Politik

Nyoman Tirtawan “Emas Putih” Dibuang NasDem, Langsung Diambil Golkar

Pahlawan Penyelamat Rp 98 M Uang Rakyat Bali Siap Revance dengan Somvir

Denpasar, SINARTIMUR.com – Emas tetap emas, kendati dilumuri kotoran, dia tetap berkilau di balik lumuran kotor. Itulah figure Nyoman Tirtawan, politisi paling jujur di DPRD Bali 2014-2019, yang dizolomi dan dibuang Partai NasDem yang mengusung slogan restorasi tapi faktanya dikator nan otoriter serta antidemokrasi.

Nyoman Tirtawan, Emas Putih” yang dibuang Partai NasDem, langsung disambut dan diambil Partai Golkar.

Sebagai bukti, politisi asal Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Buleleng ini kini telah resmi memiliki bergabung dengan Partai Golkar. Ini bukan sekedar slogan belaka tetapi Tirtawan sudah memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) dan memakai jaket Partai Golkar.

Politisi yang juga pecinta lingkungan ini tercatat dalam sejarah menjadi pahlawan karena pernah menyelamatkan dana APBD Bali Rp 98 miliar dengan memperjuangkan efisiensi dan transparansi anggaran Pilgub Bali 2018, namun perbuatan mulianya tidak ada penghargaan dari induk partai besutan Surya Paloh tersebut. Bahkan Surya Paloh yang selalu mendengung-dengungkan restorasi berubah menjadi dictator terhadap Tirtawan yang sudah mengangkat nama partai kala itu.

“Semua orang nyuruh saya pindah ke Golkar, karena apa? asal mulanya Partai Nasdem khan Partai Golkar jadi kembali ke kawitan lagi. Jadi saya khan tidak bisa mengabaikan aspirasi konstituen saya,” ungkap Tirtawan usai menerima KTA dan menerima jaket Partai Golkar di Kantor DPD Partai Golkar, Sabtu (9/10/2021).

Tirtawan yang dikenal salah satu kader berprestasi yang pernah mengabdi sebagai anggota DPRD Bali periode 2014-2019 ini juga beralasan dirinya berteduh ke partai berlambang pohon beringin karena Partai Golkar dinilainya partai yang paling mapan, demokratis, partai besar milik rakyat dan bukan partai milik keluarga.

“Saya jujur aja hampir semua partai bahkan mayoritas menawari saya, tapi karena saya dengan Pak Sugawa Korry soulmate dari dulu semenjak dia menjadi calon bupati di Buleleng rumah saya dijadikan basisnya juga sehingga punya ikatan batinlah,” sebut Tirtawan.

“Intinya saya respect dengan Pak Sugawa Korry dan merasa cocok juga. Bahkan istri saya cocok juga dengan istri Pak Sugawa Korry. Saya juga dikasi iming-iming dibidang lingkungan karena saya khan aktivis lingkungan mau bersih-bersihlah,” ujarnya.

Politisi yang juga pengusaha restoran itu menyatakan, setelah bergabung Partai Golkar kedepan dirinya apakah maju sebagai wakil rakyat legislatif atau eksekutif. “Kita belum tahu apakah kedepan maju sebagai wakil rakyat legislatif atau eksekutif,” ujar Tirtawan.

Namun dari nada bicaranya, Tirtawna lebih condong untuk bertarung di eksekutif terutama kalau Golkar memberi dia peluang maka ia akan bertarung merebut kursi Bupati Buleleng pada 2024 mendatang.

Setelah resmi ber KTA Golkar, Tirtawan mengaku rencananya dirinya akan ditempatkan dalam pengurus DPD Provinsi Partai Golkar. Namun ia mengaku siap apapun yang diperintahkan Partai Golkar yang memerintahkannya, termasuk tarung ulang menghadapi Somvir yang disoroti sebagai politisi asal India.

“Sebagai seorang politisi saya selalu siap bertarung menghadapi Somvir. Intinya saya selalu siap dan mengajak orang Bali sadar jangan sampai Bali dikendalikan orang India,” pungkas Tirtawan yang dikenal sebagai salah satu wakil rakyat yang paling vokal dan konsisten memperjuangkan aspirasi rakyat.

Bagaimana komentar Ketua DPD Partai Golkar Bali Dr Nyoman Sugawa Korry, SE, Ak, MM? Sugawan Korry mengaku sangat mengapresiasi pilihan Tirtawan yang mau bergabung dengan Partai Golkar. Sugawa Korry yang kini sebagai Wakil Ketua DPRD Bali itu bahkan kebanjiran politisi yang hendak merapat ke Golkar Bali.

“Saya kira kami apresiasi, tetapi kebijakan kami bukan saja Pak Tirtawan yang masuk Partai Golkar, tapi banyak politisi kini berteduh ke partai berlambang pohon beringin. Kebijakan kami adalah kami tidak akan umumkan karena kita ingin menjaga kondusifitas dan etika,” ujar politisi asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, Buleleng itu.

“Kami terima banyak, banyak sampai per hari ini bergabung sangat banyak tapi kami tetap tidak akan kami umumkan,” pungkas Sugawa KORRY. frs/*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: