Hukum

Lagi, Lima Gembong Narkoba Bali Utara Dibekuk Polisi

Quotation:

Para tersangka dijerat dengan pasal 112 ayat (1) UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800.000.000.00 dan paling banyak Rp 8.000.000.000,00,” ucap Kapolres Sutadi.

Singaraja, SINARTIMUR.com – Para gembong Narkoba di Kabupaten Buleleng, Bali, kini tidak bisa tidur nyenyak. Pasalnya Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi terus memburu para gembong Narkoba yang telah merusak moral masyarakat.

Kali ini, Satnarkoba Polres Buleleng kembali memburu gembong Narkoba di Buleleng Barat persisnya di wilayah Kecamatan Seririt dan Kecamatan Gerokgak, serta di Buleleng Tengah tepat di Kecamatan Sukasada.

Tidak tanggung-tanggung polisi berhasil membekuk lima anggota geng atau gembong Narkoba yang selama ini beroperasi di wilayahKecamatan Seirit, Kecamatan Gerokgak dan Kecamatan Sukasada. Satnarkoba Polres Buleleng membekuk dia gembongan Narkoba di wilayah Kecamatan Seririt yakni Made Yudi Krisnawa alias Kadut, 31, asal Banjar Dinas Kajangan Desa Bubunan, Kecamatan Seririt; dan I Ketut Surelaga alias Ketut, 43, beralamat di Jalan Ngurah Rai Gang Teratai No 9 RT/RW: 001/002, Kelurahan Seririt, Kecamatan Seririt. Kedua gembong Narkoba itu dibekuk Senin (15/1/2024) pukul 17.00 Wita di halaman rumah kost Jalan Wisny Gang Rama RT/RW: 001/002 Kelurahan Seririt.

Barang bukti yang disita dari tersangka Kadut berupa 1 buah plastik warna hitam yang didalamnya terdapat potongan pipet warna kuning yang didalamnya berisi kristal bening diduga narkotika jenis Sabu dengan berat total 0,16 gr Bruto (0,12 gr Netto). Sedangkan dari tangan tersangka Surelaga, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti 5 paket plastik warna hitam yang didalamnya terdapat pipet warna kuning garis putih yang didalamnya terdapat plastik klip berisi berisi butiran kristal bening diduga narkotika jenis sabu dengan berat total 0,54 gr Bruto (0,34 gr Netto); 4 buah pipet warna putih yang salah satu ujungnya runcing. “ 1 buah tabung kaca, 2 ( dua ) buah korek Gas, 1 buah Bong / Alat Hisap sabu, 1 buah Gunting, 1 bendel plastik warna bening yg diduga untuk membuat klip, serta 1unit HP merek Infinix warna Biru Muda,” jelas Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi dalam acara jumpa pers di Mapolres Buleleng, Senin (22/1/2024) siang.

Sementara anggota geng Narkoba yang ditangkap di wilayah Kecamatan Gerokgak bernama I Putu Juli Astawan alias Juli, 53, berasal dari Banjar Dinas Belong Desa Patemon, Kecamatan Seririt. Juli ditangkap polisi Selasa (16/1/2024) pukul 18.00 Wita di pinggir Jalan Singaraja-Gilimanuk Banjar Dinas Pemuteran, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak.

 

Barang bukti disita polisi berupa 1 buah plastik klip yang didalamnya berisi kristal bening diduga narkotika jenis Sabu dengan berat total 0,46 gr Bruto (0,40 Netto); 1 unit sepeda motor Yamaha Byson warna putih hitam DK 6685 DE; 1 unit HP merk ITEL warna hijau toska; dan 1 buah celana pendek warna abu-abu

Sedangkan dua jaringan mafia Narkoba yang ditangkap polisi di wilayah Kecamatan Sukasada adalah Akramullah alias Akram, 30, beralamat di Banjar Dinas Bukit Sari Desa Tegalinggah Kecamatan Sukasada; dan Rusman alias Amak, 40, dengan alamat Banjar Dinas Munduk Kunci Desa Tegalinggah Kecamatan Sukasada. Kedua jaringan mafia Narkoba dari Tegallinggah itu ditangkap polisi pada Senin (15/1/2024) malam pukul 22.00 wita di pinggir jalan Singaraja- Denpasar Desa Ambengan Kecamatan Sukasad.

Polisi menyita sejumlah barang bukti dari kedua tersangka berupa 1 buah plastik klip yang didalamnya berisi kristal bening diduga narkotika jenis Sabu dengan berat total 0,26 gr Bruto (0,18 gr Netto); dan a unit sepeda motor Yamaha Jupiter MX warna putih DK 5202 FO.

Kapolres Sutadi menyebutkan bahwa dari lima tersangka itu ada yang dijerat dengan pasal 112 ayat (1) UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800.000.000.00 (depalan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 8.000.000.000,00 (delapan miliar rupiah). Dan ada tersangka yang dijerat pasal 114 ayat (1) UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, bakal dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 1.000.000.000 ( satu miliar rupiah ) dan paling banyak Rp. 10.000.000.000 (sepuluh miliar rupiah).

Writer: Francelino
Editor: Francelino

  Banner Iklan Rafting Jarrak Travel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button