Beranda / Berita / Pemkab Sumedang Bantu Warga Terdampak Longsor di Surian

Pemkab Sumedang Bantu Warga Terdampak Longsor di Surian

Bantuan Darurat untuk Warga Terdampak Longsor di Sumedang

Sejumlah areal persawahan seluas sekitar 9,5 hektar di blok Kontrak dan Gunung Tumpeng Situbatu, Desa Pamekarsari, Kecamatan Surian, Kabupaten Sumedang tertimbun longsor. Areal sawah tersebut telah siap panen, sehingga menimbulkan kerugian yang signifikan bagi para petani setempat.

Untuk mengatasi masalah ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang segera merespons dengan memberikan bantuan berupa sembako kepada warga yang terdampak longsor. Salah satu bentuk bantuan yang diberikan adalah beras sebanyak 10 kg per bulan. Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menjelaskan bahwa bantuan ini akan diberikan hingga sawah-sawah yang tertimbun longsor dapat kembali berfungsi secara normal.

“Warga yang memiliki sawah dan terdampak longsor akan menerima bantuan sembako dan lainnya. Setiap bulannya, mereka akan mendapatkan beras minimal 10 kg hingga sawahnya bisa berfungsi kembali dan selesai ditangani,” ujar Bupati Dony dalam pernyataannya pada Sabtu, 13 Desember 2025.

Menurut Bupati Dony, longsor yang menutupi areal sawah siap panen ini terjadi pada 23 November 2025 lalu. Total luasan pertanian yang terdampak mencapai 15 hektar. Dari jumlah tersebut, 9,5 hektar adalah areal sawah yang siap panen hilang tertimbun longsor, sedangkan 5,5 hektar areal perkebunan juga terbawa oleh longsoran tanah.

Selain itu, longsor juga menyebabkan saluran pipa air bersih untuk tiga desa yaitu Desa Pamekarsari, Wanasari, dan Ranggasari terputus. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih di tiga desa tersebut, Bupati Dony meminta PDAM beserta BPBD untuk segera mengirimkan pasokan air bersih.

Upaya Pencegahan Longsor Susulan

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dony juga mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya longsor susulan. Hal ini mengingat curah hujan saat ini masih tinggi. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan dan kehati-hatian dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.

Untuk mencegah terjadinya longsor susulan, kini sekitar lokasi longsor telah dipasang rucuk, bronjong, serta dibuat saluran air. Langkah-langkah pencegahan ini dilakukan agar tidak terjadi lagi kerusakan serupa di masa depan.

Dampak Jangka Panjang

Longsor yang terjadi di wilayah ini tidak hanya berdampak pada sektor pertanian, tetapi juga pada ketersediaan air bersih. Dengan adanya intervensi dari pemerintah daerah, diharapkan kondisi masyarakat dapat segera pulih. Namun, proses pemulihan membutuhkan waktu dan kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat setempat.

Selain itu, keberlanjutan pengelolaan lahan dan peningkatan kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana alam menjadi hal penting yang perlu diperhatikan. Dengan demikian, risiko kerugian akibat bencana dapat diminimalkan.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *