Aliansi Lingkungan Mengkritik Kegiatan Off-Road di Kulonprogo
Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan Kulonprogo kembali menyoroti kegiatan kompetisi off-road yang digelar di wilayah tersebut. Aktivis lingkungan ini menilai kegiatan tersebut perlu dievaluasi dan ditinjau lebih lanjut oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo. Mereka meminta pihak terkait untuk memastikan bahwa kegiatan tersebut tidak merusak lingkungan sekitar.
Menurut informasi yang beredar, acara tersebut diadakan pada tanggal 3 hingga 7 Desember 2025. Korlap Aksi Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan Kulonprogo, Iwan, mengatakan bahwa protes terhadap kegiatan off-road ini disampaikan melalui sebuah pernyataan sikap. Dalam pernyataan tersebut, mereka menuntut agar Pemkab Kulonprogo melakukan evaluasi terhadap kegiatan tersebut.
“Kami menduga kegiatan kompetisi off-road belum memiliki izin yang lengkap. Oleh karena itu, kami meminta kepada Pemkab Kulonprogo untuk mengevaluasi dan meninjau kegiatan tersebut,” ujar Iwan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/12/2025).
Iwan menambahkan bahwa kegiatan tersebut dikhawatirkan dapat merusak kawasan hutan dan lingkungan sekitar. Hal ini dinilai tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Meski begitu, Iwan menegaskan bahwa Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan Kulonprogo tetap mendukung kegiatan apapun, termasuk off-road, yang memberikan dampak positif bagi masyarakat, asalkan sesuai dengan kaidah-kaidah kelestarian alam dan lingkungan.
“Kami mendukung penuh kegiatan apapun termasuk off-road yang membawa dampak positif kepada masyarakat dan lingkungan, selama sudah memiliki izin atau legalitas yang bisa dipertanggungjawabkan secara hukum,” tambahnya.
Pernyataan sikap ini, menurut Iwan, merupakan bentuk kepedulian untuk masa depan lingkungan khususnya daerah Kulonprogo. Menurutnya, menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
Penjelasan Lebih Lanjut dari Aliansi Lingkungan
Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan Kulonprogo menyatakan bahwa kegiatan off-road yang dilakukan di wilayah tersebut harus diatur dengan baik agar tidak merusak ekosistem lokal. Mereka menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah dalam memastikan bahwa semua kegiatan yang diadakan di wilayah hutan atau area lindung tidak melanggar aturan lingkungan.
- Mereka juga menyarankan agar pihak penyelenggara kegiatan melakukan kajian lingkungan sebelum pelaksanaan.
- Dalam pernyataan mereka, Aliansi menegaskan bahwa dukungan terhadap kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat tetap ada, selama kegiatan tersebut tidak merusak lingkungan.
- Iwan menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan adalah tanggung jawab bersama, dan tidak boleh diabaikan hanya karena adanya keuntungan ekonomi atau sosial.
Aliansi ini juga mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap kegiatan yang dianggap berpotensi merusak lingkungan. Mereka berharap pemerintah dapat segera menindaklanjuti keluhan yang diajukan.
Tantangan dan Solusi yang Dapat Diambil
Dalam konteks ini, beberapa tantangan muncul, seperti kurangnya pengawasan terhadap kegiatan off-road yang diadakan di kawasan hutan. Untuk mengatasi hal ini, Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan Kulonprogo menyarankan:
- Adanya regulasi yang lebih ketat terkait izin penyelenggaraan kegiatan di kawasan hutan.
- Peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.
- Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan penyelenggara kegiatan untuk menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kegiatan seperti off-road dapat berlangsung tanpa merusak lingkungan sekitar.





