Hukum

Terlibat Aksi Pencurian Alat Berat, Aktivis LSM Anggas Dijebloskan ke Penjara

Singaraja, SINARTIMUR.com – Sungguh miris nasib aktivis LSM, Gede Anggastia alias Anggas. Betapa tidak? Selama ini Anggas yang juga salah satu tokoh masyarakat Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, cukup kritis terhadap bergaia persoalan di Buleleng, kini Anggas yang justru terjerat kasus.

Ironisnya lagi, Anggas terlibat dalam aksi pencurian alat berat milik CV Aruna Jaya di Celukuan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, sehingga Anggas dijebloskan jaksa Kejari Buleleng ke dalam ruang tahanan. Diduga kuat otak aksi pencuriaan atau actor utama pencurian wheel loader (alat berat) milik CV Aruna Jaya adalah Anggas.

Anggas dijebloskan dalam ruang tahanan Kamis (26/8/2021) bersama dua tersangka lainnya dari PT Batavia yakni Rusman Hambali (Manajer Jawa Bali PT Batavia) dan Bambang (bos PT Batavia). Anggas dan kawan-kawan dijebloskan dalam penjara steelah kasus tersebut dilimpahkan tahap 2 oleh Reskrim Polsek Celukan Bawang Kamis (26/8) pukul 13.36 wita ke Kejari Buleleng setelah dinyatakan kasus tersebut telah P21.

Humas Kejari Buleleng yang juga Kasi Intel Kejari Buleleng, Anak Agung Jayalantara ketika dikonfirmasi mengakui kalau kasus tersebut sempat bolak balik untuk melengkapi berkas perkara.

“Proses penanganan dari perkara pencurian dan pemberatan ini sempat dibolak -balik untuk melengkapi berkas perkara dari penuntut umum kepada penyidik. Dan perkara ini dinyatakan lengkap sesuai surat No. B/944 sejak 7 Mei 2021 namun sejak itu penyidik belum bisa menghadirkan tersangka sehingga berkas sempat dikembalikan dan hari ini baru bisa dihadirkan dengan menyerahkan tersangka kepada JPU untuk ditindak lanjuti ke persidangan,”ujar Agung Jayalantara.

Bagaimana komentar kuasa hukum CV Aruna Jaya, I Gusti Putu Adi Kusuma Jaya SH? Pengacara muda nan vocal yang akrab disapa Gus Adi, memberikan apresiasi atas tindakan hukum yang dilakukan Polres Buleleng khususnya Polsek Celukan Bawang.

Gus Adi mengatakan, “Prinsip ketelitian dan kehati-hatian yang diterapkan memang membutuhkan waktu panjang untuk menangani sebuah perkara. Terlebih kesabaran dari penyidik yang sangat luar biasa sebab saya terus pantau perjalanan kasus ini.”

Mantan wartawan ini menyatakan, hal yang tak kalah pentingnya adalah langkah hukum penahanan yang dalam proses prapenuntutan oleh Kejari Buleleng sudah sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam ketentuan pasal 21 KUHAP (Kitab Undang-undang Hukum Perkara Pidana). Ancaman pasal 363 ayat (2) adalah 9 tahun penjara sehingga sudah tegas dinyatakan dalam ketentuan itu bisa ditahan.

“Kami akan terus pantau kasus ini hingga putusan nanti. Sebab hukum itu harus tegak walau bumi akan runtuh. Jangan sampai maling HP, pencuri ayam di hukum penjara sedangkan yang nilai kerugiannya ratusan juta malah mendapat korting banyak,” tegas Gus Adi mengingatkan JPU maupun majelis hakim, dalam keterangan persnya.

Sebenarnya aksi pencurian yang dilakukan Anggas dan kawan-kawan ini berlangsung setahun lalu tepatnya hari Kamis tanggal 26 November 2020 malam pukul 22.30 wita di gudang CV Aruna Jaya di kawasan Pelabuhan Celukan Bawang.

Kala itu para tersangka merusak kunci gudang sehingga bisa masuk dan leluasa mengambilan wheel loader (alat berat). Hanya saja, aksi Anggas dan kawan-kawan itu diketahui oleh penjaga gudang Komang Suarmita asal Pengulon. Suarmita pun melangsung melapor ke Polsek Celukan Bawang.

Menariknya setelah pelaku mengambil barang tersebut, kemudian mengangkut dengan menggunakan truk tronton yang telah disediakan untuk dibawa ke Banyuwangi, Jawa Timur. Namun aksi mereka segera dicegat langsung oleh Unit Reskrim Polsek Celukan Bawang hingga barang tersebut kembali. Akibat ulah Anggas dan kawan-kawan CV Aruna Jaya menderita kerugian mencapai Rp 750 juta lebih. frs/*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: