Beranda / Berita / Bupati Nagan Raya: Kecamatan Beutong Terisolasi, 85 Persen Infrastruktur Hancur

Bupati Nagan Raya: Kecamatan Beutong Terisolasi, 85 Persen Infrastruktur Hancur

Kondisi Wilayah Nagan Raya Pasca Banjir

JAKARTA, sinartimur.com/

Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan, mengungkapkan bahwa sebanyak 85 persen infrastruktur di empat kecamatan di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, rusak berat akibat banjir yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Hal ini menyebabkan beberapa daerah terisolasi dan memperparah kondisi kemanusiaan masyarakat setempat.

Kecamatan Beutong Masih Terisolasi

Salah satu kecamatan yang paling parah terdampak adalah Kecamatan Beutong, yang hingga saat ini masih terisolasi. Menurut Bupati Teuku, keadaan ini memengaruhi akses transportasi antara Nagan Raya dan Aceh Tengah. Jembatan yang menjadi penghubung utama telah roboh, sehingga jalur darat terputus.

“Kami sedang berusaha untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak banjir bandang,” ujar Teuku dalam dialog Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Selasa (2/12/2025).

Dia menjelaskan, akses jalan negara dari Nagan Raya ke Aceh Tengah tidak dapat digunakan karena jembatannya rusak. Sungai yang mengalir dari satu sumber kini berubah menjadi tiga sungai yang menggenangi empat desa di wilayah tersebut.

Upaya Penyelamatan dan Bantuan

Pihaknya bersama Forkominda, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta TNI/Polri terus berupaya untuk membantu masyarakat yang terkena dampak banjir. Salah satu cara yang digunakan adalah dengan menggunakan jalur tali untuk mengirimkan makanan.

“Sekarang kita mulai bisa menggunakan perahu kecil untuk mengirimkan makanan,” tambahnya.

Masalah Kesehatan Meningkat

Selain itu, kondisi kesehatan masyarakat mulai memburuk. Empat orang warga terpaksa dibawa ke rumah sakit daerah Nagan Raya karena penyakit yang diderita. Perjalanan darat dari ibu kota kabupaten ke Kecamatan Beutong atau Banggalang membutuhkan waktu sekitar dua jam.

“Ini adalah hal yang sangat kami mohonkan perhatian dan bantuan dari pemerintah pusat,” ujar Bupati Teuku.

Kebutuhan Bantuan yang Mendesak

Menurutnya, bantuan yang paling mendesak saat ini adalah makanan dan pakaian bagi warga terdampak. Selain itu, tim medis juga diperlukan untuk memberikan layanan kesehatan.

“Kami juga membutuhkan bantuan berupa drop makanan dari udara. Selain itu, kebutuhan MCK (Mandi, Cuci, Kakus) juga sangat mendesak,” katanya.

Dengan situasi seperti ini, Bupati Teuku berharap adanya dukungan lebih besar dari pihak-pihak terkait agar kebutuhan dasar masyarakat dapat segera terpenuhi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *