Nasional

Gubernur Bali Wayan Koster Sampaikan Pidato Empat Tahun Kepemimpinnya Bersama Wagub Cok Ace

Denpasar, SINARTIMUR.com – Gubernur Bali DR Ir I Wayan Koster, MM, dan Wagub Bali Prof DR Ir. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, M.Si, yang akrab disapa Cok Ace, pertanggal 5 September 2018 dilantik Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Bali periode 2018-2023. Ini artinya, pertanggal 5 September 2022, genap sudah 4 tahun Gubernur Koster dan Wagub Cok Ace berkuasa di Bali.

Sejumlah prestasi diukir pasangan Gubernur Koster dan Wagub Cok Ace selama empat tahun memimpin Pulau Dewata. Seperti terungkap dalam pidato empat tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur pada Rabu 28 September 2022.

Agar tidak terjadi gagal pemahaman terhadap pidato Gubernur Bali itu, maka redaksi akan menurunkan naskah pidato Gubernur Bali DR Ir I Wayan Koster, MM, secara utuh, seperti berikut ini.

Om Swastiastu,
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam Sejahtera,
Salom, Namo Budaya,
Salam Kebajikan,
Rahayu untuk Kita semua.

Sane Dahat Subhaktinin Titiang,
Ida Shri Bhagawan Putra Natha Wangsa Pamayun.

Yang Titiang Hormati,
– Wakil Gubernur Bali;
– Ketua DPRD Provinsi Bali;
– Forkopimda Provinsi Bali;
– Sekretaris Daerah Provinsi Bali;
– Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Dekranasda Provinsi Bali;
– Walikota dan Bupati se-Bali;
– Ketua DPRD Kota dan Kabupaten se-Bali;
– Bandesa Agung Majelis Desa Adat Provinsi Bali;
– Undangan lainnya, Hadirin, serta seluruh Krama Bali dan Adik-adik generasi muda yang Titiang cintai, di mana pun berada yang hadir langsung da mengikuti secara daring.
Astungkara, semua senantiasa dalam keadaan sehat dan berbahagia.

Puja pangastuti dan rasa angayubagya Kita panjatkan kehadapan Hyang Widhi Wasa, pada hari ini, Rabu (Buda Paing, Wayang), 28 September 2022, Kita dapat hadir bersama, baik yang hadir langsung maupun secara daring dalam mengikuti Acara Pidato Empat Tahun Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali.

Sejak dilantik sebagai Gubernur Bali Periode 2018-2023 berpasangan dengan Wakil Gubernur, Tjok Oka Sukawati, oleh Yang Mulia, Presiden RI, Bapak Ir. Joko Widodo, pada Rabu (Buda Pon, Bala), 5 September 2018 di Istana Negara, Jakarta, Titiang berketetapan hati, untuk menyampaikan Pidato yang berisi Laporan Kinerja dan Capaian Pembangunan pada setiap tahun kepemimpinan. Laporan ini disampaikan sebagai bentuk pertanggungjawaban konstitusional, politik, dan moral Titiang kepada seluruh Krama Bali yang telah memberikan kepercayaan untuk memimpin Bali melalui Pemilu Kepala Daerah pada tanggal 27 Juni 2018. Selama 4 Tahun Memimpin Bali, ijinkan Titiang menyampaikan Pidato 4 Tahun Kepemimpinan. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini disampaikan tidak bertepatan pada tanggal 5 September 2022, karena menyesuaikan dengan pelaksanaan Acara Groundbreaking Pembangunan Jalan Tol Jagat Kerthi Bali, tanggal 10 September 2022.

Sesuai janji politik yang disampaikan pada saat kampanye, Titiang senantiasa meneguhkan komitmen secara konsisten melaksanakan arah kebijakan dan Program Prioritas yang telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2018-2023, sebagai implementasi Visi: “NANGUN SAT KERTHI LOKA BALI” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju BALI ERA BARU.

Bali Era Baru diwujudkan dengan menata secara fundamental dan komprehensif pembangunan Bali yang mencakup tiga aspek utama: Alam, Manusia, dan Kebudayaan Bali, bersumber dari nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi.

Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, diwujudkan dengan Pembangunan Daerah yang meliputi Lima Bidang Program Prioritas dalam Pola Pembangunan Semesta Berencana yaitu: Prioritas 1: Bidang Pangan, Sandang, dan Papan; Prioritas 2: Bidang Kesehatan dan Pendidikan; Prioritas 3: Bidang Jaminan Sosial dan Ketenagakerjaan; Prioritas 4: Bidang Adat, Agama, Tradisi, Seni dan Budaya; Prioritas 5: Bidang Pariwisata. Lima Bidang Program Prioritas tersebut didukung dengan pembangunan infrastruktur darat, laut, dan udara secara terintegrasi dan terkoneksi.

Program Prioritas diselenggarakan secara tertata dengan dilandasi 20 Peraturan Daerah dan 27 Peraturan Gubernur. Juga dilaksanakan dengan 4 Surat Edaran, masing-masing berkaitan dengan: Penggunaan Kain Tenun Endek Bali/Kain Tenun Tradisional Bali; Pemanfaatan Produk Garam Tradisional Lokal Bali; Tata-Titi Kehidupan Masyarakat Bali Berdasarkan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Sad Kerthi dalam Bali Era Baru; dan Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di Provinsi Bali.

Semua peraturan tersebut benar-benar sangat progresif, transformatif, dan inovatif, sehingga mendapatkan apresiasi dan dukungan dari berbagai kalangan masyarakat lokal, nasional, bahkan internasional, karena dinilai sangat berpihak pada kearifan lokal dan sumber daya lokal, serta terbukti mampu mendorong perubahan dalam berbagai bidang kehidupan tatanan Bali Era Baru.

Sameton Krama Bali yang Titiang Hormati,

Selanjutnya Titiang sampaikan pencapaian pelaksanaan pembangunan Lima Bidang Program Prioritas dan program pendukung diuraikan sebagai berikut.Pencapaian pembangunan Bidang Pangan, Sandang, dan Papan telah dilaksanakan secara konsisten dari hulu sampai hilir, ditunjukkan dengan komitmen kuat melalui berbagai upaya untuk memproduksi, mengembangkan, memasarkan, dan memanfaatkan produk lokal Bali.

Pencapaian pembangunan dalam Bidang Pendidikan ditandai dengan percepatan peningkatan akses dan mutu pendidikan SMA/SMK/SLB, peningkatan kesejahteraan guru dan kepala sekolah, dan peningkatan tata kelola penyelenggaraan pendidikan, serta fasilitasi beasiswa SMA/SMK untuk melanjutkan studi ke luar negeri di berbagai perguruan tinggi terkemuka di dunia.

Pencapaian pembangunan Bidang Kesehatan ditandai dengan percepatan peningkatan akses dan mutu layanan kesehatan kepada masyarakat, peningkatan jangkauan jaminan kesehatan, dan peningkatan tata kelola penyelenggaraan layanan kesehatan. Selain layanan kesehatan konvensional, juga telah dilakukan terobosan inovatif dan visioner berupa program layanan kesehatan tradisional Bali, dan pembangunan industri obat herbal berbasis kearifan lokal Bali.

Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, benar-benar telah diwujudkan dengan pencapaian pembangunan Bidang Adat, totalitas, semakin mantap dan kokoh, ditandai dengan komitmen nyata, yaitu: penguatan kedudukan, fungsi, dan kewenangan Desa Adat; mengalokasikan anggaran untuk Desa Adat; membangun perekonomian Desa Adat; membangun Sistem Pengamanan Lingkungan Terpadu berbasis Desa Adat (SIPANDU BERADAT); dan membangun Kantor Majelis Desa Adat Provinsi/Kota/Kabupaten yang dilengkapi sarana prasarana penunjang.

Tekad kuat, konsisten, dan sungguh-sungguh dalam membangun
Bidang Tradisi, Seni-Budaya, dan Kearifan Lokal telah menunjukkan hasil yang nyata guna memperkuat dan memajukan kebudayaan Bali, ditandai dengan terobosan yang original, visioner, berani, dan inovatif, yaitu: meningkatkan kualitas penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali diisi dengan Jantra Tradisi Bali dan Perayaan Budaya Dunia; menyelenggarakan Festival Seni Bali Jani; penyelenggaraan Bulan Bung Karno dan penyelenggaraan Tata-Titi Kehidupan Masyarakat Bali Berdasarkan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Sad Kerthi dengan perayaan Rahina Tumpek secara Niskala-Sakala, mulai tahun 2022. Pencapaian ini merupakan wujud nyata itikad dan tekad kuat untuk memperkokoh jati diri dan karakter Nak Bali, Bali Kui, dengan nilai-nilai religius, kultural, dan ideologis.

Pembangunan Bidang Pariwisata diselenggarakan dengan menetapkan haluan pariwisata Bali berbasis budaya, berkualitas, dan bermartabat ditandai dengan pencapaian: membangun Platform kebijakan kepariwisataan Bali yang menjaga adat, tradisi, seni-budaya, dan kearifan lokal Bali; membangun daya tarik pariwisata baru berkelas dunia; berpihak pada sumber daya lokal Bali, mengangkat harkat dan martabat petani, nelayan, dan perajin lokal Bali; serta berdampak langsung pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan Krama Bali secara berkelanjutan.

Pencapaian Pembangunan Infrastruktur dan Sarana-Prasarana Strategis

Bali Era Baru juga ditandai dengan percepatan pencapaian pembangunan infrastruktur dan sarana-prasarana strategis yang fundamental dan monumental, Ngider Bhuwana, antara lain: Pembangunan Pelindungan Kawasan Suci Pura Agung Besakih; Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali; Pembangunan Shortcut Singaraja-Mengwitani; Pembangunan Jalan Tol Jagat Kerthi Bali; Pembangunan Pelabuhan Segitiga Sanur, Sampalan, dan Bias Munjul; Pembangunan Bali Maritime Tourism Hub; Pembangunan Bendungan Sidan di Badung dan Bendungan Tamblang di Buleleng; serta Pembangunan Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali. Pembangunan ini menggunakan dana bersumber dari APBD Semesta Berencana Provinsi Bali dan APBN. Meskipun menghadapi keterbatasan anggaran dalam masa Pandemi COVID-19, astungkara, pembangunan tetap bisa berjalan dan selesai sesuai target waktu. Pembangunan infrastruktur dan sarana prasana strategis ini berdampak langsung untuk: menumbuhkan daya tarik pariwisata baru; menciptakan pusat-pusat perekonomian baru; menyeimbangkan pembangunan wilayah Bali Utara-Selatan-Barat-Timur dan Tengah; meningkatkan kapasitas perekonomian Bali; meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Bali; dan menjadi sumber baru Pendapatan Asli Daerah Provinsi dan Kota/Kabupaten se-Bali.

Pencapaian dalam Menjaga Alam Bali Bersih

Pewujudan Bali Era Baru untuk menjaga Alam Bali bersih, sehingga tercipta kehidupan masyarakat Bali yang sehat dan berkualitas dilaksanakan dengan kebijakan: Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih; memantapkan pelaksanaan program Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai; memantapkan pelaksanaan program pengelolan sampah berbasis sumber di Desa/Kelurahan dan Desa Adat; membangun 102 Unit TPS-3R di Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan; dan Membangun 3 Unit Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Denpasar.

Inisiatif Titiang melaksanakan program Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, mendapat respons positif, apresiasi, dan dukungan penuh dari Bapak Menko Kemaritiman dan Investasi, Menteri BAPPENAS, dan Menteri PUPR, sehingga berhasil memperoleh dukungan anggaran dari APBN.

Pengoperasian Tiga Unit TPST di Denpasar mampu mengolah sampah lebih dari 1.000 ton per hari, maka TPA Sarbagita Suwung yang menjadi tempat penumpukan sampah sejak berpuluh-puluh tahun, akan ditutup pada akhir bulan Oktober 2022, sebelum pelaksanaan Pertemuan Presidensi G20, bulan November 2022.

Pencapaian Bidang Perekonomian

Pembangunan bidang perekonomian, secara genial dibangun melalui Transformasi Ekonomi dengan Ekonomi Kerthi Bali, yaitu konsep perekonomian baru dalam upaya menyeimbangkan struktur dan fundamental perekonomian Bali. Ekonomi Kerthi Bali untuk mewujudkan Bali Berdikari dalam Bidang Ekonomi, dibangun dan dikembangkan berlandaskan nilai-nilai filosofi Sad Kerthi dengan menerapkan 11 (sebelas) prinsip. Ekonomi Kerthi Bali memiliki 6 (enam) Sektor Unggulan sebagai Pilar Perekonomian Bali, yaitu:

1) Sektor Pertanian dalam arti luas dengan Sistem Pertanian Organik;
2) Sektor Kelautan/Perikanan; 3) Sektor Industri Manufaktur dan Industri Berbasis Budaya Branding Bali; 4) Sektor IKM, UMKM, dan Koperasi; 5) Sektor Ekonomi Kreatif dan Digital; dan 6) Sektor Pariwisata berbasis budaya, berkualitas dan bermartabat.

Enam Sektor Unggulan Ekonomi Kerthi Bali merupakan perekonomian yang harmonis terhadap Alam, hijau/ramah lingkungan, menjaga kearifan lokal, berbasis sumber daya lokal, berkualitas, bernilai tambah, berdaya saing, tangguh, dan berkelanjutan.

Ekonomi Kerthi Bali telah dijadikan percontohan dalam transformasi ekonomi nasional oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional RI yang dituangkan dalam dokumen Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali: Hijau, Tangguh, Sejahtera, telah diresmikan oleh Presiden RI, Bapak Ir. Joko Widodo,
Jumat (Sukra Pon, Medangsia), 3 Desember 2021.

Pencapaian Program Reforma Agraria

Langkah besar yang sangat bersejarah sebagai pencapaian Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam Bali Era Baru ditandai dengan terobosan berani dibidang Reforma Agraria, yakni berpihak nyata kepada rakyat kecil yang berpuluh-puluh, bahkan sampai ratusan tahun menghadapi masalah pertanahan yang tidak kunjung selesai. Astungkara, Titiang dapat menyelesaikan masalah tanah sampai saat ini, total keseluruhannya seluas 463,26 hektare, terdiri dari 1.836 sertifikat secara gratis, yaitu: hak kepemilikan tanah warga Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerogak, Kabupaten Buleleng, dengan luas 458,76 hektare, terdiri dari 800 sertifikat untuk tempat tinggal warga dan 813 sertifikat untuk tanah garapan warga; menyelesaikan sertifikat hak kepemilikan tanah tempat tinggal warga Kelurahan Tanjung Benoa, Kabupaten Badung, seluas 2,1 hektare terdiri dari 90 sertifikat; menyelesaikan sertifikat hak kepemilikan tanah tempat tinggal warga Tukad Unda, Kelurahan Semarapura Kangin, Klungkung seluas 1,3 hektare, terdiri dari 69 sertifikat; dan menyelesaikan sertifikat hak kepemilikan tanah tempat tinggal warga Tukad Unda, Kelurahan Semarapura Kelod Kangin, Klungkung seluas 1,1 hektare, terdiri dari 64 sertifikat. Kini, warga yang telah menerima sertifikat merasa hidupnya sangat bahagia, telah memiliki kepastian hak milik tanah yang ditempati dan tanah garapan, selama hidupnya secara turun-menurun, karena tidak boleh beralih kepemilikan.

Tata Kelola Pemerintahan

Bali Era Baru ditandai dengan terwujudnya Tata Kelola Pemerintahan
Provinsi Bali yang efektif, efisien, transparan, akuntabel, serta bersih dari korupsi, dilakukan reformasi birokrasi, terdiri dari: membangun sistem Pelayanan Administrasi dan Kinerja Kepegawaian berbasis elektronik bagi ASN; mengisi jabatan Organisasi Perangkat Daerah secara transparan berbasis kompetensi, dengan sistem merit; merampingkan Organisasi Perangkat Daerah dari 49 menjadi 38; Menuntaskan tranformasi jabatan struktural ke jabatan fungsional agar birokrasi menjadi semakin profesional, efektif, efisien, dan fleksibel; dan memantapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.

Pencapaian Penanganan Pandemi COVID-19

Pencapaian penanganan Pandemi COVID-19 di Bali semakin membaik dan stabil, ditandai dengan: jumlah kasus baru terus menurun dengan konsisten; jumlah yang masuk ke Rumah Sakit semakin menurun, jumlah yang sembuh semakin meningkat; jumlah yang meninggal mendekati nol (hampir tidak ada yang meninggal); dan pencapaian vaksinasi semakin meningkat,
vaksinasi ke-1 mencapai 107%, vaksinasi ke-2 mencapai 98%, dan vaksinasi ke-3 (booster) sudah mencapai lebih dari 80%. Penanganan Pandemi COVID-19 di Bali termasuk dalam kategori terbaik di Indonesia, demikian halnya pencapaian vaksinasi di Bali tercepat dan tertinggi di Indonesia.

Pariwisata dan Perekonomian Bali Pulih dan Bangkit Kembali

Semakin membaik kondisi Pandemi COVID-19 dan tingginya vaksinasi di Bali, telah mampu kembali menjadikan Bali sebagai destinasi wisata yang nyaman, aman, dan kondusif untuk dikunjungi oleh wisatawan domestik dan
wisatawan mancanegara. Sejak diberlakukan kebijakan tanpa karantina bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali, mulai tanggal 7 Maret 2022, jumlah wisatawan ke Bali melalui pintu Bandara I Gusti Ngurah Rai terus mengalami peningkatan: saat ini, wisatawan domestik sudah mencapai lebih dari 12.000 orang kedatangan per hari, dan wisatawan mancanegara sudah mencapai lebih dari 10.000 orang kedatangan per hari. Demikian juga, jumlah penerbangan internasional yang langsung ke Bali terus bertambah, sampai saat ini telah mencapai 24 maskapai.

Semakin meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan yang datang ke Bali, adalah keberhasilan berkat keberanian memperjuangkan kebijakan tanpa karantina dan pemberlakuan Visa on Arrival (VOA) untuk 72 negara dan bebas Visa untuk 9 negara ASEAN. Saat ini, jumlah kedatangan wisatawan mancanegara ke Bali telah mencapai lebih dari 50% dari jumlah kedatangan pada situasi normal sebelum Pandemi COVID-19, yang dicapai sejak akhir Juli 2022. Sedangkan jumlah kedatangan wisatawan domestik baru mencapai 40% dari situasi normal sebelum Pandemi COVID-19. Pencapaian ini jauh lebih tinggi dan lebih cepat dari target yang direncanakan sebesar 35% pada bulan Desember 2022.

Pencapaian yang sangat baik ini juga berkat kepercayaan masyarakat nasional dan internasional terhadap Bali semakin meningkat, sehingga event nasional dan internasional semakin banyak diselenggarakan di Bali, yaitu: pertemuan Konvensi Minamata, pertemuan Parlemen se-Dunia, pertemuan Pengurangan Risiko Bencana se-Dunia, dan berbagai pertemuan internasional sebagai rangkaian Pertemuan Presidensi G20. Meningkatnya kunjungan wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara ke Bali secara langsung telah berdampak pada pemulihan pariwisata dan pemulihan perekonomian Bali, Bali mulai bangkit kembali.

Hal ini ditunjukkan dengan pertumbuhan perekonomian Bali yang terus meningkat sejak munculnyaPandemi COVID-19 tahun 2020: tahun 2020, perekonomian Bali mengalami keterpurukan ditandai dengan pertumbuhan negatif (kontraksi), sebesar -9,31%; tahun 2021 dengan pertumbuhan negatif (kontraksi), sebesar -2,47%; tahun 2022 pada Triwulan I dengan pertumbuhan mulai positif, sebesar 1,46%; dan pada Triwulan II dengan pertumbuhan positif sebesar 3,04%. Kita berharap pada Triwulan III akan meningkat mendekati 3,5% dan Triwulan IV sudah mencapai 4%. Astungkara, BADAI PASTI AKAN BERLALU.

Predikat dan Prestasi

Pencapaian Bali Era Baru juga ditandai berbagai predikat dan prestasi, di antaranya: mempertahankan Bali sebagai pulau dengan predikat destinasi terpopuler dunia; meningkatkan omset penjualan produk Busana Adat Bali dan Endek Bali/Kain Tradisional Bali; telah menggeliat penggunaan dan usaha minuman destilasi Arak Bali; Telah diperoleh Hak Kekayaan Intelektual sebanyak 237 sertifikat; provinsi pertama yang berhasil melaksanakan kebijakan tranformasi jabatan struktural ke fungsional; dan satu-satunya dari 34 Provinsi di Indonesia yang berani melakukan Reformasi Birokrasi secara progresif dengan merampingkan jumlah Perangkat Daerah.

Prestasi Kinerja Pemerintah Provinsi Bali

Secara keseluruhan, pencapaian prestasi kinerja Pemerintah Provinsi Bali sangat baik, dibuktikan dengan:
1. Nilai BB (Baik Sekali) untuk Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, tahun 2021.
2. Nilai BB (Baik Sekali) untuk pelaksanaan program Reformasi Birokrasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi,
tahun 2021.
3. Penghargaan kategori Sangat Baik dalam penerapan Sistem Merit, dari
Komisi Aparatur Sipil Negara, tahun 2021.
4. Penghargaan Peringkat I Badan Kepagawaian Negara AWARD dalam Implementasi Penilaian Kinerja, tahun 2021.
5. Penghargaan Peringkat I Badan Kepagawaian Negara AWARD tahun 2021 dalam Komitmen Pengawasan dan Pengendalian.
6. Opini Wajar Tanpa Pengecualian dengan kualitas semakin baik dalam tata kelola keuangan daerah dari BPK RI, 9 kali berturut-turut sampai tahun 2021.
7. Peringkat Satu Terbaik Nasional untuk pelaksanaan program Strategi Nasional Pencegahan Korupsi dari KPK RI, tahun 2020.
8. Peringkat Satu Terbaik Nasional dalam program MCP Koordinasi, Supervisi, dan Pencegahan Korupsi dari KPK RI, tahun 2020 dan 2021.
9. Urutan Teratas dalam Indeks Keterbukaan Informasi Publik dengan skor 83,15 dari 34 Provinsi di Indonesia, tahun 2021.
10. Pengakuan dari The International Energy Agency (IEA) tahun 2020, terhadap visi “NANGUN SAT KERTHI LOKA BALI” sebagai kebijakan Pemerintah Daerah dalam Menerapkan Pembangunan Rendah Karbon berdasarkan hasil study di 100 kota dari 40 negara.
11. Pencapaian Angka Terendah jumlah Stunting sebesar 10,9%, dari
34 Provinsi di Indonesia, dari Kementerian Kesehatan RI, tahun 2021.
12. Satu-satunya provinsi memperoleh kategori Sangat Baik, dengan
indeks 3,68 dalam penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik dari 34 Provinsi di Indonesia, oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, tahun 2021.
13. Rangking Pertama dalam Penilaian Kualitas Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi dari 34 Provinsi di Indonesia dan semua Kementerian/Lembaga, dari Komisi Aparatur Sipil Negara, tahun 2021.
14. Anugerah Kualitas Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi kategori
Sangat Baik, dari Komisi Aparatur Sipil Negara, tahun 2022.
15. Peringkat Terbaik Pertama Pengelola Program Indonesia Pintar,
dari 34 Provinsi di Indonesia, oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, tahun 2022.
16. Peringkat Terbaik dalam Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional, dari 34 Provinsi di Indonesia, oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, tahun 2022.
17. Kategori Tinggi dari 16 Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah yang menjadi proyek percontohan dalam Indeks Kode Etik dan Kode Perilaku Aparatur Sipil Negara, oleh Komisi Aparatur Sipil Negara, tahun 2022.

Penghargaan kepada Gubernur Bali

Atas prestasi kerja yang dicapai, Gubernur Bali memperoleh penghargaan dari Pemerintah dan Lembaga, antara lain:
1. Penghargaan pelaksanaan PPKM Mikro Terbaik yang Memiliki Strategi Terbaik dan Peran Paling Efektif dalam Tata Kelola Pengendalian COVID-19, dari Bapak Kapolri, tahun 2021.
2. Penghargaan pelaksanaan PPKM Mikro Terbaik yang Memiliki Strategi Terbaik dan Peran Paling Efektif dalam Tata Kelola Pengendalian COVID-19, dari Bapak Panglima TNI, tahun 2021.
3. Penghargaan Khusus Pembangunan Daerah “Bidang Ekonomi Hijau Dan Rendah Karbon”, dari Bapak Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional RI, tahun 2021.
4. Penghargaan Khusus Pembangunan Daerah “Bidang Ekonomi Sirkular”, dari Bapak Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional RI, tahun 2022.
5. Penghargaan PEOPLE OF THE YEAR 2021 untuk kategori
Best Governor for Healthcare & Action Against Pandemic, dari MetroTV, tahun 2021.
6. Penghargaan PUBLIC LEADER AWARDS 2022 untuk kategori
Good Governance, dari Berita Satu, tahun 2022.
7. Penghargaan INDONESIA GREEN ECONOMY AWARD 2022, kategori
Best Leader for Green Economy Implementation Throught
“Ekonomi Kerthi Bali”, dari Warta Ekonomi.co.id, tahun 2022.

Sameton Krama Bali Yang Titiang Hormati,

Ditengah upaya kuat Kita bersama dalam menangani Pandemi COVID-19, dalam waktu bersamaan program pembangunan yang bersejarah, fundamental, dan monumental tetap dapat dilaksanakan, serta mencapai target yang telah ditetapkan. Pencapaian pembangunan ini merupakan implementasi nyata Visi NANGUN SAT KERTHI LOKA BALI melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju BALI ERA BARU. Pencapaian Visi ini sekaligus mewujudkan prinsip Trisakti Bung Karno secara utuh di Bali: berdaulat secara politik, berdiri diatas kaki sendiri (berdikari) secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Titiang menyadari seluruh keberhasilan dan pencapaian tersebut berkat asung kertha wara nugraha Hyang Widhi Wasa, Ida Bhatara Sasuhunan, Ida Dalem Raja-raja Bali, Guru-guru Suci, dan Leluhur Bali. Juga atas doa restu, dukungan, dan partisipasi aktif dari Pemerintah, para pihak serta seluruh Krama Bali.

Atas pencapaian tersebut, Titiang menghaturkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Yang Mulia, Presiden RI, Bapak Ir. Joko Widodo beserta seluruh jajaran Kabinet Indonesia Maju atas segala dukungan yang sangat besar dalam Pembangunan Bali. Ucapan terima kasih juga dihaturkan kepada Yang Mulia, Presiden ke-5 RI, Ibu Prof. Dr. (HC) Megawati Soekarnoputri atas segala perhatian, arahan, dan bimbingan dalam pembangunan Bali.

Demikian pula, ucapan terimakasih disampaikan kepada pihak yang telah menyampaikan saran konstruktif dan kritik keras-pedas. Terhadap kritik keras dan pedas yang disampaikan melalui media sosial tersebut, Titiang memandang sebagai suatu kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam pelaksanaan pembangunan Bali.

Dalam konteks inilah, Titiang menyadari sepenuhnya bahwa Alam Bali beserta Isinya; pada akhirnya secara alamiah membangun kesadaran Titiang, secara tulus menerima berbagai sikap pribadi masyarakat terhadap Pemimpinnya; ada yang menghargai, memuji, menghormati; atau sebaliknya, ada yang mencaci-maki, menghujat, bahkan memfitnah. Terhadap semua itu, Titiang terima dengan ruang yang sama. Layaknya lautan luas nan dalam, selalu menampung apa pun yang datang, dan pada akhirnya dilebur di dalamnya. Begitu juga jiwa dan raga Titiang sudah menjadi ruang yang luas untuk menerima kehadiran berbagai sikap pribadi masyarakat dalam posisi yang sama.

Bahkan terhadap yang mencaci-maki, menghujat, dan memfitnah,
Titiang maknai sebagai bagian dari proses pembersihan jiwa dan raga Titiang, sehingga pribadi Titiang yang banyak kekurangan menjadi lebih baik dan semakin matang sebagai pribadi dan Pemimpin Bali. Astungkara, pada saatnya akan tiba, semua itu Titiang jawab dengan hasil kerja yang Titiang pertanggungjawabkan secara Niskala-Sakala.

Sebagai manusia biasa, Titiang tidak luput dari kekurangan dan kesalahan, salah kata, salah sikap, salah tindakan dalam memimpin pembangunan Bali, oleh karena itu Titiang mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Titiang bersama Wakil Gubernur Bali menegaskan kembali, siap ngayah secara total, lascarya Niskala-Sakala, untuk memimpin pembangunan Bali, melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan fokus, tulus, dan lurus
dalam kondisi apa pun.

Pada kesempatan yang baik ini, Titiang mengajak seluruh Sameton Krama Bali dan adik-adik generasi muda yang Titiang banggakan, agar berpartisipasi aktif, solid bergerak, dengan meneladani ajaran Bung Karno yakni: bergotong-royong; pembantingan tulang bersama, memeras keringat bersama, perjuangan bantu-binantu bersama, amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua, guna mewujudkan Visi: “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana memasuki Bali Era Baru.

Astungkara, Ida Bhatara Sasuhunan, Guru-Guru Suci, dan Ida Dalem/Raja-Raja Bali, Leluhur Bali senantiasa sweca melindungi, menuntun, dan melimpahkan wara nugraha-Nya kepada Kita sekalian.

Sameton Krama Bali Yang Titiang Hormati

Demikian laporan ini Titiang sampaikan, yang secara lengkap ditayangkan melalui video empat tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali tahun 2022.

Matur Suksma.

Salam, Perjuangan Kita Belum Selesai!!!
Om Shanti, Shanti, Shanti Om.
MERDEKA! MERDEKA! MERDEKA!

Bali, Rabu (Buda Paing, Wayang), 28 September 2022
GUBERNUR BALI,

WAYAN KOSTER

Menyimak pidato Gubernur Koster di atas, ada satu pernyataan yang dinilai sangat bijak menghadapi hujatan atau bullying yang dilakukan para hatters.

“Bahkan terhadap yang mencaci-maki, menghujat, dan memfitnah, Titiang maknai sebagai bagian dari proses pembersihan jiwa dan raga Titiang, sehingga pribadi Titiang yang banyak kekurangan menjadi lebih baik dan semakin matang sebagai pribadi dan Pemimpin Bali. Astungkara, pada saatnya akan tiba, semua itu Titiang jawab dengan hasil kerja yang Titiang pertanggungjawabkan secara Niskala-Sakala,” ucap Gubernur Koster dengan sikap sangat wise (bijak). (frs)

  Banner Iklan Rafting Jarrak Travel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: