BeritaNasional

Masa Jabatan Diperpanjang, Gubernur Koster Puji Pj Bupati Lihadnyana Setinggi Langit

Kehadiran Sutjidra Dianggap “Tamu Tak Diundang” oleh Sejumlah Hadirin

Quotation:

Pak Lihad (sebutan Gubernur Koster untuk Pj Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana) orang baik dan bener,” ucap Gubernur Koster memuji Pj Bupati Lihadnyana.

Singaraja, SINARTIMUR.com – Masa jabatan Penjabat (Pj) Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana yang habis pada tanggal 27 Agustus 2023 mendatang diperpanjang setahun lagi. Perpanjangan ini sesuai dengan SK Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 100.2.1.3-3221 Tahun 2023 tentang perpanjangan masa jabatan Pj Bupati Buleleng, Provinsi Bali. Selanjutnya, Lihadnyana akan fokus pada pembangunan infrastruktur dan pengentasan kemiskinan.

SK Mendagri tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster kepada Ketut Lihadnyana di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, Sabtu (26/8/2023).

Menariknya, Gubernur Koster memuji Pj Bupati Ketut Lihadnyana setinggi langit. Gubernur Koster menyatakan bahwa Lihadnyana pantas menjadi Pj Bupati Buleleng karena ia pejabat yang disiplin,pekerja keras, dan selalu menlaksanakan tugas yang diberikan dengan baik dan tuntas.

Gubernur Koster mengakui bahwa Lihadnyana termasuk salah satu pejabat kesayangannya karena kinerjanya baik, bukan karena kedekatan. “Pak Lihad (sebutan Gubernur Koster untuk Pj Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana) orang baik dan bener. Ia pekerja keras, disiplin dan memiliki kemampuan kepimpinan yang baik. Sejak Pak Lihad saya tunjuk Kadis Kepegawaian Provinsi Bali, sekarang masalah birokrasi lebih mantap. Dulu sebelum saya, kacau,” ucap Gubernur Koster memuji Pj Bupati Lihadnyana, saat menyampaikan sambutan pada acara penyerahan SK Pj Bupati Buleleng untuk tahun kedua kepada Pj Bupati Lihadnyana.
Gubernur Koster menyebutkan hasil renovasi Gedung Kesenian I Gde Manik yang selama 35 tahun tidak pernah direhab, kini menjadi sebuah gedung mewah sebagai hasil karya nyata Lihadnyana sebagai Pj Bupati Buleleng di tahun pertamanya.

Gubernur Koster juga menegaskan bahwa tugas sebagai Pj Bupati tidak akan menganggu tugas dari Ketut Lihadnyana sebagai Kepala BKPSDM Provinsi Bali. Ini sudah dibuktikan saat masa jabatan pertama selama setahun. Semua sudah diselesaikan secara digital. Sehingga, bisa dikelola dari mana saja.
“Setiap saya butuh, saya akan panggil. Saya juga amati, sebagai Pj Bupati, kerjanya bagus dan sangat cepat,” ungkapnya.
.
Ditemui usai menerima SK, Lihadnyana menjelaskan pada tahun 2024 ia akan berfokus pada pembangunan infrastruktur. Prioritas ditujukan ke perbaikan jalan yang ada dan menjadi kewenangan kabupaten. Untuk melaksanakan prioritas tersebut, tentunya efisiensi belanja operasional akan dilakukan khususnya di perangkat daerah.

 

“Misalnya untuk beli alat tulis kantor (ATK). Termasuk anggaran makan minum mungkin akan kita kurangi,” jelasnya.

Saat ini, data jalan rusak telah dipegang oleh Pj Bupati yang juga Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Bali ini. Seperti jalan di Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan. Dirinya langsung turun untuk melihat kondisi jalan yang sesungguhnya. Sehingga, tidak hanya menerima laporan dari staf ataupun jajaran Pemkab Buleleng. Di Desa Tajun khususnya di Banjar Dinas Bayad jalan yang rusak mencapai 3,2 kilometer.

“Kalau ditotal seluruh Buleleng ternyata banyak, karena sudah lama tidak disentuh perbaikan. Maka sekarang kita fokuskan hal tersebut,” ujar Lihadnyana.

Lebih lanjut, Lihadnyana mengatakan selain jalan, pihaknya ingin merevitalisasi gedung Mr. I Gusti Ketut Pudja yang terletak di Kawasan Pelabuhan Tua Buleleng. Dana akan dianggarkan pada anggaran perubahan tahun 2023 atau anggaran induk tahun 2024. Nantinya, di Gedung Mr. I Gusti Ketut Pudja akan dibuatkan panggung seperti di Gedung Kesenian Gde Manik.

“Kita akan revitalisasi seperti yang dilaksanakan di Gedung Kesenian Gde Manik. Gedung Kesenian Gde Manik ini sudah 35 tahun tidak tersentuh perbaikan. Oleh karena itu, mari kita rawat bersama,” kata mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Bali ini.

Yang menarik adalah kehadiran mantan wakil bupati Buleleng Nyoman Sutjidra dalam acara itu. Bahkan Sutjidra yang bukan siapa-siapa lagi di Pemkab Buleleng malah duduk paling bersama deretan Gubernur Koster dan Pj Bupati Lihadnyana. Kehadiran Sutjidra ini menjadi sindiran para hadirin yang hadir memadapat Gedung Kesenian yang berkapasita 500 tempat duduk itu. “Ini (Sutjidra, red) kok ngga tau malu ya, Dia bukan lagi wakil bupati, malah duduk di depan sama Gubernur, Sutjidra kan sekarang rakyat biasa seperti kita,” gerutu sejumlah orang yang duduk di depan wartawan media ini. Lebih fatal lagi, MC malah menyebut Sutjidra sebagai wakil bupati Buleleng.

Bagaimana tanggapan Pj Bupati Lihadnyana? “Pak Sutjidra diundang sebagai Ketua PMI Buleleng. Dia Ketua PMI Buleleng loh,” jawab Pj Bupati Lihadnyana.

Ketika ditanya, kenapa MC malah menyebut kehadiran Sutjidra sebagai wakil bupati, Pj Bupati Lihadnyana mengelak dengan menyatakan,” Itu kan bukan kata saya.” (frs)

  Banner Iklan Rafting Jarrak Travel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button