Beranda / Berita / Warga Kota Jambi Kecewa Tidak Bisa Temui Pemimpin Pertamina EP

Warga Kota Jambi Kecewa Tidak Bisa Temui Pemimpin Pertamina EP

Aksi Warga Kota Jambi Terhadap Status Zona Merah

Ratusan warga Kota Jambi yang tergabung dalam Forum Tolak Zona Merah menggelar aksi di depan kantor Pertamina EP Jambi. Mereka merasa kecewa karena tidak ada pihak manajemen Pertamina yang hadir menemui mereka selama aksi berlangsung. Massa juga meminta agar pimpinan perusahaan turun langsung untuk berdialog, tetapi hal tersebut tidak terwujud.

Akibatnya, massa demo kemudian beralih ke kantor DPRD Kota Jambi. Dari pantauan lapangan, pihak humas Pertamina EP Jambi sempat menemui para peserta aksi, namun permintaan dari forum tolak zona merah ditolak. Mereka hanya ingin bertemu dengan pimpinan perusahaan, bukan hanya humas.

“Kami hanya ingin bertemu pimpinan karena waktu demo sebelumnya sudah disampaikan oleh humas bahwa saat ini harus pimpinan yang turun,” ujar Derri Anandia, koordinator aksi demo, pada Rabu (10/12/2025).

Aksi ini dimulai sejak pukul 09.00 WIB dan menuntut pencabutan status zona merah yang selama ini membelenggu ribuan warga di kawasan Kota Baru dan sekitarnya. Sebanyak 5.600 sertifikat rumah dan lahan milik warga telah diblokir akibat penetapan kawasan sebagai zona merah Pertamina. Warga menilai status tersebut merampas hak kepemilikan dan masa depan keluarga mereka.

Massa juga didampingi oleh kalangan ibu-ibu yang menyampaikan orasi di depan penjaga dari Pertamina EP Jambi. Mereka menegaskan bahwa dirinya berdiri di sini hanya untuk membela hak tanah mereka.

“Kami memiliki sertifikat tanah sendiri, kenapa pihak Pertamina enak saja menetapkan zona merah?” tanya salah satu ibu yang menyampaikan orasinya.

Perjuangan Konstitusional Warga Kota Jambi

Derri Anandia, koordinator aksi, menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar unjuk rasa biasa, tetapi merupakan panggilan untuk mempertahankan hak hidup. Ia menyatakan bahwa gerakan ini adalah gerakan konstitusional.

“Kami warga Kota Jambi sudah lelah. Puluhan tahun kami tinggal, membangun keluarga, membayar pajak. Kini tempat kami berlindung dinyatakan zona merah. Apakah kami diam? Tidak. Kami akan melawan,” tegas Derri dalam orasinya.

Ia menilai keputusan tersebut sebagai ancaman serius terhadap stabilitas sosial warga. Derri juga mengingatkan bahwa aksi hari ini bukan yang terakhir.

“Ini ultimatum dari rakyat Kota Jambi. Kami akan terus mengorganisir diri dan siap menggerakkan ribuan massa. Jangan ragu, kami akan datang lagi pada jilid ketiga dengan jumlah lebih besar,” tutupnya.

Dampak Zona Merah terhadap Masyarakat

Status zona merah yang diberlakukan oleh Pertamina telah memberikan dampak signifikan terhadap masyarakat. Banyak warga yang merasa tidak adil karena tanah dan rumah mereka diblokir tanpa adanya komunikasi yang jelas dari pihak perusahaan. Hal ini membuat warga merasa diperlakukan secara tidak adil dan tidak memiliki suara dalam pengambilan keputusan.

Beberapa dari mereka bahkan menyatakan bahwa mereka tidak pernah diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat atau masukan terkait status zona merah. Mereka merasa bahwa kebijakan ini diambil secara sepihak dan tanpa mempertimbangkan kepentingan warga setempat.

Warga juga mempertanyakan alasan pihak Pertamina menetapkan zona merah. Mereka menilai bahwa keputusan tersebut tidak didasarkan pada data atau analisis yang transparan. Dengan adanya blokir sertifikat, banyak warga yang kini menghadapi kesulitan ekonomi dan ketidakpastian tentang masa depan mereka.

Masa Depan yang Tidak Jelas

Masalah zona merah tidak hanya berdampak pada aspek hukum dan kepemilikan, tetapi juga pada kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Banyak keluarga yang terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka karena tidak bisa memenuhi syarat untuk menjual atau memperbaiki properti mereka.

Selain itu, anak-anak dari warga setempat juga terkena dampaknya. Banyak dari mereka yang harus pindah sekolah atau mengalami gangguan dalam proses belajar mengajar akibat ketidakstabilan lingkungan.

Para aktivis dan tokoh masyarakat berharap agar pihak Pertamina dapat segera melakukan dialog dengan warga untuk mencari solusi yang adil dan berkelanjutan. Mereka juga meminta pemerintah setempat untuk lebih proaktif dalam melindungi hak-hak warga yang terkena dampak dari kebijakan tersebut.

Dengan semangat perjuangan yang kuat, warga Kota Jambi tetap bersikeras untuk mempertahankan hak mereka dan memastikan bahwa keadilan ditegakkan. Mereka berharap bahwa aksi ini dapat menjadi awal dari perubahan yang positif bagi masyarakat setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *