Politik

Tirtawan Kembali ke Kawitan NasDem? Pendukung Fanatik Dorong Tirtawan Gabung Golkar

Singaraja, SINARTIMUR.com – Tampaknya keputusan DPP Partai NasDem yang memecat NyomanTirtawan, akan menjadi bumerang bagi NasDem sendiri dan bakal menyesali keputusannya. Karena setelah dipecat NasDem, Tirtawan yang merupakan politisi hebat nan berprestasi karena mampu menggagalkan uang rakyat Bali yang hendak digarong lembaga penyelenggara Pemilu di Bali, sebesar Rp 98 miliar dari pos KPU Bali pada Pilgub Bali 2018 itu, kini diincar banyak partai besar.

Melihat aksi agresif parpol-parpol di Bali yang mengincar Tirtawan, massa pendukung Tirtawan di Buleleng sekitar 7.800an lebih itu pun turut memberikan masukan kepada sang tokoh idolanya.

Partai politik (Parpol) mana yang yang menjadi pilihan massa pendukung untuk dijadikan pelabuhan berlabuhnya Nyoman Tirtawan? Ternyata Partai Golkar menjadi pilihan massa pendukung Tirtawan. Mereka menginginkan Tirtawan yang dikenal politisi pejuang hak rakyat, bersih dan jauh noda korupsi itu menginginkan tokoh idola mereka bergabung dengan Partai Golkar.

Massa pendukung Tirtawan yang tergolong super fanatic di Bali Utara itu menilai bahwa Tirtawan lebih baik kembali ke kawitannya NasDem yakni Partai Golkar. Dikatakan demkian karena Surya Paloh dan teman-temannya pendiri NasDem sebelumnya adalah pentolan Partai Golkar.

“Kami, massa pendukung Pak Nyoman Tirtawan, memberikan masukan kepada Pak Nyoman Tirtawan untuk bergabung dengan Partai Golkar. Karena kami melihat Partai Golkar lebih demokratis daripada Partai NasDem yang mengaku partainya restorasi tapi justru dikatator dan otoriter,” tandas Dewa Jack, pendukung fanatic Tirtawan dari Kota Singaraja. “Kami lebih setuju kalau Pak Tirtawan kembali ke kawitan NasDem yaitu Partai Golkar,” tambahnya lagi.

Menurut Dewa Jack, bila Tirtawan bergabung dengan Golkar maka keduanya saling menguntungkan. Pertama, Tirtawan diuntungkan karena memiliki kendaraan politik yang kuat dan mapan sehingga ia bisa mencurahkan segala impian pembangunan melalui Partai Golkar yang sudah mapan tersebut.

“Kedua, Partai Golkar sangat diuntungkan karena mendapatkan figur bersih, jujur, petarung sejati dan memiliki jiwa sosial yang tinggi sehingga akan berdampak positif bagi citra dan elektabilitas Partai Golkar,” papar Dewa Jack.

Kata dia, kehadiran Tirtawan di Golkar nanti dengan sendirinya sudah membawa massanya yang fanatic berjumlah 7.800an itu sehingga bakal menambahkan kursi Golkar di DPRD Bali bila Tirtawan didorong kembali ke Renon. “Golkar duduk manis sudah mendapat 7.800-an pendukung yang pasti. Ini menjadi kekalahan NasDem. Karena kader NasDem yang sekarang dibangga-banggakan itu temporer yang tidak memiliki akar di Bali terutama di Buleleng,” tandasnya.

Dukungan serupa juga disampaikan oleh koorlap massa pendukung Tirtawan lainnya yakni Karel Bela. Pria yang dulu menjadi aktor membumihanguskan Kota Singaraja pada tanggal 22 Oktober 1999 lalu itu menyatakan bahwa tempat terbaik buat Tirtawan adalah Golkar. “Bos (sebutan untuk Nyoman Tirtawan, red) bagusnya gabung di Golkar. Golkar top cer. Kami pasti bersama Bos di Golkar kalau Bos gabung Golkar. Itu sudah pasti,” ucap Karel dengan penuh semangat.

Pentolan massa pendukung Tirtawan dari wilayah timur Buleleng, Made Ardiawan, memaparkan figur Tirtawan merupakan “emas putih” yang tidak kesulitan mendapatkan tempat baru. Karena, kata dia, “emas putih” merupakan berlian termahal dan terbaik yang diincar semua orang. “Pak Tirtawan ibaratnya ‘emas putih’ yang diincar semua orang. Jadi, begitu dilepas NasDem, langsung saja disambar partai-partai besar. Pimpinan partai mana sih yang tidak ingin memiliki figur terbaik yang sudah berprestasi level nasional dan sudah memiliki basis massa seperti Pak Tirtawan? Pasti semua partai ingin melamar Pak Tirtawan. Makanya, NasDem rugi besar, NasDem sudah kehilangan 7800an suara, dan nanti kalau Golkar ambil Pak Tirtawan, maka dengan sendirinya Golkar sudah mendapat amunisi baru sebanyak 7.800an suara,” urai Ardiawan.

Ardiawan kemudian membeberkan prestasi Tirtawan saat menjadi anggota DPRD Bali periode 2014-2019 lalu. Prestasi unik nan menonjol dan hanya satu-satu anggota dewan yang berani fight sendiri melawan egonomi mafia di legislative dan eksekutif, adalah kala Tirtawan dengan gagah berani membatalkan dana Rp 98 miliar di pos KPU Bali untuk Pilgub 2018 lalu. “Secara nasional bahkan sejak Indonesia merdeka tahun 1945 sampai saat ini, Pak Tirtawan adalah satu-satunya anggota yang berani melawan maling-maling di eksekutif dan legislative dan berhasil menyelamatkan uang rakyat Bali sebesar Rp 98 miliar. Coba bayangkan, 1 anggota dewan melawan 54 anggora dewan Provinsi Bali lainnya, dan berhasil. Itu hanya Tirtawan yang bisa lakukan itu,” paparnya memuji.

“Kemana pun Pak Tirtawan pergi, kami ikut. Kalau Pak Tirtawan ke Golkar, kami pasti semua ke Golkar,” sambung Marten, seorang pendukung fanatic Tirtawan dari Sumberkima, Kecamatan Gerokgak.

Kadek Ariani, seorang ibu muda dari Petandakan, juga mengaku sebagai pendukung fanatic Nyoman Tirtawan. “Walaupun saya belum pernah tatap muka langsung dengan Pak Nyoman (sebutan Nyoman Tirtawan, red) tapi saya kagum dengan program dia. Terutama keberanian Pak Nyoman memperjuangkan rakyat kecil. Ya, kalau Pak Nyoman ke Golkar, sudah pasti kami ikut,” ucap Ariani tanpa ragu.

“Yang saya tahu selama ini, kalau Bansos lewat Pak Nyoman itu tidak pernah dipotong, berapa dana Bansos yang keluar, semuanya dikasih ke masyarakat. Utuh dikasih ke masyarakat. Tidak seperti angggota dewan lainnya, potong persenan untuk timnya,” ungkap Ariani lagi. frs/*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: