Olahraga

Porwanas XIII Jatim: PWI Bali Finis di Posisi Delapan

Sebuah Lompatan Besar Bagi PWI di Ajang Porwanas

Malang, SINARTIMUR.com โ€“ Sebuah hasil luar biasa dicatatkan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali di ajang Porwanas XIII/2022 Malang Raya, Jawa Timur yang berakhir Jumat (25/11/2022) malam.

Di event olahraga skala nasional khusus insan pers ini, PWI Bali meraih 2 medali terdiri atas 1 medali emas dan 1 perak dari cabang olahraga biliar nomor single bola 8 dan 9 atas nama Hari Santoso.

Prestasi ini sebuah lompatan besar karena sepanjang keikutsertaannya di ajang ini PWI Bali belum pernah meraih medali emas. Dengan raihan 2 medali itu PWI Bali bertengger di peringkat delapan.

Juara umum diraih PWI Jawa Barat dengan 10 emas, 6 perak, 4 perunggu, urutan kedua tuan rumah PWI Jawa Timur (7 emas, 3 perak 4 perunggu), peringkat ketiga PWI Kalimantan Tengah (3 emas, 2 perak, 3 perunggu).

Posisi keempat PWI Papua (2 emas, 2 perak), PWI Lampung posisi kelima (1 emas, 8 perak, 5 perunggu), Kalimantan Selatan urutan keenam (1 emas, 3 perak, 1 perunggu) dan peringkat ketujuh PWI Kepulauan Riau (1 emas, 1 perak, 1 perunggu).

Sukses Hari Santoso meraih 1 emas dan 1 perak dari cabor biliar sekaligus mengakhiri penantian 39 tahun Bali untuk meraih emas pertama sepanjang sejarah gelaran Porwanas, sejak Porwanas I tahun 1983 silam di Semarang, Jawa Tengah.

Hari Santoso atau Ari Pratama yang diguyur bonus oleh PWI Bali, merupakan wartawan Suara Denpasar, meraih emas nomor bola 8 setelah mengalahkan pebiliar tuan rumah Jatim Wetly Al Jufri di rumah biliar Lucky Pool & Cafe Jalan Brigjen Slamet Riyadi, Kota Malang.
Sayang, ia harus puas meraih perak nomor bola 9 setelah di final kalah dari pebiliar Kepulauan Riau (Kepri) Endang Kurniawan, Kamis (24/11/2022).

Sementara di nomor bola 10, Ari Pratama gagal meraih medali karena terhenti di babak 8 besar.

Cabor biliar memperebutkan 5 medali emas. Tuan rumah Jatim menjadi juara umum dengan torehan 2 emas, 1 perak dan 1 perunggu.

Kontingen Bali didampingi Ketua PWI Bali IGMB Dwikora Putra, tampil dalam Porwanas sebelumnya menargetkan dua emas dari cabor biliar.

โ€Biliar menjadi salah satu tumpuan kami meraih medali. Target emas terpenuhi. Semoga sukses biliar memacu cabor lain untuk meraih prestasi pada Porwanas selanjutnya,โ€ ungkap Ketua Kontingen PWI Bali Djoko Purnomo.

Ketua PWI Bali IGMB Dwikora Putra mengatakan, capaian ini patut disyukuri. Dengan persiapan dan bekal yang minim, Bali mampu menempati posisi 8 besar.

โ€Saya kira ini merupakan capaian luar biasa dan membanggakan. Apalagi kita mampu mencuri medali emas dan perak di cabor biliar,โ€ ujar Dwikora Putra yang juga Pemimpin Redaksi Warta Bali ini.

Dwikora Putra menambahkan, sebagai Penanggung Jawab Kontingen Porwanas 2022 PWI Bali, pihaknya sangat bangga dan berterima kasih kepada kontingen dan atlet Bali yang sudah berjuang maksimal.

โ€Kami mengucapkan terimakasih kepada Bapak Gubernur Bali dan Pemprov Bali sudah men-support keikutsertaan Bali di Porwanas XIII/2022 Jawa Timur,โ€ tandas pria yang dua periode memimpin PWI Bali tersebut.

Pada bagian lain, Ari Pratama mengaku dirinya lelah berlatih ekstra keras bersama kawan-kawan terbayar dengan torehan prestasi dan medali.
Bali pada cabor biliar diperkuat Ari Pratama, Ari Purboyo, dan I Made Miasa.

Kontingen Bali sendiri turun di 5 cabor, yakni biliar, catur, futsal, tenis meja, dan tenis lapangan. Di cabor futsal, tim futsal Bali melangkah hingga 8 besar, dan gugur setelah kalah 1-11 dari Riau.

Sayang, kekalahan Futsal menjadi bahan bully di Kontingen Bali karena sikap Yan Daulaka yang tidak jelas dalam tim futsal Bali. Sikap abu-abu Yan Daulaka itulah yang membuat tim futsal Bali tidak kompak dan mudah dikalahkan.

Menurut manajer tim Futsal Bali Djoko Purnomo bahwa Yan Daulaka ditunjuk sebagai pelatih, namun saat bertanding di arena Porwanas, Yan Daulaka justru lebih memilih turun bermain daripada menjadi pelatih.

Akibat sikapnya yang tidak jelas itu, tim Futsal Bali megaburan karena tidak ada pelatih.

Ironisnya, usai tim Futsal Bali dikalahkan Riau dengan skor 1-11, Yan Daulaka langsung pergi meninggalkan tim. Kepergian Yan Daulaka menjadi bahan lelucon seluruh anggota Kontingen Bali dalam bus sepanjang perjalanan ke Kota Batu untuk acara perpisahan dan tour ke objek wisata Selekta . (frs)

  Banner Iklan Rafting Jarrak Travel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: