebut.

Sementara itu istri Bramasta Ni Putu Vivi Ary Anggreni yang juga dihadirkan sebagai saksi menyebut kronologis kejadian tersebut berawal saat suaminya mendapat pesanuntuk mengambil uang sebesar Rp 250 Juta di Denpasar.

“Awalnya suami saya mendapat pesan dari dia (terdakwa,red) setelah mendapat pesan itu kemudian kami menuju Denpasar dari Singaraja dan sampai pada sore hari, setelah itu saya sempat singgah di rumah orangtua saya, sebelum menuju tempat pertemuan yang di sher lokasi olehnya,” terang Vivi.

Setelah sampai di tempat itu Vivi menyebut dirinya menunggu di depan lantaran bosan menunggu lama. “Dia mengaku uang tersebut dibawa oleh ibunya lantaran lama menunggu saya pergi kedepan, tak berselang lama saya mendengar suami saya menjerit, mendengar hal itu saya lantas menghampiri dan mendapati suami saya bersimbah darah dan saya dicekik olehnya saat mencoba menolong,” pungkas Vivi

Untuk diketahui atas perbuatanya Panjul didakwa Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 340 KUHP Jo Pasal 53 Ayat (1) KUHP. Subsidair Pasal 338 KUHP Jo Pasal 53 Ayat (1) KUHP atau Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 351 Ayat (1) KUHP.

Writer/Editor: Francelino

  Banner Iklan Rafting Jarrak Travel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button