OGC Nice, sebuah klub sepak bola Prancis, mengalami insiden kekerasan setelah dua pemainnya, Terem Moffi dan Jeremie Boga, menerima serangan dari sekelompok penggemar fanatik. Insiden ini terjadi setelah tim kembali dari pertandingan melawan Lorient, yang berakhir dengan kekalahan 1–3.
Menurut laporan dari ESPN, sekitar 400 orang Ultras menunggu kedatangan pemain di tempat latihan klub dalam suasana yang sangat tegang. Dua suporter bahkan naik ke bus tim untuk melampiaskan kemarahan mereka sebelum situasi memburuk menjadi kekerasan.
Moffi diberikan cuti sakit selama seminggu, sementara Boga akan diliburkan selama lima hari. Kedua pemain ini akan absen dari skuad Les Aiglons untuk sementara waktu.
“Keduanya dipukul, diludahi, ditendang, dan dihina oleh ultras,” tulis ESPN berdasarkan keterangan saksi yang berada di lokasi kejadian, Boulevard Jean-Luciano, saat bus yang membawa para pemain dan staf Nice kembali dari bandara.
Pada hari Senin (1/12), kedua pemain tersebut melaporkan insiden ini kepada polisi setempat dan mengajukan tuntutan terhadap para pelaku penyerangan. Namun, hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan komentar terkait kasus ini.
Dalam pernyataan resmi klub, mereka menyatakan: “Pada hari Minggu, sekembalinya mereka (skuad OGC Nice) dari Lorient, Eaglets disambut di tempat latihan oleh sebuah pertemuan penting. Klub memahami rasa frustrasi yang ditimbulkan oleh serangkaian penampilan buruk dan jauh dari nilai-nilai klub.”
“Namun, peristiwa yang kami saksikan selama pertemuan ini tidak dapat diterima. Beberapa anggota klub (pemain) telah diserang. OGC Nice memberikan dukungan penuh kepada mereka dan mengutuk tindakan ini dengan ketegasan tertinggi,” tambah pernyataan tersebut.
Moffi dan Boga menjadi target amukan suporter karena dianggap tidak menunjukkan performa yang baik dalam beberapa pekan terakhir. Di sisi lain, kiper Yehvann Diouf berperan penting dalam menyelamatkan kedua rekannya dari kerumunan dan membawa mereka masuk ke dalam gedung klub dengan aman.
Direktur olahraga klub, Florian Maurice, harus mendapatkan pengawalan ketat dari petugas keamanan saat menuju mobilnya. Berbeda dengan itu, pelatih kepala Franck Haise justru mendapat dukungan dari Ultras yang menyatakan masih mendukungnya.
Kapten tim, Melvin Bard, dan gelandang lokal, Sofiane Diop, tidak mengalami pelecehan dari Ultras. Sementara itu, sisa pemain lainnya akhirnya berhasil masuk ke dalam gedung tim meskipun mengalami trauma akibat kurangnya keamanan dan keselamatan yang diberikan oleh klub.
Beberapa poin penting terkait insiden ini adalah:
Pemain OGC Nice, Terem Moffi dan Jeremie Boga, menerima serangan dari suporter fanatik.
Sebanyak 400 orang Ultras menunggu kedatangan pemain di tempat latihan klub.
Moffi diberikan cuti sakit selama seminggu, sedangkan Boga akan diliburkan selama lima hari.
Klub menyatakan bahwa tindakan kekerasan tidak dapat diterima dan memberikan dukungan penuh kepada pemain yang terlibat.
Kiper Yehvann Diouf membantu membawa pemain ke dalam gedung dengan aman.
Direktur olahraga klub, Florian Maurice, harus diawal oleh petugas keamanan.
Pelatih kepala Franck Haise mendapat dukungan dari Ultras.
Kapten tim dan gelandang lokal tidak mengalami pelecehan.
* Sisa pemain mengalami trauma akibat kurangnya keamanan.
Insiden ini menunjukkan pentingnya keamanan dan perlindungan bagi pemain dalam situasi seperti ini. Klub juga harus memastikan bahwa langkah-langkah pencegahan yang tepat diambil untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.





