Tamara Bleszynski Kritik Proses Penjualan Hotel Warisan Ayahnya
Artis Tamara Bleszynski kembali menyampaikan keluhannya terkait penjualan hotel warisan ayahnya yang berada di kawasan Puncak, Jawa Barat. Melalui unggahan di media sosial Instagram, ia menegaskan bahwa proses penjualan properti tersebut dinilai tidak jelas dan berjalan sangat lambat.
Tamara, yang merupakan ahli waris dari hotel tersebut, merasa bahwa perkembangan penjualan tidak memenuhi harapan. Ia mempertanyakan keseriusan pihak manajemen dalam menjalankan rencana penjualan yang sudah lama dibahas. Dalam unggahannya, ia mengirimkan pertanyaan tajam kepada pihak manajemen Hotel BI @hotelbukitindahpuncak, “Apakah benar kalian sungguh berniat menjual hotel ini?”
Ia merasa bahwa situasi saat ini seperti sedang dipermainkan. Tamara berharap agar tidak ada lagi proses yang terlalu lama dan meminta adanya keterbukaan penuh terkait aset keluarga yang selama bertahun-tahun tidak menghasilkan keputusan jelas. “Tolong jangan membuat proses ini berlarut-larut,” ujarnya dengan tegas. “Kami hanya meminta kejelasan dan transparansi, bukan permainan.”
Penjelasan Kepada Publik
Ramainya pertanyaan dari warganet membuat Tamara turut menegaskan posisinya. Ia menepis anggapan bahwa dirinya turut mengelola operasional hotel ataupun menerima hasil pendapatan dari properti tersebut. “Terkait pertanyaan banyak netizen mengenai Hotel Bukit Indah di Puncak, saya tidak mengelola manajemennya,” jelasnya. “Dan tidak menerima keuntungan dalam bentuk apa pun.”
Tamara mengaku bahkan tidak mengetahui ke mana aliran dana hotel tersebut selama ini. Karena itu, ia mengajak publik ikut memantau jalannya pengelolaan tempat itu secara terbuka. “Soal uangnya mengalir ke mana saya benar-benar tidak tahu,” ungkap Tamara. “Kita pantau manajemen yang memegang kendali… kita pantau bareng-bareng, yah.”
Latar Belakang: Warisan Hotel, Dugaan Penggelapan, dan Sengketa Keluarga
Warisan hotel itu adalah Hotel Bukit Indah Puncak, sebuah hotel milik almarhum ayah Tamara, Zbigniew Bleszynski. Menurut pengakuan Tamara, sejak warisan itu diberikan pada tahun 2001, ia memiliki saham (sekitar 20 persen) di hotel tersebut. Namun selama bertahun-tahun, ia mengaku tidak pernah dilibatkan dalam pengelolaan, tidak mendapat pembagian keuntungan, dan sama sekali tidak diajak rapat pemegang saham.
Belakangan, Tamara baru mengetahui bahwa hotel milik keluarganya itu dijadikan jaminan utang oleh pengelola, tanpa persetujuan atau pemberitahuannya. Karena merasa dirugikan, Tamara melaporkan dugaan penggelapan aset ke Polda Jawa Barat pada 6 Desember 2021. Sengketa sempat memuncak ketika kakaknya, Ryszard Bleszynski, menggugat balik Tamara dengan tuduhan wanprestasi, mengklaim kerugian finansial hingga nilai ratusan juta hingga miliaran rupiah.
Upaya Penjualan & Konflik yang Berlarut
Pada 17 Desember 2022, Tamara mengunggah brosur penjualan Hotel Bukit Indah, menyatakan bahwa hotel keluarga itu “FOR SALE / DIJUAL”. Dalam brosur dan listing iklan di platform jual beli properti, hotel tersebut disebut milik keluarga Tamara, dengan spesifikasi lengkap: luas tanah 9.227 m⊃2;, 3 tower gedung dengan total 116 kamar, fasilitas restoran, kolam renang, ballroom, dan area parkir luas.
Namun meskipun sudah ada iklan jual sejak 2022, hingga kini hotel itu belum laku — dan tidak ada kejelasan resmi tentang transaksi.
Profil Singkat Tamara Bleszynski
Tamara Bleszynski merupakan aktris, model, dan penyanyi berdarah Sunda-Polandia. Ia lahir 25 Desember 1974 di Bandung dan dikenal sejak era 90-an lewat iklan sabun wajah, lalu memantapkan karier di sinetron antara lain Anakku Terlahir Kembali (1996) dan Hikmah (2004) yang populer hingga ke negara tetangga. Tamara pernah menikah dua kali, dengan Teuku Rafly Pasya (1997) dan Mike Lewis (2010), serta dikaruniai dua putra: Teuku Rassya dan Kenzou Leon Bleszynski Lewis.





