Beranda / Berita / Kemenperin Siapkan Fasilitas dan Platform untuk Perkuat Program Magang Nasional

Kemenperin Siapkan Fasilitas dan Platform untuk Perkuat Program Magang Nasional



JAKARTA, sinartimur.com/

Program Pemagangan Nasional yang dijalankan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mendapat dukungan penuh dari Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. Menurutnya, program ini termasuk dalam kategori kebijakan unggulan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk mempercepat persiapan tenaga kerja muda agar siap masuk dunia industri.

Agus menjelaskan bahwa melalui pemagangan, lulusan perguruan tinggi dapat mengembangkan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Selain itu, mereka juga akan lebih memahami ekosistem kerja modern yang menuntut disiplin, produktivitas, dan kemampuan inovasi.

“Melalui pemagangan, lulusan pendidikan tinggi memperoleh keterampilan yang relevan dengan kebutuhan riil industri, sekaligus memahami ekosistem kerja modern yang menuntut disiplin, produktivitas, dan kemampuan inovasi,” ujar Agus dalam pernyataannya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam menjalankan program tersebut. Menurutnya, partisipasi pelaku industri sangat penting dalam mendukung kebijakan Presiden. Dengan partisipasi tersebut, diharapkan bisa meningkatkan ketersediaan tenaga kerja terampil serta efisiensi proses rekrutmen, sekaligus mendukung daya saing industri manufaktur nasional.

Sekretaris Jenderal Kemenperin Eko S.A. Cahya menjelaskan bentuk dukungan kementerian berupa fasilitas, pendampingan, serta platform layanan pengembangan keterampilan dan promosi karier di sektor industri. Ia menyebut platform tersebut dirancang untuk menghubungkan lulusan perguruan tinggi dan dunia industri.

“Dengan peluang pemagangan dan pekerjaan di berbagai sektor manufaktur,” ujarnya.

Eko menilai kebijakan magang nasional selaras dengan situasi bonus demografi. Saat ini 69 persen penduduk berada di usia produktif. Menurut dia, program magang menjadi jembatan bagi lulusan perguruan tinggi sebelum masuk pasar kerja.

“Sehingga lulusan perguruan tinggi tidak hanya memiliki pengalaman kerja, tetapi juga memahami budaya kerja industri, standar keselamatan, dan etos inovasi yang dibutuhkan dalam sistem produksi modern,” kata Eko.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Doddy Rahadi menjelaskan bahwa seluruh satuan pendidikan vokasi di bawah kementerian, termasuk balai diklat industri dan SMK industri, berkomitmen menyukseskan program tersebut.

“Dengan membuka kesempatan pemagangan dan memberikan pengalaman langsung mengenai sistem pembinaan industri nasional,” tutur Doddy.

Pemerintah menargetkan program Pemagangan Nasional tahun 2025 diikuti oleh 100 ribu lulusan perguruan tinggi. Peserta akan menjalani magang selama enam bulan di instansi swasta maupun pemerintah dengan gaji setara upah minimum.

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Anwar Sanusi menyampaikan ketersediaan platform pendaftaran untuk mempermudah proses administrasi.

“Melalui platform siapkerja dan maganghub untuk memudahkan proses pendaftaran peserta maupun penyelenggara pemagangan,” kata Anwar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *