Beranda / Berita / Telkomsel dan Komdigi Percepat Pemulihan Jaringan Aceh hingga Sumatera

Telkomsel dan Komdigi Percepat Pemulihan Jaringan Aceh hingga Sumatera



Di tengah situasi bencana hidrometeorologi yang melanda beberapa wilayah di Indonesia, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melakukan berbagai upaya untuk mempercepat pemulihan layanan telekomunikasi.

Upaya Pemulihan Jaringan Telekomunikasi

Setelah bencana terjadi, Telkomsel segera menurunkan perangkat tambahan untuk memperkuat jaringan dan menjaga stabilitas layanan komunikasi. Tim siaga 24 jam dikerahkan, lengkap dengan penggunaan genset cadangan dan mobil base transceiver station (BTS). Selain itu, pihak perusahaan juga melakukan pengalihan backbone agar layanan tetap berjalan lancar.

Kolaborasi antara Telkomsel dan PLN juga dilakukan untuk menyediakan daya tambahan. Dengan demikian, kapasitas jaringan dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan di lapangan. Proses ini dilakukan dengan prinsip cepat, terukur, dan tetap aman.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menyampaikan bahwa komitmen perusahaan adalah memastikan layanan komunikasi tetap tersedia bagi masyarakat yang terdampak. “Fokus kami adalah mempercepat pemulihan jaringan, menyediakan akses komunikasi yang andal, dan menyalurkan bantuan bersama pemerintah,” ujarnya dalam pernyataannya.

Peran Pemerintah dalam Pemulihan Layanan

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid memberikan apresiasi atas kerja sama yang cepat antara berbagai pihak dalam menjaga layanan komunikasi selama kondisi darurat. Ia menekankan pentingnya kolaborasi ini agar warga terdampak tetap bisa berkomunikasi dan mendapatkan informasi.

Pemerintah juga berkomitmen untuk mempercepat pemulihan jaringan dan menyalurkan bantuan sosial secara lancar. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengaktifkan layanan internet berbasis satelit SATRIA-1 di 10 titik terdampak banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Perangkat satelit tersebut telah dikirim oleh tim BAKTI Komdigi bersama BNPB, SAR, dan TNI. Targetnya, layanan ini segera beroperasi untuk memenuhi kebutuhan akses internet darurat. SATRIA-1 dirancang khusus untuk menjangkau wilayah 3T dan area sulit akses, termasuk saat terjadi bencana besar.

Perkembangan Pemulihan Jaringan

Sebelumnya, Komdigi melaporkan bahwa hingga Sabtu (29/11/2025) pukul 00.00 WIB, sebanyak 707 menara telah kembali beroperasi normal dari total 2.463 menara yang mengalami gangguan pada Jumat (28/11/2025).

Dari total BTS yang sudah berfungsi normal, 564 berada di Provinsi Aceh, 112 di Sumatra Utara, dan 31 di Sumatra Barat. Saat ini, 1.756 menara masih dalam proses perbaikan.

Menara yang masih terdampak tersebar di Aceh sebanyak 975 dari 3.414 menara, Sumatra Utara sebanyak 707 dari 9.612 menara, dan Sumatra Barat sebanyak 74 dari 3.739 menara.

Komdigi terus melakukan koordinasi intensif dengan operator seluler untuk mempercepat pemulihan layanan, terutama di titik-titik yang terdampak banjir dan longsor.

Selain BTS, pemerintah juga sedang memperbaiki jaringan tulang punggung (backbone). Di Sumatra Utara, jalur Rantau–Padang Sidempuan serta Sibolga–Barus–Manduamas telah kembali tersambung setelah sebelumnya terputus akibat longsor.

Sementara itu, di Aceh, jalur backbone Banda Aceh–Bireun dan Samalanga juga telah berhasil dipulihkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *