Kasus Resbob dan Keterlibatan Keluarga
Adimas Firdaus, yang lebih dikenal dengan nama panggung Resbob, kembali menjadi sorotan setelah menghina suku Sunda dan Viking, suporter Persib. Akibat pernyataannya tersebut, ia akhirnya ditahan oleh Polda Jawa Barat. Sebelum ditangkap, Resbob sempat bersembunyi di beberapa daerah sambil mencoba menghindari pihak berwajib.
Identitas Ayah Resbob Terungkap
Sosok ayah Resbob menarik perhatian publik setelah adiknya, Bigmo, membocorkan informasi dalam sebuah konten bersama Pandji Pragiwaksono. Dalam konten tersebut, Bigmo menyebut bahwa ayahnya pernah dipenjara karena kasus korupsi saat tinggal di Batam. Setelah dilakukan penelusuran online, diketahui bahwa ayah Resbob dan Bigmo bernama Mohammad Nashihan. Ia terlibat dalam kasus korupsi hampir senilai Rp55 miliar.
Perkara yang menjerat Mohammad Nashihan adalah dugaan korupsi dana asuransi kesehatan dan dana pensiun atau Jaminan Hari Tua (JHT) PNS di lingkungan Pemerintah Kota Batam. Pengadilan akhirnya memvonisnya dengan hukuman 10 tahun 6 bulan penjara, denda sebesar Rp600 juta, serta wajib membayar uang pengganti sebesar Rp54,9 miliar.
Ibunda Resbob Menangis Minta Maaf
Sebelumnya, orang tua Resbob dan Bigmo juga sempat muncul dan menunjukkan kepedihannya. Wanita yang diketahui sebagai ibu dari kedua anak ini menangis sambil meminta maaf karena sang anak terancam dilaporkan ke polisi. Hal ini terjadi setelah Resbob menuduh Azizah Salsha berselingkuh. Andre Rosiade, yang tidak terima dengan tuduhan tersebut, berencana untuk menempuh jalur hukum. Saat itulah ibu kedua pria ini muncul dalam sebuah podcast Denny Sumargo.
Perjalanan Pelarian Resbob
Sebelum ditangkap, Adimas Firdaus sempat melarikan diri ke beberapa lokasi seperti Surabaya, Surakarta hingga Semarang. Ia berusaha menghindari pihak berwajib dengan berpindah-pindah tempat. Namun, akhirnya pada Senin, 15 Desember 2025, ia berhasil ditangkap di salah satu desa yang berada di Semarang, Jawa Tengah.
Video penangkapan Resbob langsung menjadi viral di media sosial. Dalam video tersebut, Resbob yang mengenakan jaket abu-abu digiring ke Mapolda untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Penangkapan ini menunjukkan bahwa pihak berwajib tidak akan memberi ruang bagi pelaku yang ingin menghindari tanggung jawab atas tindakan mereka.





