Ekonomi & Bisnis

Pelayanan Bank BPD Bali Cabang Singaraja Dikeluhkan Nasabah

Ka BPD Bali Cab Singaraja, Pranajaya: “Ini Kan Karena Kartu (ATM) Expire Secara Bersamaan"

Quotation:

Saya sudah dua hari berturut-turut ke Kantor Kas BPD di Jalan A Yani dan di Kantor Cabang Bank BPD Bali di Jalan Dewi Sartika ini tapi tetap tidak mendapat pelayanan yang memuaskan. Kemarin saya kesini dibilang jatah kartu ATM yang disiapkan sudah habis dan saya disuruh datang hari ini. Tapia pa yang terjadi, jatah kartu ATM sudah habis lagi. Kok bank sebesar ini kok tidak bisa mengantisipasi nasabah yang membludak seperti ini,” tandas salah satu nasabah yang mengaku bernama Zoplo, asal Kota Singaraja.

Singaraja, SINARTIMUR.com – Hampir semua kantor Bank BPD Bali di Kabupaten Buleleng baik Kantor Cabang maupun beberapa Kantor Kas diserbu nasabah di Bumi Panji Sakti itu dalam dua hari terakhir ini.

Sayang, Bank BPD Bali Cabang Singaraja tidak siap menghadapi serbuan ratusan hingga seribuan nasabah yang kebanyakan ASN, untuk mengurus kartu ATM yang expire secara massal tersebut.

Akibatnya, para nasabah baik ASN maupun non-ASN mengeluhkan pelayanan bank plat merah milik Pemprov Bali itu. Keluhan para nasabah bukan tanpa alasan. Beberapa nasabah yang bercerita kepada media ini bahwa untuk mengurus kartu ATM di Banak BPD Bali Cabang Singaraja dan di Kantor Kas Bank BPD Bali di Buleleng sangat menyedihkan. Mereka rata-rata mengaku sudah dua hari berturut-turut mulai dari hari Senin (4/9/2023) dan hari Selasa (5/9/2023) ini tidak mendapat pelayanan yang mamadai.

“Saya sudah dua hari berturut-turut ke Kantor Kas BPD di Jalan A Yani dan di Kantor Cabang Bank BPD Bali di Jalan Dewi Sartika ini tapi tetap tidak mendapat pelayanan yang memuaskan. Kemarin saya kesini dibilang jatah kartu ATM yang disiapkan sudah habis dan saya disuruh datang hari ini. Tapia pa yang terjadi, jatah kartu ATM sudah habis lagi. Kok bank sebesar ini kok tidak bisa mengantisipasi nasabah yang membludak seperti ini,” tandas salah satu nasabah yang mengaku bernama Zoplo, asal Kota Singaraja.

Ironisnya, sebut Zoplo, sudah dua hari nasabah membludak mengurus kartu ATM yang expire tetapi Bank BPD Bali Cabang Singaraja dan di beberapa Kantor Kas BPD Bali di Kota Singaraja malah menyiapkan kartu ATM baru yang sangat amat minim alias terbatas. Zoplo menyebutkan bahwa kartu ATM baru yang disediakan di Kantor Kas di Jalan A Yani, malah cuma menyediakan 20 kartu ATM baru.

 

“Masak sudah dua hari membludak urus kartu ATM, tapi kok cuma 20 biji. Kemarin saya ke situ dibilang habis, disuruh kembali hari ini. Lalu saya tanya jawab sudah habis karena hanya sediakan 20 biji. Pelayanan macam apa ini?” kritik Zoplo.

“Lalu saya dsuruh ke Kantor Cabang, sampai di Kantor Cabang, jawaban dari Satpam lebih tdak enak lagi didengar. Katanya masih proses. Bagaimana pelayanan seperti ini,” tegasnya lagi.

Zoplo juga bercerita bahwa dia sempat menanyakan beberapa nasabah yang sama-sama mengelukan pelayanan buruk Bank BPD Bali di Bumi Panji Sakti itu. Bahwa sejumlah guru SD dan TK yang datang dar luar Kota Singaraja, selama dua hari ini harus meninggalkan anak didiknya karena mengurus kartu ATM mereka yang hingga kini tidak mendapat pelayanan yang maksimal. “Sudah dua hari saya tinggalkan siswa saya urus ini. Kalau ini saya tinggalkan kembali ke sekolah takut tidak dapat lagi. Saya dari luar Kota,” keluh beberapa guru.

Sejumlah ASN di lingkup Pemkab Buleleng yang menjadi nasabah Bank BPD Bali mempertanyakan profesionalitas dan kesungguhan Bank BPD Bali melayani nasabahnya. Kata mereka, dengan menggunakan sitem digitalisasi seperti saat ini, semestinya kondisi buruk seperti ini tidak perlu terjadi. “Harusnya sebulan sebelum ATM habis masa berlakunya, Bank BPD Bali memberitahu kita, seperti SAMSAt. Kini malah tidak ada kabar bahkan ketersediaan kartu ATM baru saja susah sekali,” kritim beberapa ASN di Setwan Buleleng.

Bahkan ada usulan dari sejumlah ASN bahwa Bank BPD Bali memiliki mobil Bank BPD Bali yang memberikan pelayanan keliling itu harus dipakai untuk melayani ASN yang menjadi nasabah Bank BPD Bali di kantor-kantor membuat kartu ATM baru sehingga ASN tidak meninggalkan tempat kerja berhari-hari seperti saat ini. “Kan Bank BPD Bali itu kana da mobil layanan keliling, kenapa mobil itu tidak dipakai ke kantor-kantor pemerintah melayani ASN membuat kartu ATM baru. Biar tidak mengganggu pelayanan kami terhadap masyarakat,” usul salah stau ASN di Setwan Buleleng.

Bagaimana tanggapan Kepala Bank BPD Bali Cabang Singaraja? Made Aditya Pranajaya, Kepala Bank BPD Bali Cabang Singaraja yang ditemui di ruang kerja, Selasa (5/9/20230 sore, mengakui adanya antrean panjang di bank yang dipimpinnya itu.

“Ini kan karena kartu (ATM) expire secara bersamaan, untuk yang menggunakan kartu ATM kita. Tapi kita sudah mengantisipasi, kita sudah menyediakan kartunya juga. Ini cuma karena bersamaan, antrean jadinya,” jelas Pranajaya.
Pranajaya mengungkapkan bahwa pada kesempatan yang sama saat nasabah membludak di KantorBank BPD Bali Cabang Singaraja, dimanfaatkan untuk memberika edukasi kepada nasabah tentang beberapa produk Bank BPD Bali yang bisa mempermudah para nasabah menaruk yang tanpa harus menggunakan kartu ATM.

“Kita juga sudah melakukan edukasi, bisa dilakukan (penarikan uang di ATM) tanpa dengan kartu. Kalau yang sudah mempunyai mobile banking, ada yang namanya cardless, bisa dilakukan penarikan di ATM, tanpa harus menggunakan kartu. Nah, yang datang sekaligus serempak begini kan, mungkin ada antrean tapi bisa kita tangani. Mungkin Sabtu depan kita juga akan buka layanan,” papar Pranajaya.

Selaian memberikan edukasi kepada nasabah yang membludak di Kantor Cabang, Kantor Capem dan Kantor Kas, sebut Pranajaya, pihaknya juga melakukan terobosan lain berupa pola jemput bola. Ia memberi contoh, hari ini beberapa stafnya melakukan jemput bola ke Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng untuk mengambil kartu ATM bersama surat permohonan.

“Untuk mengantisipasi, untuk memecah antrean yang panjang ini, juga jemput bola. Kita sudah tugaskan beberapa staf kita ke instanasi untuk mengambil ATM dan surat permohonannya, kebetulan kita juga sudah mohon tambahan PIN Pad ke pusat, mungkin siang ini datang,” sebutnya.

Menanggapi keluhan nasabah ASN tentang tidak difungsikannya layanan mobil keliling, Pranajaya menjelaskan, “Kita juga ada rencana seperti itu (layanan mobil keliling ke instansi), karena cuma PIN Pad kita ada yang rusak satu, maka kita sedang mohon. Mungkin setelah PIN Pad baik, kita putusakan untuk keliling. Sementara kita collect saja data-datanya dulu sama surat permohonannya kita proses di sini (di Kantor Cabang, red) cuma tidak pakai mobil keliling karena PIN Pad kami terbatas.”

Terkait sangat terbatasnya kartu ATM bagi nasabah yang mengurus kartu ATM baru, Pranajaya menyebutkan bahwa jumlah kartu ATM yang disediakan per hari itu cukup banyak. Disebutkannya, jumlah yang dilayani di Kantor Cabang perhari sebanyak 150 sampai 200, di Kantor Capem (Kantor Cabang Pembantu) di Lovina dan Tamblang sejumlah 50 sampai 100 dan di Kantor Kas maksmimal 50.

Pranajaya menghimbau kepada para nasabah agar menggunakan mobile banking cardless untuk menarik uang karena cara ini lebih aman dan nyaman bagi nasabah itu sendiri. “Cardless ini bisa dipakai menarik uang di ATM tanpa kartu dan bisa juga di Indomaret,” imbau Pranajaya.

Sementara salah satu nasabah bernama Raka yang sehari-hari sebagai Penyilik Sekolah di Disdikpora Kabupaten Buleleng setelah diedukasi menggunakan sistem cardless melalui mobile banking, mengku puas karena sistem ini lebih praktis. (frs)

  Banner Iklan Rafting Jarrak Travel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button