Hukum

Perkosa Gadis 10 Tahun, Pancung Diancam 15 Tahun Penjara

Ketut Ondok Garap Korban di Penginapan Jl P Obi

Quotation:

Kejadian ini diketahui saat korban bercerita kepada orangtuanya untuk menagih janji pelaku akan memberikan uang yang banyak setelah mengikuti keinginan pelaku,” jelas Kapolres Buleleng AKBP IB Widwan Sutadi.

Singaraja, SINARTIMUR.com – Gara-gara memperkosa gadis cilik berumur 10 tahun sampai tiga kali, seorang pria asal Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, dengan nama panggilan Pancung, terancam hukum maksimal 15 tahun penjara. Gadis cilik berinisial NP merupakan anak tetangga dari tersangka Pancung. “Tersangka disangkakan melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak sesuai dengan Pasal 81 UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minmal 5 tahun maximal 15 tahun,” . jelas Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi, S.I.K, M.H, dalam keterangan persnya kepada wartawan di Mapolres Buleleng di Jalan Pramuka No1 Singaraja, Selasa (16/1/2024).

Menariknya, aksi “Koboi Seks” ala Pancung ini terbongkar karena korban NP bercerita kepada orangtuanya untuk menagih uang yang dijanjikan tersangka Pancung setiap kali hendak menyetubuhi korban NP. “Kejadian ini diketahui saat korban bercerita kepada orangtuanya untuk menagih janji pelaku akan memberikan uang yang banyak setelah mengikuti keinginan pelaku. Kemudian orangtua korban menanyakan perlakuan pelaku terhadap korban dan diakuinya sudah melakukan tiga kali,” tutur Kapolres Sutadi didampingi Kasat Reskrim AKP Arung Wiratama, S.T.K, S.I.K, dan Kasi Humas AKP I Gede Darma Diatmika, S.H., serta Kasi Propam AKP Dewa.

Kemudian Kapolres Sutadi pun memaparkan kronologis aksi “Koboi Seks” tersebut. Diceritakan Kapolres Sutadi bahwa kejadian perkosaan itu terjadi sekitar Desember 2023. Karena korban NP sering bermain bersama teman-temannya di depan rumah tersangka Pancung, tampaknya membuat tersangka Pancung tertarik dengan korban. “Korban biasanya sering bermain sama teman-temanya didepan rumah pelaku, saat itu melintas korban depan rumah pelaku dan dipanggilnya. Kemudian membujuk korban dengan iming-iming akan diberikan uang banyak, sehingga terjadi persetubuhan tersebut sebanyak tiga kali, korban baru diberikan uang sebanyak Rp. 3.000,” cerita Kapolres Sutadi seraya menambahkan, “Pelaku melakukan perbuatannya di saat tidak ada istrinya.”

Garap Korban di Penginapan Jalan Pulau Obi

Sementara itu Kapolres Sutadi menyampaikan perkembangan kasus perkosaan yang terjadi 11 Desember 2023 lalu dengan tersangka Ketut Ondok dan korban berinisial MA. Korban MA digarap oleh tersangka Ketut Ondok di salah satu penginapan di Jalan Pulau Obi di wilayah Kelurahan Banyuning, Singaraja.

 

Kisahnya menarik karena kala itu tersangka memperdayakan korban dengan pura-pura bersedia mengantar korban ke rumah sanak keluarga. Namun dalam perjalanan tersangka Ondok justru membawa korban ke sebuah penginapan di Jalan Pulau Obi dan disana terjadilah persetubuhan di bawah ancaman tersangka.

“Pelaku beralasan ingin mengantar korban ke rumah keluarganya dan korban juga menjanjikan pelaku akan diberikan uang bensin namun bukanya mengantar korban, pelaku malah mengajak korban ke sebuah penginapan dengan alasan meminta korban untuk mandi dan saat itulah pelaku memaksa korban untuk melakukan kekerasan seksual,” papar Kapolres Sutadi.

Atas tindakan amoral itu, tersangka Ketut Ondok dijerat denganpasal 6 huruf b UU no. 12 tahun 2022 tentang tindak pidana kekerasan seksual, dengan pidana penjara paling lama 12 tahun dan atau pidana denda paling banyak Rp 300.000.000.

Writer: Francelino
Editor: Francelino

  Banner Iklan Rafting Jarrak Travel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button