Penghargaan

Tu Cedil, Linmas Desa Sangeh, Diberi Penghargaan oleh Kapolres Badung

Selamatkan Seorang Ibu Asal Gianyar dari Upaya Bunuh Diri

Mangupura, SINARTIMUR.com – Aksi heroik yang dilakukan anggota Linmas Desa Sangeh, Badung, memang layak mendapat acungan kedua jempol.

Betapa tidak? Ketika seorang wanita berinisial LM, 36, asal Gianyar yang sedang mengalami depresi berat karena tertimpa persoalan keluarga nyaris mengakhiri hidupnya dengan menceburkan diri ke sungai. Dan di saat yang tepat I Putu Gede Saputra yang akrab disapa Tu Cedil berhasil menyelamatkan nyawanya dari maut.

Atas kesuksesan aksinya tersebut, Tu Cedil Selasa (21/09/2021) pagi tadi menerima penghargaan dari Kapolres Badung. Penghargaan ini sebagai ungkapan terima kasih atas tindakan heroiknya.

Saat ditemui di kediamannya di Jalan Umah Anyar, Banjar Batusari, Desa Sangeh, Tu Cedil membenarkan bahwa tadi paginya dia diberikan penghargaan oleh Kapolres Badung. “Benar, tadi pagi saya mendapat penghargaan dari Bapak Kapolres. Saya merasa bergembira dan berterima kasih kepada beliau,” ucap Linmas Desa Sangeh ini.

Ditanya kapan dan bagaimana kronologi penyelamatan tersebut, Tu Cedil pun menceritakan bahwa kejadian tersebut berlangsung di jembatan penghubung Desa Sangeh dengan Desa Cau Belayu pada pukul 12.02 malam tanggal 1 September 2021 lalu. Saat itu Tu Cedilpas lewat di jembatan tersebut melihat seorang wanita sedang menangis.Karena merasa gelagatnya yang mencurigakan, ia balik lagi ke lokasi bersama Putu Nanda Wiguna yang kebetulan sebagai Pecalang.

Begitu melihat sikapnya yang sudah nekad hendak menceburkan diri ke sungai, di saat itulah seperti adegan film Tu Cedil dan Wiguna memeluk dan menarik wanita malang tersebut dan mengamankan di sebuah warung dekat lokasi. “Selanjutnya ditangani oleh pihak berwajib,” tutur Tu Cedil.

Menariknya, ada sebuah saran menarik dari Tu Cedil kepada para peitnggi agar jembatan tersebut diisi tembok agar tidak ada lagi kejadian seperti itu. Karean, kata dia, kejadian seperti itu sudah beberapa kali di jembatan itu.

“Kalau boleh saya minta agar tidak terulang lagi upaya-upaya bunuh diri, di jembatan itu harus diisi tembok yg agak tinggi serta agar ada petugas ronda secara terpadu. Karena jembatan itu kan milik dua wilayah, yaitu Badung dan Tabanan. Di samping itu baik Linmas maupun Pecalang harus benar- benar bersatu dan saling komunikasi aktif sehingga keamanan dan ketertiban di lingkungan kita selalu terjaga,” pintanya.

Sementara I Wayan Merta, ayah kandung Tu Cedil juga merasa berbangga kepada anaknya yang telah berhasil menyelamatkan nyawa seorang ibu yang berencana bunuh diri. asa/frs/*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: