Lingkungan Hidup

Kadis DLH Badung: “Kita Foto Dia, Kita Share Fotonya, Kita Buat Dia Malu”

Bikin Efek Jera, Meng- Share Foto Pembuang Sampah Sembarangan

Mangupura, SINARTIMUR.com – Masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama dalam masalah sampah hingga kini masih menjadi momok dalam upaya pemerintah memerangi sampah. Banyak upaya yang telah dilakukan mulai dari perarem di masing-masing desa adat lengkap dengan pemasangan spanduk, hingga Perda terutama Perda berlapis, namun hingga kini langkah tersebut belum menunjukkan hasil yang optimal.

Terbukti, masih tingginya penggunaan prastik kresek dalam aktivitas sehari-hari serta masih maraknya oknum yang seenaknya membuang sampai tidak pada tempatnya. Kresek bekas pun masih banyak dijumpai di berbagai tempat yang sudah tentu mengganggu lingkungan.

Seseorang yang tidak mau ditulis namanya mengirimi awak media beberapa foto dan video kondisi hutan mangroove yang dikotori oleh bungkusan-bungkusan sampah plastik.

Sungguh ironis. Hutan mangroove yang berada di Jalan Bye Pass dan merupakan kawasan wisata dunia tidak luput dari oknum-oknum yang tidak peduli lingkungan dengan tanpa merasa berdosa membuang sampah sembarangan.

Bagaimana sikap Kadis Lingkungan Hidup Dan Kebersihan Kabupaten Badung, I Wayan Puja? Kadis Puja yang dihubungi via handphone sangat geram mendengar hal tersebut. “Pak, kalau saya punya ilmu telepati yang bisa mengetahui pelakunya, saya bunuh dah gerakannya, bukan orangnya. Kita kan terus-menerus mensosialisasikan gerakan peduli sampah, tapi mereka masih cuek bebek. Orang-orang yang melakukan ini pastilah orang yang tidak bertanggung jawab,ingin enaknya saja,tidak mau mengeluarkan uang kebersihan dan tidak peduli lingkungan,” tandas Kadis Puja dengan nada geram.

Hal ini, kata dia, menjadi beban DLHK Badung dan Kadis Puja menilai bahwa para pembuang sampah sembarangan itui bukan warga yang baik. “Mengurus sampahnya sendiri saja tidak becus. Dia seperti pencuri jadinya. Nah, ini yang harus kita perangi bersama. Saya harap makin banyak warga yang peduli dengan berani melapor pelakunya, bila perlu difoto orangnya sehingga bisa kita kenakan sanksi. Itu aturannya kan sudah jelas. Sekali lagi, saya mohon semua warga menjadi polisi,polisi lingkungan,” paparnya.

“Kalau tidak begini akan tambah rusak lingkungan kita, apalagi kita menghandalkan pariwisata. Mohon juga kepada media untuk turut berkontribusi menyebarkan informasi ini,” pintanya.

Kadis Puja meminta masyarakat tidak perlu khawatir untuk melaporkan para pembuang sampaah tidak pada tempatnya. Ia berjanji akan melindungi masyarakat yang melapor dengan cara merahasiakan identitas pelapor.

“Kita akan apresiasi yang mau melapor dan tentu kita akan jaga dan pasti kita selamatkan. Kalau tidak ada yang berani seperti itu, tidak akan pernah terjadi perbaikan lho, pak. Sekali-sekali kita harus menggunakan jurus mabuk. Kita foto dia, kita share fotonya, kita buat dia malu, bahkan kita pidanakan. Jadi, harus ada yang berani, bahkan harusnya makin banyak yang berani demi menyelamatkan lingkungan kita,” tegas Kadis Puja serius. asa/frs/*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: