Pemerintahan

Lahan Hutan Kota Banyuasri Ditanami 12.000 Bibit Cabai

Komitmen Pemkab Buleleng Kendalikan Inflasi

Quotation:

Seluruh hasil panen cabai ini akan dibeli langsung oleh Perumda Pasar Argha Nayottama Buleleng untuk kemudian disebar langsung ke Pasar Anyar dan Pasar Banyuasri,” ucap Pj Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana.

Singaraja, SINARTIMUR.com – Berbagai langkah serius telah dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng dalam menekan laju inflasi dan penguatan ketahanan pangan. Komitmen itu kini diwujudkan kembali melalui pemanfaatan lahan Hutan Kota Banyuasri untuk ditanami berbagai komoditi penyumbang inflasi atas aksi kolaborasi luar biasa Pemerintah Provinsi Bali, Pemkab Buleleng, Bank Indonesia Bali, OJK Bali, BPD Bali dan Kodim 1609/Buleleng. Terungkap sebanyak 12.000 bibit cabai dan disusul penebaran benih ikan dilakukan pagi ini, Jumat (1/3/2024), di Hutan Kota Banyuasri.

Dalam laporannya, Penjabat (Pj) Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana menyampaikan bahwa Hutan Kota Banyuasri seluas 2 Ha itu telah dirancang untuk dijadikan lahan ketahanan pangan dan program pengendalian inflasi berkelanjutan. Aksi kolaborasi seluruh pihak yang dilakukan hari ini menjadi motivasi dan kebanggaan Pemkab Buleleng, hal itu dikarenakan seluruh proses pembersihan lahan sampai dengan penanaman bibit cabai dan penebaran benih ikan tidak menggunakan APBD Pemkab Buleleng. “Penanaman belasan ribu bibit cabai pagi ini didukung penuh oleh Bank Indonesia Provinsi Bali, OJK Bali, Kodim Buleleng dan BPD Bali. Sama sekali tidak menggunakan APBD Buleleng. Lahan ini akan fokus kita garap untuk program pengendalian inflasi dan ketahanan pangan,” ujar Pj. Lihadnyana.

Dalam prosesnya nanti, pemeliharaan tanaman cabai akan dilakukan oleh pasukan hijau (petugas kebersihan kota, red) sampai dengan waktu panen. Seluruh hasil panen cabai ini akan dibeli langsung oleh Perumda Pasar Argha Nayottama Buleleng untuk kemudian disebar langsung ke Pasar Anyar dan Pasar Banyuasri, Pj. Lihadnyana meyakini langkah ini akan mampu menekan harga cabai yang sering menjadi pemicu inflasi di Buleleng.

Ditambahkan, nanti secara bertahap lahan ini akan ditanami komoditi lain penyebab inflasi, seperti bawang putih yang dinilai sangat cocok ditanam di laha Hutan Kota Banyuasri. “Ke depannya tempat ini akan kami tambahkan akses jogging track untuk masyarakat umum, berbagai sayuran juga akan ditanam disini. Rencana nanti saat HUT Kota Singaraja akan ditata untuk kami tanami jenis bambu seperti di Jepang dan Cina,” ujar Pj. Lihadnyana.

Writer/Editor: Francelino

 
  Banner Iklan Rafting Jarrak Travel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button