Bencana Longsor di Aceh Tengah, 12 Rumah Rata dengan Tanah
Hujan deras yang mengguyur wilayah Aceh Tengah selama beberapa hari memicu bencana longsor besar di Desa Kayu Kul, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (26/11/2025) sekitar pukul 22.00 WIB dan mengakibatkan sedikitnya 12 rumah warga rusak parah hingga rata dengan tanah.
Salah satu korban yang berhasil selamat adalah Fazrul Fala bersama istrinya. Mereka nyaris meregang nyawa akibat bencana tersebut, namun berkat keputusan cepat untuk meninggalkan rumah, mereka berhasil menyelamatkan diri.
Detik-Detik Menjelang Bencana
Fazrul menceritakan pengalamannya saat ditemui oleh jurnalis sinartimur.com/. Ia mengungkapkan bahwa pada malam kejadian, ia dan istrinya sebenarnya masih berencana untuk tetap bermalam di rumah. Namun, kondisi cuaca yang tidak menentu membuatnya khawatir. Meski begitu, ia belum pernah membayangkan bahwa longsor besar akan terjadi dalam waktu dekat.
Namun, seorang tetangganya bernama Anto datang mengetuk pintu rumah dan memberi peringatan agar segera mengungsi. Anto menyebut kondisi tanah di sekitar permukiman sudah tidak stabil dan berpotensi membahayakan keselamatan warga.
“Saat itu tetangga saya, Bang Anto, datang dan bilang, ‘Udah dek, ngungsi aja dulu. Sekarang belum stabil di sini.’ Alhamdulillah hati saya langsung tergerak,” kata Fazrul.
Meninggalkan Rumah 30 Menit Sebelum Longsor
Tanpa berpikir panjang, Fazrul dan istrinya langsung bergegas meninggalkan rumah menuju kediaman kakaknya yang berada di lokasi lebih aman. Mereka meninggalkan rumah sekitar pukul 21.30 WIB, atau hanya setengah jam sebelum longsor besar terjadi.
“Kami pergi sekitar jam setengah sepuluh malam. Kejadiannya jam sepuluh. Kalau sempat saya masih ada di situ, saya tidak tahu bagaimana jadinya,” ungkapnya lirih.
Fazrul menyebut, setelah mendengar kabar rumahnya rata dengan tanah, perasaan sedih dan syok bercampur menjadi satu. Namun ia kembali menguatkan diri karena merasa keselamatan jiwa jauh lebih berharga dibandingkan harta benda.

Penyebab Bencana
Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Aceh Tengah sejak beberapa hari sebelumnya diduga menjadi pemicu utama terjadinya longsor. Wilayah ini memiliki topografi yang rentan terhadap bencana alam, terutama ketika curah hujan tinggi terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama.
Bencana ini juga menunjukkan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana alam. Dengan adanya peringatan dari tetangga, Fazrul dan istrinya berhasil menyelamatkan diri. Hal ini menjadi contoh bahwa kecepatan respons dan kesadaran akan bahaya bisa menjadi faktor penentu keselamatan hidup.
Dampak Bencana
Selain 12 rumah yang rusak parah, bencana ini juga menyebabkan kerugian materi yang signifikan bagi warga setempat. Banyak keluarga harus kehilangan tempat tinggal dan barang-barang berharga yang mereka miliki.
Pemerintah setempat dan lembaga bantuan sosial telah turun tangan untuk memberikan bantuan darurat kepada para korban. Proses evakuasi dan distribusi logistik dilakukan secara cepat untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.
Bencana ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap ancaman alam. Dengan adanya sistem peringatan dini dan edukasi tentang mitigasi bencana, diharapkan jumlah korban bisa diminimalkan di masa depan.





