Politik

NasDem di Bali Ditinggalkan Kader Andalan

Mantan Anggota Dewan Karangasem Tinggalkan NasDem

Amlapura, SINARTIMUR.com – Sikap arogansi nan diktator DPP Partai NasDem terhadap orang Bali yang bergabung dengan partai yang dibesut Surya Paloh, mulai mendapat resistensi dari politisi Bali yang menjadi kader NasDem.

Sikap otoriter Surya Paloh yang memecat Nyoman Tirtawan tanpa alasan yang jelas, memunculkan solidaritas kader NasDem dari Bali. Ditambahkan dengan ketidakmampuan Ketua DPW NasDem Bali yang bukan orang Bali membuat NasDem kian rapuh.

Partai NasDem di Bali menjadi oleng setelah DPP Partai NasDem menunjuk Julie Sutrisno Laiskodat menjadi Ketua DPW NasDem Bali. Istri Gubernur NTT, Viktor Laiskodat itu diharapkan bisa menyatukan dua faksi di tubuh DPW Partai NasDem Bali, namun program itu tidak berjalan dengan baik sehingga kader-kader NasDem Bali yang merupakan putra asli Bali tersinggung dan angkat kaki dari NasDem.

Sebagai bukti kader andalan NasDem dari Kabupaten Karangasem, Putu Sudita, secara resmi meninggalkan Partai NasDem.

Mantan anggota DPRD Karangasem itu Senin (11/10/2021) secara resmi mengundurkan diri dari Partai NasDem dengan cara mengembalikan kartu anggota dan kaos bersama atribut NasDem lainnya kepada Ketua DPD Partai NasDem Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri. Sudita juga mengembalikan ratusan bahkan ribuan kartu anggota NasDem milik para pendukung setianya.

Sudita yang dikonfirmasi SINATIMUR.com Senin (11/10/2021) malam membenarkan kabar aksi pengunduran dirinya dari NasDem. Sudita memutuskan untuk meninggalkan NasDem karena menurut pandangannya NasDem sudah tidak memiliki marwah sebagai sebuah partai politik yang layak dijadikan kendaraan politik.

“Nggih…Selain kesibukan, marwah Partai NasDem di Karangasem sudah berubah dan tidak seperti dulu,” ucap Sudita via WhatsApp (WA).

Sudita kemudian membeberkan secara rinci Partai NasDem kehilangan marwah. Misalnya, telah terjadi pengkhianatan terhadap komitmen bersama untuk menjaga soliditas dengan pendukung Partai NasDem di Bumi Lahar itu.

“Ada hal-hal yang sudah menjadi komitmen menjaga soliditas dengan pendukung partai yang tidak berjalan dengan baik. Dengan kondisi tersebut, menurut saya akan sulit mempertahankan eksistensi partai,” beber Sudita lagi.

Ia pun menohok pimpinan DPD Partai NasDem Karangasem dengan menyatakan, “Dengan berkuasa saja belum bisa sebagai pemenang 2019, apalagi sekarang dengan kurang solidnya internal. Dari pada baper, tyang (saya, red) putuskan mundur dengan baik. Agar hubungan antar individu tidak terganggu.” frs/*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: