Peristiwa Pengeroyokan yang Menimpa Remaja di Manggarai Barat
Seorang remaja berusia 17 tahun di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan menjadi korban dugaan pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh sejumlah pemuda. Kejadian ini telah dilaporkan secara resmi ke Polres Manggarai Barat.
Berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Polres Manggarai Barat tertanggal 13 Desember 2025, korban berinisial A.P.A., seorang pelajar asal Kecamatan Lembor, melaporkan dugaan tindak pidana pengeroyokan sebagaimana diatur dalam Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Peristiwa itu dilaporkan terjadi pada Sabtu 13 Desember 2025 sekitar pukul 00.25 Wita di sekitar Jalan Van Bekkum, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, tepatnya di kawasan sekitar SMP Negeri 1 Komodo.
Dalam keterangannya kepada polisi, korban mengaku saat itu datang ke lokasi bersama dua rekannya menggunakan sepeda motor. Setibanya di tempat kejadian, korban diduga diserang secara tiba-tiba oleh sejumlah orang dan dipukul di bagian kepala hingga terjatuh dari sepeda motor.
Korban kemudian kembali mengalami pemukulan saat berada di pinggir jalan. Para terlapor diduga memukul korban secara berulang di bagian wajah, kepala, punggung, dan perut. Tidak hanya itu, korban juga diduga dibawa secara paksa menggunakan sepeda motor ke sebuah rumah warga di wilayah Kelurahan Wae Kelambu.
Di rumah tersebut, korban dilaporkan kembali mengalami kekerasan fisik sebelum akhirnya dikeluarkan dan diserahkan kepada pihak keluarga setelah orang tua korban mendatangi lokasi.
Usai kejadian, korban bersama orang tuanya melaporkan peristiwa tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Manggarai Barat. Laporan tersebut tercatat dengan nomor STPLP/203/XII/2025/SPKT/Polres Manggarai Barat/Polda NTT.
Polisi kemudian mendatangi lokasi yang diduga menjadi tempat kejadian lanjutan. Namun, saat petugas tiba, sejumlah orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut tidak berada di tempat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Manggarai Barat menyatakan masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terhadap laporan tersebut, termasuk mengumpulkan keterangan saksi serta mengidentifikasi para terduga pelaku.
Penyelidikan yang Sedang Berlangsung
Polres Manggarai Barat sedang mempercepat proses penyelidikan untuk menemukan siapa saja yang terlibat dalam kejadian ini. Mereka mencari informasi dari saksi-saksi yang ada di lokasi kejadian serta memverifikasi keterangan korban.
Beberapa langkah yang sedang dilakukan antara lain:
- Mengumpulkan keterangan dari saksi mata yang berada di sekitar lokasi kejadian
- Memeriksa CCTV atau alat elektronik lainnya yang mungkin dapat memberikan bukti
- Melakukan pemeriksaan medis terhadap korban untuk mengetahui tingkat cedera yang dialami
Selain itu, polisi juga sedang mencoba mengidentifikasi para pelaku yang diduga melakukan pengeroyokan. Mereka memastikan bahwa semua informasi yang diperoleh dapat digunakan sebagai dasar untuk menetapkan tindakan hukum yang sesuai.
Tanggapan dari Masyarakat
Peristiwa ini menimbulkan reaksi dari masyarakat setempat, terutama dari kalangan orang tua dan guru. Banyak yang mengkhawatirkan meningkatnya kasus kekerasan di lingkungan sekolah dan lingkungan sekitar.
Beberapa komunitas lokal juga mulai mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap tindakan kekerasan yang bisa terjadi di lingkungan mereka. Mereka menekankan pentingnya kesadaran akan hak dan perlindungan bagi anak-anak, khususnya di daerah yang masih tergolong rawan.
Langkah-Langkah Pencegahan
Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, beberapa langkah pencegahan sudah mulai diambil:
- Meningkatkan pengawasan di sekitar sekolah dan area publik
- Memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kesopanan dan keamanan di lingkungan masyarakat
- Melibatkan orang tua dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap anak




