Beranda / Berita / Laporan Kepala BNPB ke Prabowo: Jumlah Korban Tewas Bencana Sumatra Diungkap

Laporan Kepala BNPB ke Prabowo: Jumlah Korban Tewas Bencana Sumatra Diungkap



Pemerintah dan lembaga penanggulangan bencana terus memantau situasi yang terjadi akibat banjir dan longsor yang menimpa tiga provinsi di Sumatera, yaitu Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Dalam sebuah rapat terbatas yang dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto memberikan laporan mengenai dampak bencana tersebut.

Data Korban Jiwa dan Pengungsi

Suharyanto menyampaikan bahwa jumlah korban jiwa meninggal dunia mencapai 921 orang. Data ini diperoleh dari hasil pemantauan dan pelaporan yang dilakukan oleh pihak berwenang di daerah terdampak. Selain itu, sebanyak 392 orang masih dalam status hilang, sehingga memperkuat kekhawatiran akan keselamatan mereka.

Di sisi lain, jumlah pengungsi juga sangat besar. Menurut data yang disampaikan Suharyanto, sekitar 975.079 orang harus meninggalkan tempat tinggalnya untuk mencari perlindungan di lokasi yang lebih aman. Angka ini mencakup tiga provinsi yang terkena dampak banjir dan longsor, yaitu Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Persebaran Korban di Aceh

Dari total 921 korban jiwa, sebanyak 366 orang meninggal dunia di Aceh. Sementara itu, ada 97 orang yang masih hilang di wilayah tersebut. Jumlah pengungsi di Aceh juga mencapai 914.202 orang. Hal ini menunjukkan betapa parahnya dampak bencana di provinsi ini dibandingkan dengan dua provinsi lainnya.

Akses Jalan Terputus

Selain korban jiwa dan pengungsi, Suharyanto juga melaporkan adanya gangguan pada infrastruktur jalan. Tiga akses nasional di Aceh masih terputus akibat banjir dan longsor. Titik-titik tersebut antara lain:

  • Jembatan yang menuju batas Pidie Jaya, yakni Meureudu
  • Jalan yang menghubungkan Biruen dan Bener Meriah
  • Perlintasan dari dan menuju Biruen-Aceh Utara

Kondisi ini menyebabkan dua kabupaten atau kota di Biruen dan Aceh Tengah tidak dapat diakses secara darat. Hal ini memperlambat distribusi bantuan serta evakuasi korban yang membutuhkan pertolongan segera.

Upaya Penanggulangan Bencana

Meskipun situasi masih memprihatinkan, pemerintah dan BNPB terus berupaya untuk mempercepat respons penanggulangan bencana. Termasuk dalam upaya tersebut adalah koordinasi dengan berbagai instansi terkait, seperti TNI, Polri, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang siap membantu proses evakuasi, penyediaan logistik, serta pembersihan area yang terdampak.

Selain itu, pihak berwenang juga melakukan pemantauan terhadap kondisi cuaca dan potensi ancaman bencana lanjutan. Langkah-langkah ini bertujuan untuk meminimalkan risiko terjadinya bencana tambahan yang bisa mengancam keselamatan masyarakat.



Dengan situasi yang masih dinamis, masyarakat di daerah terdampak diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi yang diberikan oleh pemerintah setempat. Selain itu, dukungan dari masyarakat luas sangat penting untuk memastikan bahwa semua korban mendapatkan bantuan yang layak dan cepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *