Beranda / Berita / Polda Banten Himbau Warga Waspadai Cuaca Ekstrem dari BMKG

Polda Banten Himbau Warga Waspadai Cuaca Ekstrem dari BMKG

Polda Banten Meningkatkan Kewaspadaan Masyarakat terhadap Cuaca Ekstrem

Polda Banten telah mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan terjadi di wilayah Banten pada hari Selasa, 2 Desember 2025. Imbauan ini didasarkan pada informasi terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang menyatakan bahwa sejumlah daerah berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang.

Plt. Kabidhumas Polda Banten, AKBP Meryadi, menjelaskan bahwa kondisi cuaca pada hari tersebut memerlukan perhatian serius dari masyarakat. Menurut data BMKG, suhu udara di Provinsi Banten pada tanggal tersebut diperkirakan berada di kisaran 23 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembaban antara 60 hingga 95%.

AKBP Meryadi menegaskan bahwa masyarakat di wilayah hukum Polda Banten perlu berhati-hati karena masih ada potensi cuaca ekstrem di beberapa daerah. Berdasarkan laporan BMKG, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir dapat terjadi di:

  • Kabupaten Pandeglang bagian utara
  • Kabupaten Lebak bagian utara dan timur
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang bagian timur dan selatan
  • Kabupaten Tangerang bagian barat dan selatan
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangerang Selatan

Selain wilayah daratan, masyarakat juga perlu waspada terhadap potensi gelombang tinggi. BMKG memprediksi gelombang laut mencapai 1,25–2,50 meter (kategori sedang) di:

  • Selat Sunda Barat Pandeglang
  • Perairan Selatan Pandeglang
  • Perairan Selatan Lebak

Kondisi ini dapat membahayakan aktivitas pelayaran dan nelayan tradisional yang rutin beroperasi di kawasan tersebut.

Di akhir penyampaiannya, AKBP Meryadi mengimbau masyarakat untuk selalu waspada serta rutin memantau perkembangan cuaca dari sumber resmi. Ia menekankan bahwa kondisi cuaca dapat berubah secara cepat, sehingga masyarakat perlu meningkatkan kesiapsiagaan.

“Bagi pengendara motor, sebaiknya menepi atau berteduh saat hujan deras terjadi,” ujarnya. Hujan lebat dapat membuat jalanan licin, jarak pandang terbatas, serta meningkatkan risiko kecelakaan.

Ia menambahkan bahwa keselamatan adalah prioritas utama. Masyarakat diminta untuk mengikuti arahan otoritas setempat dan tetap berhati-hati dalam beraktivitas. Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, masyarakat dapat mengurangi risiko yang mungkin terjadi akibat cuaca ekstrem.

Tips untuk Menghadapi Cuaca Ekstrem

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk menghadapi cuaca ekstrem:

  • Memperhatikan Informasi Cuaca: Selalu pantau perkembangan cuaca melalui sumber resmi seperti BMKG atau instansi terkait lainnya.
  • Menghindari Area Rentan Banjir: Jika tinggal di daerah rawan banjir, sebaiknya siapkan rencana evakuasi dan hindari area tersebut saat hujan deras.
  • Menggunakan Alat Pelindung Diri: Gunakan jaket tahan air, sepatu yang nyaman, dan alat pelindung lainnya saat berada di luar ruangan.
  • Meningkatkan Kesadaran Berkendara: Saat hujan, pastikan kendaraan dalam kondisi baik dan hindari berkendara di bawah kondisi cuaca buruk.
  • Menjaga Kebersihan Lingkungan: Pastikan saluran air tidak tersumbat agar mengurangi risiko banjir dan genangan air.

Dengan kesadaran dan persiapan yang matang, masyarakat dapat lebih aman dan nyaman dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *