Pentingnya Deteksi Dini Kanker Serviks
Kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang sangat mengkhawatirkan bagi perempuan di Indonesia. Menurut data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), tiga dari lima wanita di Indonesia meninggal akibat kanker serviks. Fenomena ini mendorong berbagai pihak untuk bekerja sama dalam upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit tersebut.
Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah pemeriksaan Human Papillomavirus Deoxyribonucleic Acid (HPV DNA) yang digelar oleh Kemenkes RI bersama mitra seperti Tirta Medical Centre dan DPD LDII Surabaya. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Serba Guna Sabilurrosyidin, Gayungan, Surabaya, pada hari Sabtu (13/12/2025), dengan partisipasi sebanyak 300 perempuan.
Mekanisme Pemeriksaan HPV DNA
Eko Novidianto, Kepala Cabang Tirta Medica Center Surabaya, menjelaskan bahwa pemeriksaan menggunakan metode HPV DNA bertujuan untuk mendeteksi virus HPV sejak dini. “Penularan virus ini umumnya terjadi melalui hubungan seksual atau lingkungan seksual,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa deteksi dini sangat penting karena virus HPV dapat menyebabkan kanker rahim atau kanker serviks. “Secara global, kanker serviks menempati urutan kedua penyakit kanker terbanyak pada perempuan. Sementara itu, Indonesia menjadi negara ketiga dengan jumlah penderita kanker serviks yang cukup tinggi,” ungkap Eko.
Jangkauan dan Target Pemeriksaan
Kegiatan pemeriksaan HPV DNA ini telah dilaksanakan di sejumlah wilayah. Di Surabaya, kegiatan serupa sudah dilaksanakan di sekitar lima hingga enam lokasi. Sementara di wilayah Sidoarjo telah menjangkau lima hingga sepuluh lokasi. Target pemeriksaan untuk Surabaya sebanyak 5.000 orang dan Sidoarjo juga sebanyak 5.000 orang.
Syarat dan Ketentuan Peserta
Peserta yang mengikuti kegiatan ini harus memenuhi beberapa syarat. Di antaranya, peserta tidak boleh berhubungan intim dalam kurun waktu 2×24 jam sebelum pemeriksaan, tidak menggunakan sabun pembersih kewanitaan, tidak sedang haid atau hamil, serta belum melakukan pemeriksaan HPV DNA dalam satu tahun terakhir.
Peran LDII dalam Kesehatan Masyarakat
Akhmad Setiadi, Ketua DPD LDII Kota Surabaya, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian LDII terhadap kesehatan masyarakat, sekaligus mendukung program Kemenkes RI untuk menekan angka kanker serviks di Indonesia. “Kami mendatangkan para ibu untuk mendeteksi potensi kanker. Semoga seluruh ibu yang mengikuti tes mendapatkan hasil yang sehat,” ujarnya.
Setiadi menambahkan, kegiatan serupa diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan agar memberi manfaat lebih besar bagi kesehatan para ibu. “Kegiatan seperti ini semoga bisa dilaksanakan secara kontinu dan dapat menjadi data kesehatan ibu-ibu, khususnya terkait kanker serviks. Dengan dukungan penuh dari DPD LDII Surabaya, kami berharap kesehatan ibu-ibu dapat terus terjaga dan tetap sehat,” tambahnya.
Manfaat Deteksi Dini
Riko Lazuardi, Wakil Ketua DPD LDII Surabaya, mengatakan kegiatan tersebut membantu para perempuan agar terhindar dari kanker mulut rahim. “Dengan deteksi dini, derajat kesehatan bisa ditingkatkan sehingga biaya kesehatan yang dikeluarkan juga jauh lebih ekonomis dan usia harapan hidup juga meningkat,” papar Riko.
Ia menambahkan, melalui kegiatan tersebut, para perempuan bisa lebih tanggap akan kondisi kesehatan diri mereka. “Kami berharap kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dapat menjadi budaya bagi kaum wanita, sehingga rutin melakukan deteksi dini khususnya kanker mulut rahim ini,” ujarnya.
Harapan Kerja Sama Berkelanjutan
Lebih lanjut, Riko berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus berlanjut. “Kami berharap kegiatan dan kerja sama ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan, baik melalui program pemerintah maupun melalui program swasta lainnya,” katanya.





