Kebakaran Hebat di Gedung Terra Drone Indonesia
Kebakaran hebat terjadi di Gedung Terra Drone Indonesia yang berlokasi di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa, 9 Desember 2025. Insiden ini menelan korban jiwa dan memicu banyak pertanyaan mengenai standar keselamatan gedung serta prosedur operasional perusahaan. Berikut adalah rangkuman 10 fakta lengkap mengenai kejadian tersebut.
Kebakaran Bermula dari Baterai yang Terbakar
Kebakaran Gedung Terra Drone Indonesia bermula dari baterai yang terbakar di gudang lantai satu saat sebagian karyawan masih berada di dalam gedung, sementara lainnya sedang beristirahat makan siang. Api yang muncul tiba-tiba itu dengan cepat menjalar ke ruangan lain hingga memenuhi lantai dua sampai lantai enam dengan asap pekat. Laporan kebakaran diterima sekitar pukul 12.55 WIB. Petugas gabungan dari Polres Metro Jakarta Pusat dan Polsek Kemayoran tiba di lokasi dan mengerahkan 28 unit mobil pemadam serta 101 personel. Api akhirnya dinyatakan padam pada pukul 14.32 WIB. Setelah itu, petugas melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal di dalam gedung.
Sebanyak 22 Orang Meninggal Dunia
Kebakaran ini menyebabkan 22 orang meninggal dunia, terdiri dari 7 laki-laki dan 15 perempuan, termasuk seorang perempuan hamil 7 bulan. Para keluarga korban berdatangan ke Posko DVI RS Polri Kramatjati untuk proses identifikasi. Nama-namanya sebagai berikut:
– Pariyem, perempuan (31), asal Bandar Negeri Suoh, Lampung Barat.
– Ninda Tan, perempuan (32), domisili Serpong, Tangerang Selatan.
– Muhammad Arief Budiman laki-laki (24), domisili di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
– Muhammad Apriyana, laki-laki (40), domisili Kecamatan Sudimara Jaya, Tangerang.
– Dela Yohana Simanjuntak, perempuan (22), warga Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
– Nasaeliya Sabita Nuraziza, perempuan (27), warga Tanah Abang, Jakarta Pusat.
– Atiniah Isnaini Rasyidah, perempuan (18) tahun, warga Kecamatan Makasar, Jakarta Timur.
– Rufaida Latifunnisa, perempuan (22).
– Novia Nurwana, perempuan (28).
– Yoga Valdier Yasser, laki-laki (28).
Karumkit RS Bhayangkara Polri Kramatjati, Brigjen Pol. Prima Heru, mengimbau keluarga membawa identitas korban, foto gigi, atau sidik jari guna mempercepat proses identifikasi. Ia menjelaskan bahwa tim DVI belum dapat melakukan pemeriksaan lantaran masih menunggu surat permohonan dari penyidik. Sejumlah keluarga sudah hadir di posko antemortem untuk memberikan data pembanding.
Mayoritas Korban Meninggal karena Lemas
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, menyampaikan dugaan awal bahwa 20 korban meninggal akibat lemas karena kekurangan oksigen. “Terkait penyebabnya akan didalami lebih lanjut oleh tim Puslabfor setelah seluruh proses evakuasi selesai,” ujar Susatyo. Ia menegaskan bahwa korban tidak menunjukkan luka bakar, melainkan tanda-tanda kehabisan udara akibat asap pekat.
Tim Psikologi Polda Metro Jaya Dampingi Keluarga Korban
Polda Metro Jaya menurunkan tim psikologi untuk memberikan pendampingan emosional dan psychological first aid (PFA) kepada keluarga korban di RS Polri Kramatjati. Sebanyak 10 personel psikolog dikerahkan. Kabag Psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya, AKBP Ida Bagus Gede Adi Putra Yadnya, menjelaskan bahwa dukungan ini penting untuk menjaga stabilitas emosional keluarga. Pendampingan akan dilakukan hingga seluruh proses identifikasi selesai.
Kapolsek Kemayoran Terluka Saat Evakuasi
Melansir dari Tribrata News, Kapolsek Kemayoran, Kompol Agung Adriansyah, mengalami luka robek pada tangan kiri akibat terkena pecahan kaca saat membantu evakuasi. Pecahan kaca jatuh setelah petugas memecahkan jendela besar untuk mengeluarkan asap. “Beliau terluka saat melindungi anggota dan warga yang berada di area evakuasi,” ujar Kapolres Susatyo, Rabu, 10 Desember 2025. Kompol Agung kini dirawat intensif di RS Islam Cempaka Putih.

Profil Perusahaan Terra Drone
Melansir dari akun LinkedIn dan website resminya, Sebelum integrasi dengan perusahaan Jepang pada 2018, Terra Drone Indonesia (TDID) dikenal sebagai PT Aero Geosurvey Indonesia. Perusahaan ini merupakan penyedia layanan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) terkemuka untuk berbagai aplikasi industri. Selama hampir satu dekade, perusahaan ini mengkhususkan diri dalam pemetaan udara, pemodelan, inspeksi, dan pemantauan. Sebagai bagian dari Terra Drone Corporation (TDJP) Jepang, penyedia layanan drone terbesar di dunia pada 2024 yang menyediakan perangkat keras drone, perangkat lunak, layanan ahli, hingga pelatihan profesional untuk sertifikasi pilot drone jarak jauh. Di Indonesia, perusahaan ini memiliki dua cabang, yaitu di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat dan di Regency Palace, Kelurahan Husein Sastranegara, Kecamatan Cicendo, Bandung. Pada website terra-drone.net, tercatat CEO Terra Drone Indonesia bernama Michael W W Siagian. Terra Drone Corporation (TDJP) yang berbasis di Jepang didirikan pada Februari 2016 oleh Toru Tokushige, pengusaha teknologi Jepang yang sebelumnya membangun Terra Motors. Perusahaan yang memiliki lebih dari 500 karyawan secara global juga diketahui telah mengumumkan kejadian kebakaran tersebut melalui situsnya.
Polisi Periksa 8 Saksi Terkait Penyebab Kebakaran
Polres Metro Jakarta Pusat telah memeriksa delapan saksi dari manajemen, HRD, dan warga sekitar untuk mengusut penyebab kebakaran. “Jumlah saksi delapan yang sudah diperiksa,” kata Roby, Rabu, 10 Desember 2025. Kasatreskrim AKBP Roby Heri Saputra menyampaikan bahwa pemilik gedung dan pemilik perusahaan juga akan dimintai keterangan. Pemeriksaan akan mencakup apakah perusahaan telah memperhitungkan risiko operasional, termasuk ketersediaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) untuk memadamkan baterai drone yang berpotensi terbakar. Lebih jauh kepolisian akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Jakarta Pusat untuk mengevaluasi pemberian izin usaha pada gedung tinggi serta tindakan lanjutan apabila ditemukan pelanggaran.
Olah TKP Menyoroti Akses Gedung yang Hanya Satu Pintu
Plt. Kabid Fiskomfor Puslabfor Bareskrim Polri, Kombes Pol. Romylus Tamtelahitu, mengungkapkan bahwa gedung enam lantai ini hanya memiliki satu pintu akses keluar-masuk. Temuan ini menjadi salah satu faktor fatal dalam proses evakuasi. Dua tim Puslabfor yakni Tim Subbid Kecelakaan Kebakaran Fiskomfor Puslabfor Bareskrim Polri serta Tim Kimbio Ser dari Bidang Kimbiofor Puslabfor Bareskrim Polri diturunkan pada Selasa malam untuk olah tempat kejadian perkara (TKP) tahap awal.
Gubernur DKI: Gedung Tidak Miliki Jalur Evakuasi
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan lemahnya standar keselamatan Gedung Terra Drone. Ia menemukan bahwa gedung tidak dilengkapi jalur evakuasi dan peralatan pemadam. “Untuk kasus seperti ini, mereka sama sekali tidak mempersiapkannya. Dan apa yang terjadi sekarang mencerminkan hal tersebut,” ujar Pramono. Ia mendorong peninjauan ulang izin usaha gedung-gedung serupa. “Kami berharap siapa pun yang menjalankan usaha serupa menjadikan aspek keselamatan sebagai prioritas,” ujar Pramono.
Belum Ada Unsur Pidana, Polisi Tetap Dalami
Hingga Selasa malam, Kasatreskrim AKBP Roby Saputra menyatakan bahwa penyidik belum menemukan unsur pidana. “Untuk saat ini kami belum melihat adanya unsur pidananya,” ujarnya. Penyelidikan akan terus dilanjutkan untuk memastikan apakah terdapat kelalaian dari operator, manajemen, maupun pemilik gedung.





