Persib Bandung Melangkah ke Babak 16 Besar
Persib Bandung berhasil melangkah ke babak 16 besar Champions League Two 2025-2026 setelah memuncaki grup G dengan poin 13. Hasil ini diraih setelah Persib mengunci posisi teratas di matchday terakhir grup G dengan kemenangan 1-0 atas tamunya Bangkok United pada Rabu (10/12) malam.
Kemenangan ini membuat klub berjuluk Maung meraih empat kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan dalam kompetisi tersebut. Meski menang, Persib sebenarnya memiliki peluang untuk mencetak skor lebih tinggi dari 1-0. Di awal pertandingan, mereka mendapatkan kesempatan emas lewat tendangan penalti.
Wasit Ahmed Faisal Al-Ali asal Yordania menunjuk titik penalti setelah pemain depan Persib, Uilliam Barros, dilanggar oleh bek Bangkok United, Philipe Maia, di menit ketiga. Pemain belakang asal Brasil itu terlihat memegang badan Uilliam di area kotak penalti. Uilliam kemudian mengambil tanggung jawab sebagai algojo penalti.
Sepakan Uilliam ke bagian kiri bawah penjaga gawang Bangkok United, Patiwat Khammai, mengenai tiang. Bola memantul ke sisi kanan gawang Bangkok United. Dengan sigap, pemain Bangkok United pun menendang keluar bola. Kegagalan ini menjadi yang kedua kalinya bagi Uilliam musim ini dalam eksekusi penalti.
Sebelumnya, pada laga melawan PSIM Jogja (24/8), eksekusi penalti Uilliam juga gagal. Berhadapan dengan kiper PSIM, Cahya Supriadi, tendangan Uilliam melenceng ke kanan atas gawang yang dijaga Cahya. Satu-satunya eksekusi penalti Uilliam yang sukses musim ini adalah saat melawan Persijap Jepara (18/8). Tendangan Uilliam berhasil mengecoh kiper, Rodrigo Moura.
Dengan demikian, persentase kesuksesan penalti Uilliam bersama Persib tidak sampai 50 persen. Tepatnya di angka 33,3 persen. Sebab dari tiga kesempatan, hanya satu yang sukses. Kegagalan penalti Uilliam ini membuat bobotoh alias pendukung Persib kecewa. Mereka mempertanyakan mengapa Uilliam terus yang jadi algojo.
“Seharusnya (Andrew) Jung saja wkwkwk,” tulis @reggyzian di akun X Persib. “Uilliam seharusnya tidak diberi (kesempatan) penalti lagi,” tulis @donkim30. “Kenapa bukan Ramon (Tanque) yang ambil penalti?” tulis @OktavianusTato. “Belajar nendang penalti dulu sama (Andrew) Jung,” tulis @fadilahrobi.
Musim ini, sudah ada empat nama eksekutor penalti Persib. Uilliam, Marc Klok, Andrew Jung, dan Luciano Guaycochea. Dan faktanya, dari keempat eksekutor itu yang punya rekor sukses 100 persen hanya Jung. Dari tiga kesempatan penalti, Jung sukses mengkonversi ketiga-tiganya.
Penalti dan Rekor Eksekutor di Persib
Selama musim ini, beberapa pemain Persib telah mencoba menjalani peran sebagai algojo penalti. Namun, hanya Andrew Jung yang mampu mempertahankan rekor sempurna dalam eksekusi penalti. Dari tiga kesempatan yang diberikan, ia berhasil mengubah semua menjadi gol.
Sementara itu, Uilliam Barros masih belum bisa menunjukkan performa maksimal dalam situasi krusial seperti penalti. Meskipun ia sering dipilih sebagai algojo, kegagalan dalam dua kesempatan membuat banyak pihak mulai mempertanyakan strategi pelatih dalam memilih eksekutor penalti.
Beberapa pendukung Persib bahkan menyampaikan kritik langsung kepada Uilliam, menyarankan agar penalti diberikan kepada pemain lain yang lebih stabil. Mereka berharap bahwa pelatih dapat melakukan evaluasi terhadap pemilihan eksekutor penalti agar bisa meningkatkan peluang kemenangan Persib di pertandingan selanjutnya.
Pemilihan eksekutor penalti tidak hanya berkaitan dengan skill individu, tetapi juga psikologis dan kepercayaan diri pemain. Dengan adanya beberapa opsi yang tersedia, pelatih harus mampu menyeimbangkan antara pengalaman dan performa pemain dalam situasi krusial.
Di masa depan, Persib akan menghadapi lawan-lawan yang lebih kuat di babak 16 besar. Oleh karena itu, penting bagi tim untuk memperbaiki segala kelemahan, termasuk dalam hal eksekusi penalti. Dengan peningkatan performa di lini depan dan kestabilan dalam situasi krusial, Persib bisa membawa pulang gelar juara di ajang tersebut.





