Politik

Pemilu 2024: Suara Diduga Hilang, Caleg PDIP Mangku Budiasa Lapor ke Bawaslu Buleleng

Hasil Suara Kembar dengan Lilik Nurmiasih, Mangku Budiasa Kalah Berdasarkan Aturan

Quotation:

Kalau kita baca PKPU Nomor 25 tahun 2023 mengenai hitung suara, itu masuknya ke suara caleg mestinya. Namun yang mengejutkan kami, ketua KPPS menyatakan hasil itu merupakan hasil bimtek di Desa Panji sebelumnya. Kalau begitu kan suatu hal yang ironis,” ucap Mangku Budiasa.

Singaraja, SINARTIMUR.com – Kisah mahabarata benar-benar terjadi di Buleleng dalam perhelatan Pemilu 2024 ini. Kisah dalam flim India terkenal perang mahabarata itu benar-benar terjadi di tubu PDI Perjuangan Kabupaten Buleleng, Dua kader PDIP dari dapil Kecamatan Sukasada “berperang”, bahkan kabar teranyar, perang dua ‘Banteng’ Buleleng ini malah sudah berada di meja Bawaslu Buleleng.

Caleg DPRD Kabupaten dari PDI Perjuangan, Putu Mangku Budiasa melaporkan suaranya yang diduga hilang di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 13 Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.

Hasil pantauan media ini menyebutkan, Mangku Budiasa yang merupakan caleg PDIP nomor urut 2 di Daerah Pemilihan (Dapil) Buleleng 9 atau Kecamatan Sukasada, datang didampingi tiga orang ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Buleleng pada Senin (4/3/2024) sekitar pukul 13.20 Wita.

Caleg incumbent yang kini masih menjabat Ketua Komisi II DPRD Buleneg itu mengaku bahwa informasi hilangnya suara ini, didapatkan dari saksi partai saat berakhirnya Rapat Rekapitulasi Hasil Perolehan Tingkat Kecamatan di Kecamatan Sukasada pada Selasa (27/2/2024) lalu. Ia menyebutkan bila ada surat suara di TPS 13 Desa Panji yang tercoblos di logo partai dan caleg nomor urut 2 yakni Putu Mangku Budiasa. Tetapi, suara tersebut malah masuk ke suara partai, bukan menjadi suara caleg.

Ia pun menelusuri informasi itu, bahkan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) juga mengakui melakukan hal itu. Tetapi, pengakuan Ketua KPPS TPS 13 Desa Panji mengatakan bila keputusan itu merujuk pada hasil bimtek di Desa Panji, sebelum tahapan pungut hitung.

 

“Kalau kita baca PKPU Nomor 25 tahun 2023 mengenai hitung suara, itu masuknya ke suara caleg mestinya. Namun yang mengejutkan kami, ketua KPPS menyatakan hasil itu merupakan hasil bimtek di Desa Panji sebelumnya. Kalau begitu kan suatu hal yang ironis,” ujarnya usai melapor.

Mangku Budiasa pun menuntut agar dilakukan penghitungan ulang suara khusus di TPS 13 Desa Panji saja. Karena menurutnya satu suara sangat berarti, sehingga salah memasukkan suara tentu sangat merugikan.

Pihaknya pun sudah sempat meminta kepada Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Buleleng untuk melakukan penghitungan ulang, tetapi yang ditindaklanjuti hanya menyandingkan C Plano dan C Salinan Hasil. Tetapi hal itu tidak memuaskannya, karena jika itu disandingkan datanya pasti cocok.

“Manakala pemahaman penyelenggara salah, ini sangat fatal. Saksi kami juga sudah tidak menandatangani berita acara saat pleno di kecamatan, karena kejadian khusus itu. Dan untuk rasa keadilan kami mohon agar dilakukan hitung ulang,” pungkasnya.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Buleleng, Ketut Adi Setiawan mengatakan bila pihaknya sudah menerima laporan dari salah satu caleg PDIP dapil Buleleng 9. Dalam laporannya itu, sudah disertakan juga bukti-bukti terkait salah satunya video.

Bawaslu Buleleng pun berencana melakukan pengkajian guna memastikan terpenuhinya syarat formil laporan pelanggaran pemilu yang dilakukan penyelenggara pemilu yakni KPPS TPS 13 Desa Panji, pada Selasa (5/3).

“Kami dengan komisioner lainnya, akan melakukan pleno untuk memastikan apakah laporan itu memenuhi syarat formil atau tidak. Setelah kajian awal, akan dilanjutkan dengan klarifikasi terlapor dan saksi-saksi,” ujarnya.

Sekedar diketahui, perolehan suara caleg PDIP nomor urut 2 dan 3 di Dapil Buleleng 9 ternyata kembar. Yakni sama-sama 4554 suara. Tentu saja ini menjadi menarik, karena salah satu dari mereka harus angkat kaki dari Kantor DPRD Kabupaten Buleleng.

Mengingat Putu Mangku Budiasa merupakan Ketua Komisi II, sedangkan Ni Made Lilik Nurmiasih merupakan Wakil Ketua Komisi III DPRD Buleleng.

Tetapi, merujuk pada Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 6 tahun 2024 tentang Penetapan Perolehan Kursi, dan Penetapan Calon Terpilih dalam Pemilihan Umum pada Pasal 29, maka Lilik Nurmiasih yang mendapatkan kursi karena unggul di 11 desa, sedangkan Putu Mangku Budiasa hanya dominan di empat desa.

Writer/Editor: Francelino

  Banner Iklan Rafting Jarrak Travel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button