Bantuan Darurat untuk Masyarakat Terdampak Banjir di Langkat
Banjir yang melanda Kabupaten Langkat telah menyebabkan 16 kecamatan terendam air, sehingga ribuan masyarakat mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih dan kebutuhan dasar lainnya. Dampak banjir ini juga sangat dirasakan oleh anak-anak, yang membutuhkan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan mereka.
Untuk menanggapi situasi tersebut, Danone Indonesia bekerja sama dengan mitra distributor, PT Tirta Sumber Menaralestari, serta Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), segera memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak. Bantuan diserahkan langsung di posko pengungsian MDMC di Kota Tanjung Pura, Langkat.
Vera Galuh Sugijanto, Vice President General Secretary Danone Indonesia, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus memberikan dukungan selama masa tanggap darurat dan pemulihan. Ia menjelaskan bahwa langkah awal ini merupakan bentuk respons cepat terhadap kebutuhan dasar masyarakat, seperti air minum dan nutrisi anak.
Bantuan yang diberikan mencakup ribuan boks produk air mineral Aqua, ratusan boks produk nutrisi anak Bebelac siap minum, serta bantuan air bersih melalui mobil tangki sebanyak 7.000 liter. Selain itu, bantuan psikososial untuk trauma healing dan pendampingan anak juga disediakan. Kegiatan seperti dapur umum dan pemeriksaan kesehatan rutin dilakukan untuk memastikan kondisi masyarakat tetap stabil dan mencegah risiko penyakit yang mungkin timbul.
Danone Indonesia sebelumnya juga telah menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga dan organisasi untuk mendistribusikan bantuan ke wilayah Sumatera. Kerja sama ini melibatkan Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), WWF, MNC Media Group, serta mitra distribusi Aqua di wilayah Sumatera.
Hingga saat ini, Danone Indonesia telah mengirimkan puluhan ribu boks produk air mineral dan nutrisi anak, bantuan air bersih hingga 31.000 liter, serta dana bantuan yang signifikan untuk membantu kelangsungan hidup masyarakat di daerah terdampak.
“Kami berkomitmen untuk terus tumbuh bersama masyarakat. Kami telah menjadi bagian dari kehidupan keluarga Indonesia selama puluhan tahun, termasuk saudara kita di Sumatera. Kami berkomitmen untuk merasakan, memahami, dan bergerak cepat membantu,” ujar Vera.
Banjir besar yang melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh telah menimbulkan dampak serius bagi jutaan warga di lebih dari 52 kabupaten/kota. Masih banyak daerah yang terdampak dan membutuhkan bantuan mendesak berupa logistik, obat-obatan, atau bantuan non-makanan lainnya. Banyak keluarga juga harus mengungsi dan kehilangan akses terhadap kebutuhan dasar.
Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiah Sumatera Utara, Nur Rahmah Amini, yang tergabung dalam Pos Koordinasi MDMC Sumatera Utara, menjelaskan bahwa bantuan dari MDMC Sumatera Utara telah menjangkau beberapa daerah seperti Kabupaten Langkat, Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Kota Sibolga. Lebih dari 300 relawan terlibat dalam penyaluran bantuan tersebut.
Dia berharap, bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat terdampak bencana. “Kami berharap akan semakin banyak kolaborasi yang dapat terjalin. InsyaAllah seluruh bantuan akan dapat tersalurkan dengan baik dan menjangkau daerah-daerah yang terdampak. Kami bergerak secepat mungkin dan berharap hal ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi saudara-saudara kita semua di Sumatera,” ujarnya.





