Penjarahan di Minimarket dan Gudang Bulog Sibolga
Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia memberikan pernyataan terkait aksi penjarahan yang terjadi di beberapa minimarket dan sebuah gudang Bulog di Sibolga, Sumatera Utara. Peristiwa tersebut menyebar luas di media sosial dan dikaitkan dengan para korban bencana yang membutuhkan bantuan.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigadir Jenderal Trunoyudo Wisnu Andiko, menyatakan bahwa penjarahan terjadi karena hambatan dalam distribusi bantuan pasca-bencana. “Dampak sosial ketika bantuan belum sampai ke masyarakat tentu berpotensi mengakibatkan penjarahan,” ujarnya pada Senin, 1 Desember 2025.
Polisi terus berupaya memaksimalkan proses distribusi logistik, khususnya ke daerah-daerah yang masih terisolir. “Personel Polri bersama stakeholder lainnya masih membuka akses,” kata Truno.
Saat ini, pihak kepolisian telah mengirimkan bantuan logistik sebanyak enam ton ke lokasi bencana. Rinciannya adalah 1,9 ton untuk Aceh, 0,2 ton untuk Sumatera Barat, dan 3,8 ton untuk didistribusikan ke Sumatera Utara. Bantuan tersebut akan dikirimkan melalui jalur udara menggunakan helikopter maupun pesawat yang telah diberangkatkan pagi tadi. “Dibagikan dengan metode airdrop atau bila bisa mendarat, baru kemudian didistribusikan,” tambah Truno.
Aksi penjarahan diketahui terjadi di wilayah Sibolga beberapa hari lalu. “Benar, sudah ditangani oleh polres setempat,” kata Kepala Subbidang Penerangan Masyarakat Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Ajun Komisaris Besar Siti Rohani, kepada Tempo, Ahad, 30 November 2025.
Siti menyatakan bahwa belasan warga yang diduga terlibat dalam aksi penjarahan tersebut kini telah ditangkap oleh Kepolisian Resor Sibolga. “Iya benar (ditangkap),” ujarnya kepada Tempo pada Senin, 1 Desember 2025.
Penjarahan juga terjadi di Gudang Bulog di Kecamatan Sarudik, Kota Sibolga, Sumatera Utara. “Terjadi aksi penjarahan di sejumlah ritel modern di Kota Sibolga. Kondisi tersebut kemudian berlanjut ke Gudang Bulog,” kata Pemimpin Wilayah Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, pada Ahad, 30 November 2025.
Aparat keamanan sempat mencoba menghalau massa, tetapi situasi tidak terkendali karena desakan kebutuhan pangan. “Kami memahami bahwa masyarakat sedang berada dalam situasi darurat,” ujar Budi dalam keterangan tertulis.
Upaya Pemerintah dan Aparat Keamanan
Selain itu, pemerintah dan aparat keamanan terus berkoordinasi untuk memastikan distribusi bantuan dapat berjalan lancar. Dalam beberapa hari terakhir, banyak upaya dilakukan, termasuk penggunaan transportasi udara untuk mencapai daerah-daerah yang sulit dijangkau. Hal ini menjadi langkah penting dalam mengurangi dampak sosial dari kurangnya bantuan yang diterima masyarakat.
Beberapa pihak juga mengkritik perlambatan distribusi bantuan, yang dinilai memicu rasa frustrasi dan kebutuhan mendesak masyarakat. Meski begitu, pihak berwenang berkomitmen untuk mempercepat proses dan memastikan semua korban bencana mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan.
Tindakan Hukum Terhadap Pelaku
Sebagai bagian dari upaya penegakan hukum, polisi telah menangkap sejumlah pelaku penjarahan. Proses hukum ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan mencegah terulangnya kejadian serupa. Selain itu, pihak kepolisian juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga ketertiban dan menghindari tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Kepolisian juga terus berkoordinasi dengan lembaga-lembaga lain seperti Bulog dan organisasi bantuan untuk memastikan distribusi logistik berjalan secara efektif dan adil. Dengan kolaborasi ini, diharapkan semua pihak dapat bekerja sama untuk membangun kembali kehidupan masyarakat yang terkena dampak bencana.
Kesimpulan
Peristiwa penjarahan di Sibolga menjadi peringatan bahwa distribusi bantuan harus lebih cepat dan efisien. Meskipun ada tantangan dalam menghadapi bencana, pihak berwenang tetap berupaya keras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan kerja sama antara pemerintah, aparat keamanan, dan lembaga bantuan, harapan besar dipegang agar masyarakat dapat segera pulih dan kembali stabil.





