Politik

Pilkada Bali 2024: Sing Ade Lawan! 99 Persen Koster Dipastikan Dapat Rekomendasi dari Bu Mega

Blunder, Giri Tebar Baliho Tak Bercorak PDIP dan Baliho Berpasangan dengan Rai Mantra

Quotation:

Saya kasi tau klu saja ya. PDI Perjuangan jarang sekali hanya beri satu periode saja kepada seorang Kepala Daerah. Umumnya dua Periode. Kecuali bila ada permasalahan politik yang sangan berat, atau tidak punya prestasi,” ujar Koster berdiplomasi.

Denpasar, SIANRTIMUR.com – Gema Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali November 2024 mulai terasa. Jika selama ini beberapa tokoh atau politisi yang santer disebut di masyarakat bakal maju dalam Pilgub Bali 2024, masih ‘sembunyikan diri’, sejak awal April, para calon petarung tersebut sudah mulai keluar kandang dan mensosialisasikan diri, baik secara langsung bertatap muka dengan masyarakat maupun melakukan endorsmen melalui pemasangan baliho di pusat-pusat keramaian.

Buapti Badung, Nyoman Giri Prasta yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Kabupaten Badung misalnya, sejak awal April telah melakukan endorsmen melalui pemasangan baliho bergambar dirinya, dengan tulisan “Giri Untuk Bali”.

Netizen pun bereaksi. Ada yang mempertanyakan corak Baliho Giri Prasta, yang penuh warna gelap. Tak satu pun Baliho Giri Prasta yang merepresentasikan partai nauangannya yakni PDI Perjuangan yang dikenal sebagai partai ‘merah’.

Salah seorang warga netizen, dalam akun Facebooknya, menulis; ‘Pak Giri sudah keluar kandang nih. Tapi kok gak ada warna PDIP ya? Beliau ini kan jelas-jelas kader PDIP, tetapi balihonya sama sekali tidak berorak PDIP. Gak ada merah-merahnya sama sekali,’ tulis netizen bernama Hervina, dalam akun Facebook yang terpantau Selasa 17 April 2024.

Bukan hanya itu, publik juga menilai tindakan Giri Prasta yang memasang Baliho berpasangan dengan IB Rai Mantra dinilai tindakan blunder karena Rai Mantra yang dulu diusung PDIP menjadi Walikota Denpasar dua periode malah melawan PDIP di Pilgub Bali 2018 menantang jagoan PDIP DR Ir I Wayan Koster, MM. Ini dipastikan membuat Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri akan mencoret Giri Prasta dari daftar kandidat Gubernur Bali. Sebab Giri Prasta dinilai tidak loyal kepada PDIP dan sebaga tokoh ambisius yang menggunakan secara cara untuk meraih jabatan. Apalagi saat ini Mega masig sakit hati dengan pengkhianatan yang dilakukan Preside Jokowi bersama keluarganya.

 

Giri Prasta sendiri, sejauh ini belum mengklarifikasi mengapa baliho yang bergambar dirinya sama sekali tidak bercorak PDI Perjuangan. Pihaknya juga belum pernah menjelaskan ke publik terkait maraknya pemasangan baliho dirinya yang hampir dapat ditemukan diseluruh kota kabupaten di Bali.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, IGN Jaya Negara dalam sebuah kesempatan kepada wartawan menegaskan, pihaknya, tepatnya DPD PDI Perjuangan Bali, sama sekali tidak mempersoalkan pemasangan baliho tersebut. Meski diakuinya bahwa Giri Prasta adalah kader PDIP.

“PDIP sangat menjunjung tinggi hak demokrasi yang dimiliki setiap kader PDI Perjuangan, termasuk melakukan sosialisasi diri. Kan partai belum menentukan siapa kader atau tokoh yang didukung untuk maju dalam Pilkada. Jadi ya, wajar-wajar sajalah kalau ada yang ingin sosialisasikan diri,” ujar Jaya Negara yang kini masih menjabat sebagai Walikota Denpasar belum lama ini di Denpasar.

Nah, aksi “koboi” Giri Prasta sebagaimana dipaparkan diatas justru memberi keuntungan besar bagi incumbent Gubernur Bali DR Ir Wayan Koster, MM. Sikap “lompat pagar” ala Giri Prasta itu kian memperbesar Koster mendapat rekomendasi dari Bu Mega untuk kembali meraih kusri Gubernur Bali untuk periode kedua. Bahkan menurut sejumlah netizen, peluang Koster untuk mendapat rekomendasi dari Mega nyaris sempurna yakni 99 persen.

Koster yang Ketua DPD PDI Perjuangan Bali tak ingin berkomentar terkait maraknya sosialisasi Giri Prasta. Tampaknya Koster lebih ingin berkonsentrasi mengurus partai yang masih dalam tanggungjawabnya. Dikatakan, rekomendasi untuk maju sebagai calon Gubernur sepenuhnya menjadi kewenangan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri.

Dikatakan bahwa PDI Perjuangan adalah partai yang sudah berpengalaman dalam mengelola dinamika politik baik tingkat daerah maupun nasional. Ditegaskan, berbagai rjukan dan referensi tentu telah dikaji dan dimatangkan oleh DPP PDI Perjuangan. Rujukan itu Antara lain, adanya prestasi dalam Pemilu Legislatif, di mana dalam Pemilu Legislatif Februari lalu, PDIP menyapu bersih seluruh kabupaten di Bali.
Selain itu, kata Koster, PDI Perjuangan nyaris tidak punya tradisi untuk memberikan kesempatan hanya satu periode kepada Kepala Daerah, Provinsi maupun Kabupate /Kota. “Saya kasi tau klu saja ya. PDI Perjuangan jarang sekali hanya beri satu periode saja kepada seorang Kepala Daerah. Umumnya dua Periode. Kecuali bila ada permasalahan politik yang sangan berat, atau tidak punya prestasi,” ujar Koster berdiplomasi.

Writer/Editor: Francelino

  Banner Iklan Rafting Jarrak Travel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button